Bromo adalah salah satu tempat wisata yang paling berkesan bagi saya. Saya pertama kali ke Bromo tahun 2005 setelah lulus SMA, perayaan kelulusan ceritanya. begitu sampai ke Bromo saya terpukau, maklum biasanya jalan-jalan tak jauh-jauh dari Magelang. Saat di Bromo itulah saya berjanji bahwa suatu saat saya harus kembali lagi kesana. Bromo pun adalah salah satu pemicu saya untuk travelling, keindahan Bromo menyadarkan bahwa ada pesona di daerah lain Indonesia yang harus dikunjungi.

saya di Bromo, 2005.

2010, September. 5 tahun setelah kunjungan pertama kali ke Bromo saya berhasil memenuhi janji untuk kembali. bersama teman-teman kuliah. Bromo masih mempesona seperti dulu saat pertama kesana, masih membuat saya jatuh hati dengan panoramanya. Bromo masih memukau dengan langit cerah, padang pasar dan asap sulfur yang keluar dari kawahnya. kali ini menunya lebih komplit, saya tak hanya ke Bromo tapi juga ke Batu, Madakaripura, Probolinggo dan Pananjakan.

Saat ke Bromo yang kedua kali itulah saya masih tahap awal memakai kamera DSLR, masih pemula, masih coba-coba masih belajar. tapi di mata saya, setelah melihat berbagai rupa foto Bromo. Bromo memiliki kekhasan warna, biru langitnya, putih asap dari kawahnya dan gurun pasir kecoklatan di Bromo menjadikan Bromo memiliki kekhasan warna saat diabadikan dalam sebuah foto.

Kalau melihat foto-foto di Bromo saya sering tersenyum simpul, ya banyak sekali kekurangan di sisi teknis, amburadul dalam komposisi, fokus yang kabur dimana-mana dan buruk dalam menangkap momen. tapi inilah hasil foto-foto saya 2 tahun lalu, mengambil kekhasan warna dari Bromo, Tonal Bromo.

Nina, Travelmate dari Bali.
saya
Pasukan Hardtop.
Pasir Bromo
Cheers!
Buritan Hardtop
Bromo.
Anton dari Surabaya, Irfan dari Tasikmalaya
horses
Pura Poten
Step By Step
kawah

 

Follow Efenerr on WordPress.com

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here