2015_0509_08542100
Sebagian Barang-barang Outdoor Lokal Koleksi Pribadi

Punya hobi jalan-jalan membuat saya harus jeli dalam menentukan barang-barang untuk traveling. Barang-barang traveling saya mayoritas produk-produk outdoor gear baik lokal maupun dari luar. Jika produk luar biasanya sudah terkenal reputasinya, namun bagaimana soal outdoor gear lokal? Bagaimana baiknya jika ingin memilih outdoor gear lokal? Bagaimana kualitasnya? Kemudian bagaimana dengan modelnya?

Bicara soal outdoor gear lokal sebenarnya ada banyak merk dan jenisnya, bahkan akhir-akhir ini justru semakin menjamur. Dahulu produk outdoor gear lokal diinisiasi dari Bandung, merek-merek legendaris seperti Jayagiri dan Alpina lahir dari Bandung. Berikutnya muncul Eiger yang bisa dikatakan menjadi pemimpin pasar outdoor gear lokal saat ini.

Namun selain Eiger sebenarnya banyak merek pemain outdoor lokal seperti Consina, Cozmeed atau brand-brand lain yang mulai menanjak namanya. Untuk saya hal ini membuktikan bahwa pemain lokal pun mulai menggeliat, hal ini juga karena pasarnya ada. Konsumen-pun sekarang lebih bebas memilih outdoor gear lokal, barangnya ada dan banyak tersedia.

Orang-orang tentunya akan berpikir jika ingin membeli brand luar negeri karena harganya. Untuk itulah memilih outdoor gear lokal bisa menjadi pilihan logis, bisa mendapatkan barang dengan harga yang pas di kantong namun juga berkualitas.

Sandal lokal ini sudah 3 tahun. Awet!
Sandal lokal ini sudah 3 tahun. Awet!

Beberapa produk outdoor gear lokal memiliki desain yang bagus. Kalau ransel ada Co-Trek yang produk ranselnya warna-warni dengan desain menarik. Sementara soal jaket ada rilisan Cozmeed yang desainnya mirip produk luar. Soal kualitas nomor satu pasti Eiger, sepertinya soal kualitas ini Eiger banyak riset, coba cek back system di tasnya yang semakin diperbaiki dari hari ke hari. Soal sandal saat ini merek Outdoor yang sedang hits karena desain, kenyamanan dan keawetannya.

Hampir semua barang outdoor yang dibutuhkan traveler produsen outdoor gear lokal menyediakannya. Mulai dari tenda, backpack raksasa, sepatu, matras, kompor, nesting, kupluk sampai semodel buff pun produsen outdoor lokal memilikinya. Jadi bisa dibilang produk outdoor gear lokal bisa head to head dengan produk luar.

Kantong Tidur Hibernator
Kantong Tidur Hibernator

Contohnya adalah outdoor gear terakhir yang baru saya beli, sleeping bag dari Rover Outdoor. Merk ini awalnya adalah toko alat outdoor yang dimulai dari hubungan perkawanan di kawasan Utan Kayu, namun akhirnya mereka mulai memproduksi beberapa barang outdoor.

Tertarik dengan produk dari Rover Outdoor, saya lantas membeli kantong tidur-nya yang diberi nama Hibernator masing-masing untuk saya dan istri. Untuk level lokal, kantong tidurnya tebal dengan bagian dalam berupa polar.

2015_0509_08582100

Begitu saya mendapatkan kantong tidurnya,Β  langsung saya ke Bandung untuk mengikuti Gathnas OANC. Begitu dicoba ternyata memang kantong tidur ini bagus, hangat dan tidak tembus dingin.

Dari Rover Outdoor-nya sendiri memang bilang bahwa mereka mendesain kantong tidur ini bagi mereka yang hobinya mendaki gunung. Karena itulah desain dan kualitasnya disesuaikan dengan kebutuhan. Bagian dalam polarnya benar-benar sangat membantu, seperti selimut tebal yang mampu menjaga tubuh tetap hangat dan nyaman di hawa dingin.

Untuk produk outdoor lokal yang sedang tumbuh berkembang, kantung tidur dari Rover Outdoor ini kualitasnya bisa dikatakan bagus dan patut diacungi jempol. Tinggal menunggu bagaimana produk-produk Rover Outdoor setelah sleeping bag.
Namun ada satu yang harus diperhatikan oleh para produsen outdoor gear lokal, divisi Research and Development. Seperti yang kita ketahui banyak yang memilih produk luar negeri karena desain dan kekuatannya.

