IMG_2468.resized

Kota yang majemuk, bangsa-bangsa yang datang dan pergi, menetap dan tinggal membuat Melaka menjadi kota yang kaya ragam budaya, termasuk kuliner. Kuliner Melaka pada akhirnya memiliki kekhasan sendiri yang berasal dari begitu banyaknya ragam budaya yang mempengaruhi. Itulah sebabnya range rasa dan olahan kuliner di Melaka begitu luas dan begitu kaya. Maka kuliner adalah salah satu yang tak boleh dilewatkan di Melaka.

Dari pagi hingga pagi selanjutnya, kuliner Malaka begitu melimpah ruah dan beraneka jenis. Tinggal memilih mana yang tepat dan pas, atau jika ingin mencoba semua pun tak masalah. Olahan kuliner yang mungkin paling kentara di Melaka bisa dibagi menjadi kuliner Peranakan, Melayu, India dan warisan kuliner Portugis – Belanda – Inggris. Ragam yang menarik ini membentuk Melaka sebagai kota wisata kuliner yang unik dan belum tentu ditemui di wilayah lain di Malaysia.

Dan berikut ini beberapa rekomendasi kuliner Melaka yang sempat saya singgahi. Ada beberapa yang lengkap dokumentasinya ada yang tidak sempat difoto karena kala itu di Melaka saya kehabisan baterai baik kamera maupun smartphone.

1. Lao San Kafe

Lorong Hang Jebat, 75200 Melaka

Saya jatuh cinta dengan kafe ini sejak pertama kali datang. Buka di siang hari, kafe ini berada di dalam rumah tua dengan arsitektur Cina. Si pemilik yang sigap dalam menyambut tamu, mempersilakan duduk, menyiapkan meja sampai menyajikan makanan. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Melaka membuat pengunjung menikmati sajian sembari ditemani angin yang sepoi-sepoi dan yang jelas adalah menikmati sajian di Lao San sambil menikmati pemandangan kota tua Melaka adalah pengalaman menikmati sajian kuliner yang takkan terlupa.

IMG_3556.resized

Sajian utama Lao San Cafe adalah makanan peranakan dengan beraneka ragam varian menu. Sajian yang direkomendasikan adalah kari ayam, kari peranakan sedikit berbeda dengan kari-kari India yang pekat dan kaya aroma rempah. Perbedaannya adalah kari peranakan memiliki kuah santan yang sedikit, tidak terlalu berlemak dan juga tidak terlalu pekat, sementara kuah karinya tidak mengganjal di lidah dan enteng di perut, tidak eneg.

Sementara itu pemilik Lao San merekomendasikan dessert andalan untuk saya coba, yaitu cendol. Bentuknya sama dengan es cendol di Indonesia, hanya saja bulir cendolnya besar-besar dan tebal. Kuah santan dan karamel gula merahnya begitu meresap disertai serutan es di bagian atas dan hampir memenuhi mangkuk cendolnya, rasanya pas dan segar dinikmati di siang yang panas.

IMG_3549.resized

Lao San Cafe ini buka selepas tengah hari, terkadang menjelang sore dan tutup di malam harinya, itupun tidak terlalu larut. Maka dari itu Lao San Cafe ini cocok disambangi saat makan siang ataupun makan malam. Dan jika mencari kuliner peranakan di Melaka, Lao San ini salah satu yang harus didatangi.

2. Pak Putra Tandoori & Naan Restaurant

Jalan Laksmana 4, Melaka

Jika mencari sajian halal dan membangkitkan selera maka restoran ini bisa dijadikan referensi. Menurut pegawai di guesthouse tempat saya menginap Pak Putra adalah restoran India paling rame dan lezat di Melaka. Saya pun membuktikannya sendiri, restoran ini penuh hiruk pikuk, pengunjung, pelayan tumpah ruah dan tampak sibuk makan, memesan dan mengantarkan makanan. Restoran ini adalah restoran India dengan menu khas India Tengah dan Selatan.

Sebagaimana lazimnya restoran India, Pak Putra menawarkan menu-menu yang membangkitkan selera, aroma rempah yang kuat, pedas yang pekat dan juga sajian main course yang begitu mengenyangkan. Naan yang merupakan roti gandum di restoran ini begitu tebal dan berserat, sangat mengenyangkan. Sementara karinya begitu pekat dan kuat aroma rempahnya, rasanya menancap sekali di lidah. Perasaan saya naan di restoran ini tampaknya lebih besar daripada yang saya coba di Singapura ataupun Kuala Lumpur.

