DSC_0116

Saya pertama kali ke Bayan tahun 2011, waktu itu saya dalam trip keliling Lombok sendirian. Secara tak sengaja waktu itu mampir ke desa di utara Lombok ini. Ternyata desa yang super sederhana ini menyimpan banyak sekali kisah – kisah tentang budaya dan sejarah yang selama ini belum terungkap. Saya waktu itu memang hanya sebentar dan itupun hanya mengunjungi masjid kuno Bayan Beleq, tapi saya merasa desa ini sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa. 

Waktu berlalu, akhirnya Tuhan mengizinkan saya kembali lagi ke Bayan. Adalah British Council, organisasi nirlaba dari Inggris yang mengundang saya untuk datang kembali ke Bayan. Akhirnya saya bisa kembali mengunjungi desa ini, 3 tahun berlalu sejak kunjungan terakhir ke Bayan, rupanya ada banyak sekali perubahan di desa, nanti akan saya ceritakan kemudian di tulisan-tulisan saya tentang Bayan berikutnya.

British Council rupanya telah membangun sebuah pola pariwisata berkelanjutan di Bayan. Banyak sekali yang sudah dibangun, mulai dari infrastruktur fisik sampai SDM. Harapannya Bayan akan menjadi objek wisata alternatif baru di utara Lombok dan kemudian mendatangkan manfaat bagi penduduk desanya sendiri. Konsep British Council adalah membangun pariwisata tanpa meninggalkan masyarakat, sehingga masyarakatnya turut maju dan berkembang bersama pariwisatanya.

Kali ini saya 3 hari di Bayan, tak hanya mampir lewat. Dulu ke Bayan itu perjuangannya lumayan membuat badan ini pegal-pegal. Jalanan rusak, sepi, motor kehabisan bensin dan jauh dari desa terdekat. Sekarang, pergi ke Bayan sudah sangat lancar, jalanan mulus, nyaris hotmix. 3 hari di Bayan, akhirnya membukakan mata tentang apa-apa yang sudah berubah di sini, dan akan saya ceritakan dalam serial artikel tentang Bayan.

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here