Bagian dalam kantong tidur, polar.
Bagian dalam kantong tidur, polar.

Perlu diakui memang produk dalam negeri masih sedikit ketinggalan soal dua hal tersebut. Terkadang bisa ketemu desain yang bagus namun kekuatannya sedikit diragukan atau sebaliknya. Sepertinya jika dua hal tersebut diperbaiki bukan tidak mungkin bisa menyaingi produk outdoor luar negeri.

Barangkali Eiger yang sudah berbenah banyak. Dari logo brand, kualitas dan model yang semakin kekinian, sepertinya mereka serius membenahi produk untuk menyasar pasar internasional. Mungkin ke depannya lagi akan ada merk Indonesia yang lekas go international.

Terkadang memilih produk luar negeri bukan soal gengsi, namun memang semata soal kualitas. Tapi memang jika ada produk lokal yang bagus saya tak segan memilih barang lokal dibandingkan barang luar negeri.

Jangan salah, outdoor gear lokal pun sebenarnya sangat layak dimiliki. Brand-brand pun lambat laun mulai menunjukkan kelasnya. Jika bukan kita sebagai konsumen maka siapa lagi yang akan mendukung produk-produk lokal tersebut?

Ada yang punya kisah dan pengalaman dengan outdoor gear lokal?

Tabik.

NB : Dua sharing tentang outdoor gear lokal yang paling menarik di kolom komentar akan mendapatkan hadiah berupa rain cover bag 30 Liter dari Rover Outdoor.

Untuk barang-barang traveling lainnya, bisa cek di : Rover-outdoor.comΒ  ,FB : Rover Outdoor, Twitter : @roveroutdoor

Rain cover untuk pembaca
Rain cover untuk pembaca

Follow Efenerr on WordPress.com

251 KOMENTAR

  1. Dalam pemilihan gear lokal, yg sangat perlu diperhatikan adlh detail dan kualitas bahan. Contoh consina, daypack dan carrier ny pny busa yg sangat nyaman. Hal ini sy buktikan dg carrier ny dr 2012-2015 yg mana busa ny masuh tetap seperti saat pertama dibeli dl. Bicara harga? Jelas murah nya.Permasalahan dr eiger adlah di harga dan kualitas yg klo menuryt saya agak menurun skrg. Dg dia masuk brand intl, otomatis harga naik. Tp sayang, secara kualitas sy lbh prefer k merk lain yg lbh murah dan kualitas jg oke. Seperti jaket, eiger pny jaket waterproof dg harga 500-an skrg, dengan harga yg sama (500-an), sy bisa mmbeli merk lokal zebra wall dan mndapatkan 2buah jaket waterproof fullseal. Secara kualitas, jauh lbh bagus drpd eiger. Satu hal yg sy apresiasi dr eiger adlh RnD nya. Mereka melakukan pgembagan model.
    Jadi, untuk pemilihan gear lokal, pertama lihat kualitas (bisa dr detail pgerjaan barang. Barang yg bagus, pasti detailny jg bagus). Kedua, kebutuhan. KArena utk bbrp barang, merk luar lbh bisa dipercaya secara kualitas (contohnya tali karnmantel statis atau dinamis). Ketiga, harga. Harga jelas lebih murah, tetapi bukan brrti mengorbankan kualitas dan fungsi.
    Oya, skrg gear lokal saingan sm produk china yg pny harga tdk jauh beda. Hehehe
    Salam

    • Good Point mas Sigit. πŸ™‚
      Saya setuju dengan poinnya, yang penting ketika membeli harus sesuai proporsinya apakah barang outdoor dalam atau luar..

  2. Outdoor gear lokal yang saya kenal baru eiger, cuma beli tasnya saja, karena kualitasnya yang bagus dibandingkan dengan pesaingnya. saat ini saya pakai bodypack (eiger juga)

    Oh ya untuk melindungi tas saya menggunakan cover bag, selain melindungi dari panas dan hujan, cover bag juga bisa memperkecil kemungkinan tas kita dibuka oleh copet.