Yang juga tidak boleh dilewatkan di sini adalah Ayam Tandoori, sajian dari wilayah Punjab ini diolah begitu lezat. Ayam panggang versi India dengan paduan susu asam, rempah, aneka bawang dan rempah-rempah ini begitu kaya rasa, tampaknya memang dari bumbunya rasanya akan bertabrakan satu sama lain. Tapi rupanya olahan Ayam Tandoori di sini mampu menghasilkan aroma rasa yang begitu padu dan nikmat.

Jangan kaget jika di malam hari pengunjung begitu membludak sampai di jalanan. Pak Putra memang benar-benar salah satu restoran populer di Melaka, jadi jangan lewatkan untuk mencoba nikmatnya nuansa olahan rempah-rempah India yang begitu melimpah ruah.

3. Asam Pedas Selera Kampung

No. 2, Jalan PM 3, Mahkota Square, Bandar Hilir, Melaka

Restoran yang satu ini menyediakan menu-menu khas Melayu. Selain di Malaysia, Asam Pedas ini sebenarnya juga cukup lazim dikenal di Indonesia, terutama di daerah Jambi atau Riau. Asam Pedas ini juga dikenal di daerah Minangkabau dengan julukan Asam Padeh, jadi tidak bagi orang – orang Indonesia rasanya akan tidak terlalu asing dengan sajian ini.

Khas-nya Asam Pedas adalah dibuat dari ikan laut seperti tongkol, tengiri sampai ikan pari. Ketika masuk restoran ini nanti pengunjung bisa memilih jenis ikan apa sebagai lauk. Seperti namanya, memang makanan berkuah ini rasanya asam dan pedas, tiada rasa lain.

IMG_2188.resized

Lokasi restoran ini persis di seberang Menara Tamingsari dan buka mulai tengah hari sampai malam hari. Puncak keramaian restoran ini biasanya mulai jam 7 malam. Menu khas Melayu yang disajikan di restoran ini memang nendang dan layak untuk dicoba saat di Melaka.

4. Restoran Lineclear Kampung Jawa

Jalan Jawa, Melaka

Facebook Page

Restoran  ini berada di sebuah sudut Kampung Jawa yang konon adalah kawasan residensial untuk orang-orang Jawa yang tinggal di Melaka. Terletak di tepi sungai di bangunan yang terbuka, semi permanen, restoran ini adalah tempat orang-orang Melayu – Jawa nongkrong setiap harinya.

restoran lineclear kampung jawa.resizedMungkin ada ratusan menu yang disajikan di restoran ini, saking banyaknya menu papan menu yang ada di langit-langit restoran ukurannya begitu besar dengan menu yang berderet-deret. Utamanya menu yang disajikan adalah olahan kuliner Melayu – Jawa. Beberapa nama pasti sudah familiar dengan pengucapan orang Indonesia seperti Rojak untuk Rujak dan Satay untuk Sate.

Menu andalah di restoran ini adalah Mee Rebus, yaitu mi berkuah kari santan yang pedas, menu kedua yang menjadi favorit adalah Satay Ayam. Sedikit berbeda dengan sate di Indonesia, bumbu sate di sini sangat meresap sampai ke serat-serat daging, bumbunya pun lebih pekat. Mungkin karena sebelumnya sate sudah direndam dalam bumbu begitu lama sehingga aroma bumbunya pun meresap begit dalam sampai ke serat-serat dagingnya. Jenis satenya ada banyak sate ayam, sapi, jeroan dan kerang.

IMG_3627.resized

Restoran ini sehari-hari ramai betul, begitu penuh pengunjung dan mungkin inilah gambaran orang-orang Melayu – Jawa setiap harinya, menjadikan restoran ini sebagai tempat berinteraksi dalam komunitasnya. Jangan lupa restoran ini hanya buka dalam kurun waktu antara jam 11.00 sampai jam 17.00 setiap harinya dan di hari mingu tutup, bahkan jika makanan sebelum habis sebelum jam itu restoran ini akan tutup lebih cepat, maklum restoran ini memang yang paling populer di Kampung Jawa bahkan di jalur tepi Sungai Melaka.

5. Riverine Coffehouse

108 , Lorong Hang Jebat, Melaka

Blog

Jika ingin menikmati makan malam yang romantis di Melaka, tempat ini salah satunya. Terletak di jalur tepi Sungai Melaka dan di seberang restoran persis terlihat gereja Santo Fransiscus Xaverius di seberang sungai, restoran ini menempati bangunan toko bergaya Tiongkok yang menjadi fasad bangunan khas kawasan Pecinan Melaka.

