media-20150322-3

Apa hal pertama yang dilakukan setelah pernikahan? Honeymoon bukan? Pernikahan memang harus dirayakan dan berbulan madu adalah cara tepat untuk merayakan kebahagiaan. Rasanya juga tidak afdol jika setelah menikah itu tidak berbulan madu.

Saya sih menganggap honeymoon sebagai sarana untuk break sejenak maklum pernikahan kami diurus dalam waktu singkat. Momen sebelum pernikahan memang sedikit menguras tenaga, sibuk melihat-lihat situs pernikahan demi menyeleksi vendor pernikahan saya akui memang cukup melelahkan.

Membayangkan sendiri pun rasanya saya tak percaya. Entah kekuatan apa yang bisa membuat saya dan istri waktu itu membereskan segala urusan pernikahan. Segala tetek bengek pernikahan mulai dari tempat pernikahan, make up pengantinwedding photography, souvenir, akomodasi tamu undangan sampai hal-hal kecil lainnya dalam waktu 3 minggu.

Dengan waktu sesingkat itu, ketika kami merencanakan honeymoon, rencana kami adalah ingin pergi sejauh mungkin melepas segala penat yang berhubungan dengan pernikahan. Karena terbiasa dengan hal yang mepet-mepet, honeymoon pun rencananya dibuat mepet. Dari perencanaan saja kami sudah berpikir ini akan menjadi honeymoon yang tidak biasa karena tetek bengek persiapan yang rumit, waktu yang mepet dan persiapan yang begitu singkat.

Tapi barangkali persiapan menikah yang begitu singkat juga membawa berkah, kami berdua kemudian terbiasa menghadapi tantangan menghadapi sesuatu dalam waktu singkat dan mengerjakannya dengan cepat.

Tiket bulan madu
Tiket bulan madu

Waktu yang singkat juga membuat kami mengasah teamwork ber-rumah tangga. Boleh tidak percaya namun persiapan honeymoon kami hanya seminggu. Membeli tiket H-2 keberangkatan, mengurus visa H-1 keberangkatan.

Tanpa itinerary kami berdua berangkat ke Turki. Kami bahkan tak tahu hendak kemana, kami tak tahu apakah budget yang kami rencanakan cukup atau tidak dan bahkan kami bahkan tidak menyiapkan jadwal kami selama Turki akan bagaimana dan seperti apa.

Bagi kami ini adalah honeymoon yang kami inginkan dengan segala sesuatu yang tak terduga. Bukankah kehidupan keluarga juga demikian? Harus siap menghadapi ketidakpastian kapanpun itu terjadi. Honeymoon tak biasa kami berujung pada kepasrahan dalam perjalanan, menanti apa kejutan yang terjadi selama di perjalanan.

7 hari dengan model perjalanan demikian ternyata menantang sekaligus menyenangkan. Saya malah bersyukur dengan berbagai ketidakpastian, misalnya ketika ternyata salah melihat jadwal kereta menuju Pamukkale. Ini membuat kami malah masing-masing bicara lama dari hati ke hati, ini mendewasakan kami perlahan dengan belajar mengubah sebuah ketidaknyamanan menjadi hal yang menyenangkan.

Di Efesus, difotokan Istri
Di Efesus, difotokan Istri

Honeymoon kami mungkin tidak mewah-mewah amat, namun buat kami ini jadi momen paling berkesan. Orang-orang banyak yang heran kenapa kami malah ber-honeymoon di dorm hostel alih-alih di resort. Banyak yang menanyakan kenapa kami harus bersusah payah di perjalanan alih-alih menikmati segala layanan yang sudah disediakan.

Begini, hidup setelah pernikahan itu susah senang bersama dan representasi itu saya bawa saat Honeymoon. Istri saya sepakat, kami akan tumbuh dalam kesenangan bersama, namun kami juga tidak akan tumbang ketika didera kekalahan.

Perjalanan honeymoon kami yang mengajarkan pelajaran hidup tersebut. Bersusah payah di perjalanan kemudian tergelak bersama ketika mencapai tujuan dan bahkan ternganga bersama saat takjub pada satu pemandangan, hal-hal seperti itulah yang membuat bulan madu tidak menjadi honeymoon yang biasa-biasa saja. Sungguh honeymoon yang tidak biasa.

Di bis malam, Istanbul - Selcuk
Di bis malam, Istanbul – Selcuk

Saya sih ingin mengajak para pasutri baru yang ingin menikah, cobalah membuat honeymoon semi adventure seperti kami. Di mana bisa merasakan tantangan berupa ketidakpastian, pastilah hal-hal tersebut tanpa disadari akan membuat hubungan makin lekat.

Tapi di satu titik saya juga sadar bahwa tidak semua pasangan bisa seperti kami dan mampu menerima ketidaknyamanan. Kadar kenyamanan orang pasti berbeda-beda dan kemampuan menerima ketidaknyamanan juga berbeda-beda kan?

Pada sudut pandang lain juga sepertinya honeymoon yang sedikit mewah pasti mendatangkan romantisme tersendiri. Kadang saya bilang pada istri, “Barangkali kalau waktu itu kita punya sedikit waktu untuk merencanakan kita tak harus ngemper di Terminal Istanbul ya?”.

Tentu saja istri saya hanya tergelak.

Istri di Istanbul
Istri di Istanbul

Sekarang ini makin mudah mencari lokasi honeymoon, di internet banyak sekali informasi. Sebuntu-buntunya pasti akan ada insight di internet. Beberapa waktu lalu saya sempat nyasar di Bridestory.com, semacam situs yang mengumpulkan beragam vendor pernikahan di satu portal. Dan ketika ingat soal honeymoon, saya malah mengecek paket-paket honeymoon yang ditawarkan.

Voila! Banyak sekali paket honeymoon yang ditawarkan. Mulai menikmati romantisme pulau dewata sampai bersantai di kapal pesiar. Semua menawarkan paket yang istimewa dan tentunya bisa membuat honeymoon yang tidak biasa, honeymoon yang special bagi pasutri.

Saya malah ngiler-ngiler melihat paketnya. Ada satu yang saya sesali, kenapa saya tidak tahu situs itu dari dulu ya? Seandainya tahu mungkin saya dan istri akan menikmati gelora honeymoon yang lain, yang tidak perlu berpegal-pegal membawa barang bawaan dan tinggal larut dalam keintiman di dalam kamar.

Apa barangkali kita perlu honeymoon kedua honey?

Tabik

Follow Efenerr on WordPress.com

6 KOMENTAR

  1. Tenang mas…masih ada yg namanya perayaan anniversary 😀 Aku lg nyari nih tempat utk honeymoon kesekian kalinya am suami :D.. Dan aku bru tau juga ttg website bridestory itu… bisa jd acuan nih utk nyari2 tempat ^o^

    tx mas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here