    Saya sudah 2x beli cover bag, salah satu masalahnya adalah lapisan karet didalam cover bag itu terkelupas.

    Kalo cover bag nya rover outdoor bagaimana mas?

  3. Saya memang cenderung memilih produk outdoor lokal. Bukan semata alasan mendukung perkembangan produk dalam negeri, tapi karena belum mampu membeli produk impor. Beberapa kawan dan senior juga sering mengingatkan bahwa produk lokal itu nggak kalah, lho, dengan produk impor!

    Waktu itu saya masih S1 dan masih hobi mengumpulkan uang untuk membeli outdoor gear. Manfaatnya memang terasa, ketika saya dihadapkan pada tugas yang mengharuskan saya turun ke lapangan, live in di hutan, taman nasional, sampai nguntit pembalak liar di Lampung Barat. Semua kelengkapan yang saya cicil itu sangat berguna.

    Sayangnya, waktu itu saya belum tahu betul tentang sleeping bag. Saya membeli merk karimor (kalo nggak salah) dengan alasan bagian dalamnya hangat, polar. Tapi begitu sampai di rumah, saya baru kepikiran bahwa SB yang saya beli terlalu besar. Jadi dia memakan space di keril saya. Beberapa kali turun lapang, saya memaksa teman-teman untuk membawakan SB saya. Tapi di lapangan, saya sendiri yang berhak bersembunyi di dalamnya. Herannya, milik senior saya SB-nya kecil-kecil, hangat, dan tidak tembus angin. Ternyata sangat penting membawa ahlinya ketika berbelanja karena saya memang kurang paham dan terkadang hanya lapar mata.

    Yang menarik adalah ketika saya ingin membeli sandal. Seorang kawan aktivis bersedia membelikan saya sandal gunung. Tidak tanggung-tanggung, dia membelikan saya dua pasang sandal eiger. Baik banget, kan?! Usut punya usut, sandal yang dia beli harganya Rp. 50.000. Palsu? Bukan! Ternyata pada waktu-waktu tertentu mereka akan mengeluarkan stok lama, atau stok yang gagal merajai pasaran. saya jadi rajin update info kapan lagi ada ‘jebolan’ produk? Lumayan juga, tanpa mengurangi kualitas tapi dapat harga yang sangat murah. sandal itu masih bertahan hingga kini, menginjak tahun keempat diusianya.

  4. Waaah, ini keren banget. Kalau saya baru mulai mengoleksi semua yang berasal dari kota kelahiran saya, Garut.

    Di Garut sendiri banyak produksi yang berbahan dasar kulit, tepatnya di kawasan Sukaregang. Jaket, dompet, sepatu, tas, sarung tangan, dll yang terbuat dari kulit memang relatif mahal, tapi menurut saya itu worthed dengan pengerjaan produknya yang masih manual dan membutuhkan kreatifitas, yang terpenting semua produk itu adalah asli produk lokal, kebanggaannya beda ketika kita mengenakannya, terutama karena keaslian bahan (kulit)nya.

    Dan Alhamdulillah, dari hobby mengoleksi akhirnya jadi salah satu peluang mendapatkan penghasilan tambahan, saya bangga turut memajukan perekonomian warga Garut dengan mencintai semua produk2nya.

    • wah hebat sekali kak Hani!
      saya dulu dinas 4 tahun di Garut dan memang kulitnya kualitasnya bagus dan pantas dihargai mahal karena detail pekerjaan tangannya. πŸ™‚

  5. Sekedar share pengalaman saat 3 taun di JP. saya pengguna product lokal sana ( UN**LO ) dan walaupun lokalan, product tersebut sangat ampuh dalam 4 musim dan sangat comfortable dan trendy.
    Saat ini ingin mencoba product lokal negara sendiri karena lagi di indo πŸ˜€

    γƒŠγ‚€γƒΌγ‚Ίγ€€γƒ–γƒ­γƒƒγ‚―.
    39 ( San Kyuu )
    Sembari mlaku mlaku ninggal tapak sikil

