IMG_7067
Mentari dan Kabut yang hendak naik

Magelang tak pernah kehabisan pesona, akan selalu ada tempat yang dieksplorasi.  Baru-baru ini saya menjelajahi spot baru yang sangat menarik. Spot ini berupa spot sunrise, sebelumnya mungkin spot sunrise yang terkenal adalah Stumbu dan sunrise di kompleks candi Borobudur. Kali ini ada spot baru untuk menikmati sunrise, yaitu Sunrise Pos Mati. Persisnya, sunrise Pos Mati ini berlokasi di Dusun Kali Tengah,  Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur.

Sunrise Pos Mati tepat persis di puncak bukit di jajaran perbukitan Menoreh. Untuk menuju Sunrise Pos Mati kita harus menuju Desa Giritengah, selepas pasar Giritengah ada belokan kecil ke kanan, terdapat petunjuk arah kecil. Masuk belokan, saya dihadapkan dengan jalanan sangat menanjak dan beraspal tipis. Jalanan ini sempit dan berakhir di perkampungan kecil, saya menitipkan parkir di halaman rumah warga kemudian dilanjutkan dengan trekking menanjak sampai ke puncak Pos Mati.

Trekkingnya singkat tapi curam. Jalanan menuju Pos Mati sudah bagus, sebagian tangganya sudah permanen, sementara jalan setapaknya masih tanah. Jalanan ini menembus area ladang milik penduduk desa, makanya jalannya sedikit sempit dan mengikuti kontur ladang. Di puncak bukit terdapat balai-balai sederhana yang baru dibangun setahun yang lalu. Di tempat inilah biasanya mereka yang menunggu sunrise akan beristirahat sebentar.

Masyarakat lokal percaya Pos Mati ini adalah salah satu tempat persinggahan pasukan Pangeran Diponegoro saat perang Jawa. Cerita tentang Pos Mati ini diturunkan turun temurun dan menjadi legenda lokal. Di Pos Mati ini konon pasukan Pangeran Diponegoro memantau pergerakan pasukan kolonial Belanda. Dulu, Pangeran Diponegoro memang bergerilya melalui garis perbukitan Menoreh.

IMG_7026
Puncak Pos Mati dari arah ladang.
IMG_7077
Area Tetirah di Pos Mati

Area puncak sedikit sempit, kiranya 10 x 20 meter saja. Selain balai-balai ada penanda yang khas di Puncak Pos Mati yaitu dua buah pohon pinus  kembar yang mengapit di kanan-kiri. Selain itu ada juga pohon peneduh di sisi belakang yang di depannya dipasang bangku panjang sebagai tempat istirahat. Pohon itu oleh orang lokal disebut pohon bonsai. Area sekitar puncak sangat curam, kanan – kiri sebagian adalah ladang penduduk.  Biasanya para fotografer memotret di area depan yang menjorok. Tempat memotret itu kecil sekali, mungkin hanya muat untuk sekitar 5-6 fotografer.

Panorama di tempat ini sangat luar biasa. Karena letaknya yang tinggi bahkan sedikit lebih tinggi daripada Stumbu, sepanjang mata memandang kita tidak mendapatkan halangan. Gunung erapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Telomoyo dan Andong berada dalam satu garis. Jika kita menengok ke kanan belakang, jajaran Perbukitan Menoreh tegak menantang, Puncak Suroloyo tampak dari Pos Mati.

Karena lokasinya yang tinggi, pandangan bebas lepas sampai garis cakrawala, tidak terhalang kabut. Jika di Stumbu misalnya, saya hampir selalu menyerah memotret jika kabut datang karena panoramanya pasti tertutup kabut. Tapi di Pos Mati, tidak ada kabut yang menyelimuti. Ada kabut naik tapi tidak sampai ke Pos Mati, tanpa kabut. Memotret sunrise jadi sangat leluasa sekali.

Dari Pos Mati, Candi Borobudur tampak bagaikan danau kabut, posisinya lurus persis jika kita berdiri di puncak Pos Mati. Mungkin kenapa orang-orang dahulu menyebutnya Danau Borobudur. Jika kita memandangnya pagi hari dari ketinggian memang persis sekali dengan danau.

IMG_7044
Merapi – Merbabu
IMG_7040
Menoreh
IMG_7043
Sindoro – Sumbing

Sunrise mulai naik sekitar jam enam kurang sedikit. Di bulan Juni – Juli, mentari akan meninggi dari tengah-tengah Merapi dan Merbabu. Persis seperti lukisan anak-anak SD, matahari terbit diapit dua gunung. Naiknya pelan sekali, syahdu, sejauh mata memandang kita akan menikmati pancaran sinar merah perlahan. Sunrise yang dilihat dari Pos Mati sungguh megah, saya sampai menahan nafas karena saking indahnya.