Seperti bangunannya, menu restoran ini menyajikan sajian peranakan, soal kehalalan restoran ini menjamin menu yang disajikan adalah menu halal. Saya berani masuk ke restoran ini pun setelah melihat tanda halal yang terdapat di bagian depan restoran.

IMG_2429.resized

Restoran ini layak dijadikan pilihan karena menjadi salah satu restoran terbaik di Melaka tahun 2013 selain itu suasanya yang begitu kuno dan sajiannya yang lezat memang pantas membuat restoran ini menyabet gelar tersebut. Menu peranakan yang disajikan seperti bihun, mie dan laksa.

Saya betah berlama-lama di restoran ini karena suasananya yang tenang dengan gemerlap lampu di bangunan-bangunan tua Malaka. Menikmati malam yang romantis di Melaka di Riverine Coffeehouse tampaknya pilihan tepat untuk menutup hari setelah seharian mengeksplorasi Melaka, sembari menikmati nuansa Venesia dari Malaysia yang begitu memukai di mala hari.

6. Nasi Lemak Kukus Ayam Dara Berempah

Jalan PM 3, Mahkota Square, Bandar Hilir, Melaka

Ini bukan restoran tapi lebih tepatnya warung tenda yang hanya buka di malam hari, lokasinya ada di sebelah Restoran Asam Pedas Selera Kampung. Menu utamanya adalah Nasi Lemak yang jika diindonesiakan mungkin bisa dipersamakan dengan nasi uduk. Sementara untuk dagingnya menggunakan daging burung dara yang digoreng sampai kering.

IMG_2221.resized

Untuk daging burung daranya bumbunya adalah aneka ragam rempah-rempah, dibalurkan pada daging lantas digoreng. Setelah matang, daging akan digebrak dan diiris-iris, setelah itu baru disajikan dengan tambahan kacang dan sedikit lalapan beserta sambalnya.

Karena lokasinya yang terletak di pusat keramaian, warung ini selalu ramai pengunjung. Tak heran jika antriannya bisa sampai setengah jam lamanya. Pengunjung bisa membeli dan dibawa pulang atau memilih untuk makan di bangku-bangku plastik dan meja sederhana yang sudah disediakan di depan warung tenda ini. Impresi saya tentang warung ini adalah versi warung Lamongan-nya Malaysia.

7. Street Food

Various Places

Ini salah satu daya tarik kuliner Melaka, makanan kaki limanya. Dari pagi sampai siang makanan kaki lima di Melaka seolah tak berhenti, selalu ada dengan karakteristiknya masing-masing. Tempat untuk mencari makanan kaki lima di Melaka begitu tersebar, tidak terkonsentrasi.

Di pagi hari biasanya pedagang buah segar dan beraneka ragam minuman dingin yang berjualan di Melaka, harganya murah sekali, dimulai dari 1 Ringgit. Pilihan buahnya pun banyak betul, si penjual akan menggunakan sepeda motor bebek model lawas untuk mengedarkan dagangannya.

IMG_2232.resized

IMG_3488.resized

Di siang hari biasanya street food akan terkonsentrasi di daerah Stadhuis, Bangunan Merah sampai ke Jonker Walk. Biasanya adalah cemilan, minuman dingin dan es. Di malam hari salah satu tempat yang bisa menjadi jujugan untuk mencari street food ada di seputaran Jonker.

Malam hari di Jonker memang ramai nian, jalanan ditutup dan diganti lapak-lapak dengan aneka ragam barang jualan, mulai dari souvenir, barang kebutuhan pokok bahkan sampai street food. Dan wisata  kuliner dengan mencari street food yang unik dan enak di Jonker pun tak boleh dilewatkan selama berwisata di Melaka.

IMG_2195.resized

IMG_2192.resized

IMG_2466.resized

IMG_2194.resized

IMG_2204.resized

Menarik bukan ragam sajian kuliner Melaka yang kaya rasa dan kaya budaya. Sebenarnya masih banyak sekali yang masih banyak tempat kuliner di Melaka yang masih bisa dieksplorasi. Saya sendiri belum sempat mencoba Nasi Kerabu yang dikatakan sebagai kuliner khas Melayu – Melaka. Menurut cerita Nasi Kerabu ini unik, warnanya  biru keunguan karena diwarnai secara alami dengan Bunga Telang ditambah dengan lauk ayam atau daging yang digoreng.

Namun minimal ragam kuliner di Melaka sudah saya coba dan mencoba ragam kuliner yang berbeda dan unik pastilah menjadi pengalaman tersendiri yang tak terlupakan. Sekali waktu mungkin bisa sengaja sempatkan untuk berwisata kuliner di Melaka, dijamin Maknyuss.

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

8 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here