  6. Saya cuma mampu beli merek lokal. bukan karena tidak tertarik merk luar. Harganya yang agak tinggi dan kesempatan jalan-jalan saya yang tak sesering dulu, membuat beli backpack dan ubarampe jadi prioritas kedua.
    Merk backpack besar yang dimiliki suami saya sejak masih bujang adalah Eiger, warna merah hati. Sewaktu saya pakai buat oputbound, wow, berat nian. Padahal belum diisi apa-apa. Di akhir outbound, klep bagian pinggang macet, hadehhhh… Saya sempat panik, tinggal saya yang belum naik bus, eh tas itu masih nempel erat di pinggang saya. Akhirnya dibantu instruktur outbound kami yang ganteng (ehm), bisa lepas juga klep itu. Sampai saat ini backpack itu masih terawat dan awet, padahal saya outbound tahun 2006, dan tas tersebut dibeli 3 tahun sebelumnya. Beberapa kali kami pakai saat jalan agak jauh. Yang paling nyenengin, pas kami mudik bersama si kecil (umur 2th) ke Medan. Backpack itu praktis banget bawa berbagai perlengkapannya: popok sekali pakai, botol susu, penghangat, susu, baju-baju, selimur, buku, mainan, sampai bantal!

    • Wah…Mbak Nana luar biasa, Eiger seri lawas justru tangguh banget lho Mbak, saya ada udah 12 tahun ga jebol-jebol. πŸ™‚

      Nah, itulah salah satu praktisnya Backpack. Bisa muat banyak dan sedikit mudah membawanya.

  7. ini sebut merk boleh kan ya? πŸ˜€
    aku pernah beli rain cover di Toko Gunung Agung, kayaknya sih produk lokal ya, punyanya toko itu. Aku beli soalnya tulisannya unik “Tak Seberat Beban Hidupku”. Jadi tiap pake raincover itu orang-orang pada cengar-cengir dan nanya beli dimana πŸ˜€

  8. Hihi sharing-sharing yang menarik dan bermanfaat mas. Saya malah baru tahu kalau Eiger itu produk lokal, saya pikir dia produk internasional. Soalnya memang namanya sudah dikenal dan direkomendasikan para pendaki dan penyuka aktifitas outdoor. Dari sini juga saya baru tahu kalau merk outdoor punya lokal πŸ™‚ . Kalau mas punya wana hijau, saya punya warna merah mas. dan kalau masalah kekuatan dan kenyaman sandalnya sungguh top. Saya beli tahun 2014 pas puasa. Hingga sekarang tampilannya masih keren, mantap, dan enak untuk digunakan jalan-jalan. Padahal saya gunakan ke mana-mana. Wah dengan informasi ini, saya jadi tambah senang dan bangga pakai produk nasional. Kedepan saya akan pakai lagi ah πŸ™‚ dan tentu akan saya rekomendasikan ke orang lain, untuk pakai produk lokal. Soalnya saya sudah buktikan sendiri kualitasnya

    • Halo mas.
      Eiger produk yang sungguh top untuk ukuran lokal. πŸ™‚
      Wah, sesama pemakai sendal Outdoor ya mas? Iya, sandal itu memang awet, kuat dan tahan lama.

      Salam

  9. Lohh, Consina itu produk lokal? Huaa.. Baru tau! Tahun lalu waktu muncak ke Mahameru, Pake produk Consina Fullset. *Tapi kece juga sih, gak kalah sama eiger dsb*

  10. Mendorong produk lokal bukan serta merta melupakan. Tapi kita bisa mengingat dan menggali lebih dalam bahwa produk produk lokal sendiri punya kualitas yg gak kalah dari produk luar. Untyk apa mencintai produk luar kalau di Indonesia sendiri punya produk yg lebih oke.lebih keren bahkan nilai jualnya sebanding dengan produk luar dipasaran. Cari tau, kenali, dan cintai produk lokal.

  11. Sebenarnya belum pernah pakai perlengkapan gini ya. Tapi sodara ada yang jual perlengkapan outdoor dan paling banyak/ paling laris itu Consina. Jadi bisa dibilang Consina udah banyak penggemarnya di tanah air ya : )

  12. betul Mas… Orang Jawa bilang
    “Ono rego ono rupo”
    Memang banyak merk lokal yang menjamur..salah satu favorit saya sekarang merk “Lite” yang memproduksi outdoor gear Ultra Light. Selain merk2 diatas ada juga kok produsen tenda lokal yang mumpuni.
    Saya sangat mendukung produsen lokal yang punya merk sendiri.. Bukan yang catut merk sana-sini.. Pernah beli coverbag abal-abal.. Di sablon merk “Vaude” baru dipakai naik gunung sekali sobek..