Seusai menikmati matahari yang terbit dan meninggi saya memesan segelas kopi panas pada Mbok Samirah, satu-satunya pedagang yang berjualan di sini. Katanya setiap hari sepi sekali, bersamaan dengan saya pun hanya ada empat orang. Bagi Mbok Samirah, kami para pemburu mentari adalah rejekinya tiap pagi, dengan termos, gelas dan kopi bubuk, Mbok Samirah menanti para tamu yang berkenan memesan minuman hangat padanya. Kopi yang saya pesan pun hanya seharga tiga ribu rupiah, murah sekali.

Ini tempat sempurna yang menikmati sunrise di Magelang. Saya tak bisa memberikan deskripsi lain selain kata “megah”. Tempat ini menggetarkan, menggugah dan memberikan pemandangan yang tiada dua. Gunung-gunung yang ditancapkan di bumi, bentang alam di sekelilingnya sampai udara yang masih dingin. Magelang, tak pernah habis mengeluarkan pesonanya dan saya tak pernah semerinding ini ketika menikmati terbit mentari.

Tabik.

IMG_7070
Detik-detik matahari terbit.

Panduan :

1. Sedikit rumit menjelaskan arah menuju tempat ini karena lokasinya jauh, dari Candi Borobudur sekitar 5 kilometer jauhnya. Patokannya adalah Desa Giri Tengah, Borobudur. Atau untuk panduan yang lebih dekat, maka patokannya adalah Pasar Giri Tengah, dari pasar arah menuju spot sunrise sekitar 500 meter. Saya tidak menyarankan menggunakan mobil jika kesana, pakailah motor karena jalurnya sangat-sangat curam. Berikut gambaran dari Googlemap untuk Rute Candi Borobudur – Giritengah.

giritengah2. Saya sarankan menggunakan pemandu untuk menuju spot ini sekaligus untuk memberdayakan masyarakat lokal. Untuk pemandu menuju spot ini bisa menghubungi Wijarso 08176678758 / 085200328481 atau Krisno 081915510826. Untuk gimana-gimananya nanti silakan negosiasi dengan contact person tersebut.

3. Belum ada tiket masuk. Di bawah terdapat kotak amal di depan toilet, maka sumbanglah seikhlasnya. Selain menikmati keindahan alam, sebagai pengunjung kita juga bisa berkontribusi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat lokal.

4. Di Sunrise Pos Mati di awal jalur trekking terdapat mushola dan toilet. Jadi jika berangkat sebelum shubuh kita bisa menunaikan shalat shubuh disini. Perkiraan sunrise sekitar pukul enam kurang sepuluh pagi dan trekking sekitar lima belas menit. Jadi mungkin kita bisa naik sekitar jam lima pagi.

5. Jika ingin bermalam bisa bermalam di balai-balai di puncak atau mendirikan tenda, sebelumnya mintalah izin dan melapor pada Kepala Dusun Kali Tengah.

6. Jagalah kebersihan dan etika. Daerah menuju Pos Mati adalah daerah perkampungan warga, hendaknya menghormati aturan yang berlaku di Dusun Kali Tengah. Silakan datang namun jangan lupa untuk mengucap terima kasih pada warga sekitar yang didatangi.

7. Posting ini semata untuk mengenalkan Pos Mati sehingga kemudian Pos Mati bisa dikelola secara swadaya oleh masyarakat, sehingga masyarakat bisa turut menikmati kesejahteraan dari keberadaan tempat ini. Saya berharap masyarakat bisa tumbuh berkembang bersama pengunjung jadi baik masyarakat maupun pengunjung bisa mengerti betapa pentingnya tempat ini dan menjaga keberadaan tempat ini bersama-sama.

8. Semua foto-foto diambil dengan kamera iPhone 5. Terima kasih untuk Pak Yus, Pak Yunan dan Mas Hatta untuk informasi tempat ini.

IMG_7059
Sunrise
IMG_7033
Jelang Sunrise
IMG_7027
Bentang Merapi – Merbabu
IMG_7070
Semburat Mentari
IMG_7035
Selimut Kabut
IMG_7036
Sumbing
IMG_7044
Merapi Merbabu
Follow Efenerr on WordPress.com

37 KOMENTAR

  1. Saya pernah nyepeda lewat Giritengah tapi waktu itu belum tahu ada spot khusus untuk mengamati sunset. Seingatnya saya memang jalannya benar2 nanjak dengan banyak pohon cengkeh di kanan-kiri.

    Eh itu panduan no. 7 kenapa diungkapkan seperti itu Kang? Bukankah setiap cerita perjalanan memang demikian?

    • ini baru setahunan ini mulai dikelola mas…jadi benar-benar baru dikenalkan setahunan ini.

      yang nomor 7 sebagai bentuk tanggung jawab saya saja mas..karena tidak semua cerita perjalanan demikian menurut saya. 🙂

  2. Wah! Manteb banget Sunrisenya.
    Belum pernah saya kesini, paling pernah dari stumbu
    sama dulu pernah nunut sunrise-an di Plataran

    Menarik untuk dicoba ini
    Salam Kenal mas dari Semarang 🙂

  3. Luar biasa megah.

    Samean bijak bgt mas dlm menjaga sikap terhadap kearifan lokal, dan begitu bersemangat mengupayakan pemberdayaan warga tempatan demi peningkatan kesejahteraan penduduk lokal.