    Kalau dipikir yang bikin outdoor gear versi luar mahal; karena biaya research and development nya juga nggak sedikit. Tengok saja untuk tas Osprey terbaru yang anti gravity…
    Bukan perkara mudah untuk menciptakan dan memproduksinya..

    Ohya..kapan ya di Indonesia ada yang memproduksi Sleeping Bag bulu angsa/bulu bebek? Secara untuk bahan baku lebih murah di sini…selain itu nyaman juga utk suhu dingin menggigit seperti Lawu dan Semeru dimusim panas…
    *salim*

    • Oui Mel! πŸ™‚

      Lho saya malah baru tahu merek Lite itu. Produknya apakah?

      Nah tul, di sisi RnD yang luar negeri memang serius. Jadi memang mereka mampu memberikan produk yang enak dipandang namun juga tangguh.

      Kalau bulang sepertinya susah mel, bulang sebenarnya lebih cocok untuk negara empat musim peruntukannya.

    • Udah ada ko mba, tadi baru aja saya ke outlet consina. Ada sleeping bag bahan duck down alias bulu angsa wkwk
      Harganya lumayan juga sih, 750k hehe

  13. Jujur saya belum punya cerita tentang menggunakan produ ngear lokal.Bagi saya yang belum genap setahun suka dengan dunia petualangan dan menjelajah alam jarang bagi saya untuk masuk ke toko yang menjual barang-barang outdoor. Tetapi bergabung dengan Adventurous Sumbawa membuat saya harus berjalan dengan perlengkapan outdoor yang lengkap. Saya memulai dengan membeli sandal gunung, yah karena yang saya tahu cuma merk eiger katrna kata teman teman dan banyak yang bilang kuat jadi saya memutuskanuntuk membeli barang itu. Masih banyak perlengkapam outdoor yanh belum saya sempat lengkapi, terima kasih untukninformasi yang sangat bermanfaat diatas karena sangat membantu saya. Langsing saya mengecek fun page nya di FB sayapun sangat tertarik untuk membeli dan memakai gearblokal yangbditawarkan Rover Outdoor.

  14. dan skr aku baru sadar kalo sendal yg kupake merknya Outdoor.hahahaha ;p Waktu itu belinya di toko peralatan naik gunung di solo mas.. Murah2 dan banyak macam.. kebetulan sendalku udh rusak, jd lah aku beli sendal gunung..Tapi ga merhatiin merk samasekali… kuat, nyaman, enak bgt dipake.. πŸ˜‰ Kalo utk tas ranselnya aku belum prnh beli sih..krn kebetulan tas ransel Ripcurl ku msh kuat ampe skr πŸ˜€ Ntr deh nyobain yg lokal kalo yg ini udh rusak.. Prinsipku emg gitu…hrs rusak dulu baru beli baru…ga suka gonta ganti..mendingan uangnya aku beliin tiket jalan2 ;p

  15. Gear outdoor bikinan luar emang unggul di design dan kualitas. Jadi bisa dimaklumi jika kita punya kecenderungan membelinya, bukan karena gak nasional. Konsumen maunyakan value for the money. Untung lah sekarang gear lokal yang bermutu, kita jadi punya banyak pilihan. Mau menyalurkan rasa nasionalisme jadi tidak gagap πŸ™‚

  16. Kalo saya seneng Rei Mas.

    yah walau gag ada websitenya tapi harganya cukup murah bagi kantong buruh kayak anae, tas sepatu dan jaket hampir semua rek rei. sekarang eiger consina harganya hampir2 mirip kayak deuter. Apalagi dengan tren travelliing outdoor yang menjamur. otomatis harga juga pada naik πŸ˜€

    dulu inget punya tas 65 L cuma beli 500 sekarang udah hampir satu juta. hehehehehe

    • Rei Indonesia sepertinya beda jauh sama Rei Amerika ya mas. kalau yang Amerika selevel Gregory dan Osprey.
      Consina dan Eiger memang harganya mulai naik, mungkin karena mengejar kualitas dan harga bahan baku juga mas. Ekspansi merk 2 itu kan kenceng.

      Sekarang 65 L kalau Eiger memang sudah sejutaan. Mahal. πŸ™

  17. saya mendukung outdoor gear merk lokal, karena saya pun mengkonsumsi merk lokal. Meskipun harganya relatif mahal, tapi sebanding dengan kualitas yang diberikan, memang harga itu nggak pernah bohong ya πŸ˜€

  18. Ya ampuuun…saya lagi ngidam banget sama yang namanya kantong tidur, Mas. Sampai tak tulis di blog, nih. http://idahceris.com/review/sleeping-bag-warna-warni/
    *malah nitip link* πŸ˜†

    Saya suka beli produk lokal. Perlengkapan piknik dan camping yang punya luar ya cuma tenda saja. Lainnya produk dalam negeri. Sendal gunung saja dari eiger masih kuat. Sudah lebih dari tiga tahun malah. Saya nyamana2 saja pakai produk lokal. Kualitas memang belum sebagus produk luar. Tapi, kalau pandai merawat awet, kok.

    Btw, saya baru ke web rover. Emm…jadi pingin belanja ini http://www.rover-outdoor.com/2015/02/jual-sandal-akasaka-serayu-rover-outdoor.html. Bisa minta tolong bayarin, Mas? πŸ˜›

    • Haha.. Gapapa mbak. πŸ™‚ Sharingnya bagus kog. πŸ™‚

      Produk lokal memang sebenarnya bagus-bagus mbak. Soal bayarin, saya bayarin deh..tapi uangnya dari Mbak. :p

  19. Salam kenal.

    Pengetahuan saya soal kualitas produk untuk aktifitas di luar ruang masih sedikit. Meskipun begitu, menyambangi toko kegiatan outdoor pernah dilakukan untuk beli sandal dan ransel buat ortu. Pertimbangannya cuma lihat kualitasnya saja.

    Saya sudah lama pakai sandal Eiger. Ada dua jenis sandal Eiger yang dipunya; sandal jepit biasa dan sandal gunung model jepit. Keduanya awet sangat. Sandal jepit, yang dibeli waktu KKN tahun 2007 silam, masih dipakai saat ini. Kondisi solenya emang sebelah mangap, tapi uppernya masih bagus. Mau kena air berkali-kali gak jebol. Padahal, kalau cepet jebol, kan bisa ganti yg baru. Hehehe. Kalau sandal gunungnya, yg usianya lebih tua ketimbang sandal jepitnya, malah belum mangap. Keluarga pun ketularan pakai sandal jepit kayak punya saya. Bibi saya malah punya dua pasang sandal Eiger, bibi yg lainnya juga beli sandal sejenis tapi beda merk, adik saya belinya yg keluaran REI.

    Selain sandal, produk Eiger lain yg dipakai tas slempang. Ukurannya mediumlah, soalnya ada partisi buat nampung
    gadget. Lagi-lagi pertimbangan pilih merk yg satu itu adalah soal kualitas. Bahannya waterproof. Tablet jadi terlindung. Cuma, sayangnya kok gak dilengkapi rain cover ya? Mbok cuma tas slempang ukuran medium, kalau dilengkapi rain cover, kan makin mantap.

    Pas nengok ke toko outdoor activities, ada sih beberapa item yg dipengin: ransel, jam tangan, sama sandal gunung model terbaru. butuh ransel yang lebih ok. Dilengkapi partisi notebook dan bisa muat banyak kalau pergi cuma 1-2 hari. Apalagi ransel sekarang kebanyakan telah dilengkapi rain cover. Nggak perlu beli lepasan. Ranselku nggak ada rain covernya. Makanya suka ketar-ketir kalau bawa notebook atau tablet tahunya di tengah jalan hujan.

    • Wah pengalamannya luar biasa ya mbak.. πŸ™‚

      Yang penting adalah selektif saat memilih jadi ketika didapat sudah tidak ada masalah lagi..

  20. sendalku mok pasang neng kono mas hahahahaha ( becanda )
    ya lokal kalau pinter milih juga awet kok.
    sendal lokal kyk di fotomu dr 2012 sampe skrg masih setia nemenin naik gunung, main ke mall, blusukan, susur sungai, touring, atau sekedar jalan jalan sekitar rumah.