    *kasih kick andy award*

  4. Hallo, salam kenal 😀
    Terima kasih telah mempromosikan desa KKN saya..
    Saya KKN di desa giritengah tahun 2013 dan alhamdulillah setelah itu jadi makin rame 🙂

    Saya juga masih mempromosikan desa giritengah melalui FB dan blog 🙂

    Di desa giritengah jg masih ada tempat untuk melihat sunrise yg jalannya tidak seterjal pos mati, namanya eden sunrise.. Saya lebih senang disana, pemandangannya kereeeeeen bangeeeeeeettttt 😀

    Selain itu, di giritengah terkenal dengan madu alami namanya Giribee.. Nama tersebut jg hasil dari tim KKN saya 🙂

    Untuk pin BB nya pak Wijarso selaku fasilisator desa 76800173

    🙂

    • wah! rupanya KKN di sana…
      memang indah sekali desanya, pemandangannya luar biasa…
      maturnuwun info pin BB-nya, nanti saya update di post-nya. 🙂

  5. Salam kenal Bro…
    Gak nyangka ada yg mengulas tanah kelahiran saya, dl waktu kecil saya sering banget main ditempat ini, kebetulan ortu punya ladang dibawah pos mati, jadi saat nemenin ke ladang, saya pasti maen kesini. Spot favorit saya di pohon bonsai itu, dulu sering saya panjat smbil menikmati bekal dr rumah.
    Sekarang saya kerja di Jakarta, biasanya tiap lebaran mudik ke Giritengah, tapi gak pernah sempet maen ke pos mati. Awal tahun ini saya ada planning ke Giritengah, semoga bisa berkunjung ke pos mati.
    Wijarso n Krisno adlh temen masa kecil saya, salut atas kepedulian mereka dlm memajukan potensi desa Giritengah.

    Regards,
    Wahyu H.

    • Salam kenal Mas Wahyu! 🙂
      Pos Mati memang luar biasa sekali, pemandanngannya tak tertandingi mas. Semua gunung terlihat dan mendebarkan.
      Betul mas. Orang-orang Giritengah sudah sepantasnya mengelola Pos Mati dengan baik, untuk kemajuan desanya juga.

  6. Hallo guys…
    Thanks for mr.efener coz help us promote and share we place..
    Izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Dands Khudhori saya pengelola/ tour guide di posmati Diponegoro Sunrise.
    Ya sekarang posmati sudah ada tiketnya harganya sangat terjangkau. Bagi wisatawan lokal Htm nya 5000,- sadja. Dan untuk wisatawan asing 15.000,- .
    Kini selain sunrise, kami melayani juga wisata alam, wisata religi, camping, outbound, dll.
    Untuk info/ resvasi bisa hubungi saya Dands khudhori di 085743946677 / pin 2623CA28. Bs juga khoirul anam 085878347552 dan juga taufik wahyono 081804190221.
    Skali lge kami ucapkan terimakasih. Dan kami tunggu kedantangan teman” semua 🙂

  7. Assalamualikum.. salam kenal p’ bro
    surprise banget , nyesel saya baru bisa baca ulasan nya ini hari ini..
    saya adalah salah satu warga kalitengah-mijil yang kebetulan sudah menetap di perantauan (cikampek-karawang) ,saya dulu waktu masih kecil suka sekali main ke puncak posmati bareng temen-temen kecil saya .., khusus nya saat bulan puasa sambil menunggu waktu sore.., walaupun jalan nya “ndedel” istilah kalitengah nya tapi selalu terbayar dengan keindahan panoramanya yang masih sangat original.. indah , seger & damai dengen suara angin di sela-sela daun cemara yang ga nambah sampai saat ini .. hanya dua pohon saja
    terimakasih banget p’ bro.. good job!!,

    salam hangat

  8. […] Wisata Borobudur Magelang lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Pos Mati yang tepatnya berada di Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kab. Magelang. Anda bisa menikmati keindahan Candi Borobudur dengan cara yang berbeda dari tempat ini, paling pas datang ke tempat ini menjelang matahari terbit, pemandangan yang disajikan sangatlah indah. Beberapa penampakan pos mati diambil dari blog efenerr.com […]

  9. Dear masnya,

    Thank you so, ad kontak pemandu yg bs dihubungin😄😄 Rencana saya pergi msh skitar 2 mggu lg. Cb cari info utk carter ojek ato pemandu dr penginapan (udah tag penginapan sekitar situ), tp dr org penginapannya malah dicaloin lg jd mahal bgt. Sebel kan?😑😑

    Mksi bnyk infonya ya mas😊

    Best regards,
    Febri

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here