  21. wah iki mas sing ditunggu info gear outdoor aka adventure merk lokal,
    karena emang tak coba dari dulu ngga kala kok kualitasnya, terutama Eiger pakai tasbackpacknya, tapi kok sekarang mahal yow regane 0_0

    anyway kok penasaran sama sendal outdoor iku mas, pengen ta cobain deh mas..
    matur nuwun yow wis berbagi infonya πŸ˜€

    • Eiger makin mahal mas Percha. Karena mereka jalan di RnD sekaligus materialnya juga mahal.

      Outdoor banyak di toko-toko outdoor mas. Murmer.

  22. Aku pernah pake backpack merek HD, kalau nggak salah itu produksi lokal Bandung, mas. Nggak tahu gimana kualitasnya, karena cuma sewa, tapi nyaman seperti backpack-bacpack bermerk yang lain.

    Sekarang pakai backpack Tracker 60L. Beli cuma 290.000, sejauh ini pengalamannya oke-oke aja sih. Sudah setahun lebih.

    Btw, baru tahu Eiger itu merek lokal :))

  23. Aku cukup bersyukur dengan perkembangan outdoor gear lokal yang belakangan makin semarak. Alasannya ya karena tinggal di kota provinsi yang akses outdoor merk luar negeri masih terbatas stoknya di sini.

    Setiap bikin acara yang melibatkan ‘main air’, sekarang gak susah cari dry-bag buat pesertanya. apalagi sekarang (sebut saja) Eiger yang variannya gak cuma ngeluarin warna hitam doang. Mau yg jinjing atau yg model sling-bag juga ada. Mengakomodir ibu-ibu kantor yang mau tampil centil :p

    • koh dari ibukota propinsi tinggal nyebrang laut sudah dapat akses outdoor merek luar negeri yang melimpah di negeri sebelah. πŸ˜€

      iyoih, sekarang Eiger mirip stabilo.

  24. kalo saya pake produk eiger am consina doank mas…tas slempang eiger.tas pinggang consina.daypack consina.sandal gunung eiger punya yg uda setahun setengah tak pake masih awet .klo eiger mang bagus tas nya cm mahal .klo consina murah daypack 300rb udah kyak daypack eiger yg 500rb……..ada yg pernah nyobain sandal consina gk mas review gt….pengen beliin saudara soale klo eiger asli resiko banyak hilangnya hehehe….

  25. Hmm. Kalo saya kemaren ambil sandal eiger yg sperti sepatu, belum setahun lem nya udh mulai ngelupas malahan gan, bukannya saya ngejelekin . tapi menurut saya kok kualitas eiger menurun ya dibanding dulu ? Terus baru denger lagi sandal merk akasaka ada garansi 1 tahun juga. Pernah pake mas ??

    • Ya..memang Eiger sekarang ada penurunan kualitas sepertinya, mungkin karena makin massal produknya?

      Belum pernah pakai mas. Untuk Akasaka bisa beli di mana?

  26. Udah harga merangkak naik, kualitas menurun. Q kemaren liat di fb mas, cari” info juga, sapa tau udah ada yang pakek jadinya bisa sharing. Udah gonta ganti merk lokal untuk sandal belum nemu yang pas aja ini mas, dari outdoor ilang, rei dipake dikaki lecet” gara” salah pilih, trus eiger ini malah ngelupass beli lebaran kemaren. Rekomendasi lokal apa mas yg kualitas ok ?

  27. Dari segi rasa nyaman memang mas outdoor dan modelnya bagus juga. Nanti aja deh lbaran mau ambil oudoor. Kualitas dan kenyamanan no 1, bukan merk yg saya pikirin mas.. Hehehee
    Maksih artikelnya membantu om

  28. Ikut nimbrung ya mas.
    Masih ngalamin banget dulu punya tas Alpina yang ransel buat sekolah. Malah jaman dulu pegangan resletingnya itu sering banget hilang (dicuri/dipalak) buat dijadiin aksesori sama temen-temen yang gak bertanggung jawab.
    Jaman kuliah dulu (tahun 2000an) kalo cari sandal gunung, tas ransel, tas pinggang, dompet, topi, scarf (buat masker kalo naik motor) pasti merknya eiger, multifungsi soalnya buat kuliah plus buat dipake kalo ada kegiatan-kegiatan outdoor diluar kampus. Setelah masuk kerja kantoran (2006-2014) mulai ninggalin tuh perlengkapan outdoor karena kebutuhan dan fungsinya udah gak terlalu optimal lagi.
    Sekarang karena pekerjaan sedikit bersinggungan lagi sama beberapa kegiatan outdoor akhirnya jadi mampir toko outdoor lagi, dan lumayan kaget juga karena sekarang udah banyak banget variasi produk gear outdoor lokal selain eiger (krn kalo dulu taunya yg paling bagus ya eiger). jadi pilihan sekarang udah gak cuma terpaku di eiger aja.
    Pengalaman terkini beli celana pendek sama sandal gunung merk co-trek (Maret 2015). Celana pendeknya enak bahannya, hanya kualitas jahitan kancing saja yang kurang bagus, seminggu pakai dia lepas (mungkin dia gak kuat menahan dorongan perut saya, hehe..) tapi setelah itu saya jahit sendiri dan sampe sekarang masih enak. sandalnya menurut saya lebih enak malahan daripada eiger dengan harga yang menurut saya cukup terjangkau.
    Kesimpulannya, saya yakin dan percaya kalau produk lokal apabila terus melakukan pengembangan terhadap produk-produknya pasti akan bisa menghasilkan produk dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk luar, kita konsumennya siap kok mendukung dengan dompet terbuka.

    • Pagi mas!

      Wah pengalamannya asik ya, soal perut kita punya problem yang sama nih. Wahihi. πŸ˜€

      Memang kita kudu support Produk dalam negeri, jika bukan kita lantas siapa lagi kan?

  29. review gw, maaf kalo kurang berkenan, mudah2an yang punya PT perbaiki kwalitasnya.

    tahun 2000-an, dikasih kk, gw pake eiger, overall puas, beberapa x cuci jaitan dan warna tahan cuy…

    kemudian kalo ga salah tahun 2004 pake bodypack (dibeliin) jaitan ok, warnanya luntur.

    lalu padah tahun 2012 beli tas eiger 1 pcs cuci 1 kali (2014) jaitan rontok + warnanya jadi ga karuan,dulu terbiasa beli merk ini akhirnya pindah ke merk lain.

    gw pindah merk beli consina 2 pcs, ini mengecewakan yg satu lom setahun lapisan dalamnya robek, yang satu lagi jaitannya rontok. πŸ™

    QC-nya dipertanyakan nich, hadehh… kecewa gw sama merk lokal sekarang, kok diturunin gini sich kualitasnya.

    sementara balik lagi pake tas yang lama.

    lagi mikir merk lokal lain yang bagus, maklum budget terbatas, deuter / north face harganya…

    pengen dapet bagus kok serasa dapet kualitas tas kw gini, padahal belinya di toko outdoor resmi.

    maaf kalau ada salah kata.

  30. klo ane sih paling suka make sepatu boots lokal buatan tangan alias handmade mas, bullfrog shoes dari halimshoes.. brand lokal yang keren. harganya sih juga lumayan tapi sebanding dengan ketangguhan barangnya.. udah 2 tahun make buat mendaki lebih dari 6 gunung masih awet.. padahal temen ane pernah beli sepatu dengan harga yang sama gak sampe 2x perjalanan langsung ganti… klo backpack ane sih masih kurang demen sama produk lokal terutama soal kenyamanan.. klo soal celana lapangan dari rei (lokal) ane paling suka.. sama geiter geiter lokal juga tangguh + murah pula wkwkw

  31. Barang lokal sekarang sudah mulai berselera internasional. selain karena desain, teknologi yang diadopsi juga makin berkembang dan canggih. yang tentu saja makin memudahkan para pemakainya.
    kualitas, desain, dan harga menjadi pertimbangan, bukan hanya “gengsi” dan merk semata.

    Makin produk lokal berkembang tentu saja menguntungkan negri ini, lapangan kerja meningkat, devisa tidak perlu keluar… tul ga bro??

    – PecintaAlam[dot]net –

  32. Pengen share ajah ni kk semua.,

    Klo saya pernah punya pengalaman pake produk lokal mulai dari sandal, tas dan jaket ada beberapa yg buat saya puas make… Waktu jaman sekolah smp sampe sma, cma kenal merk alpina, ntuh ransel slalu btahan dipake 1 tahun lebih, ad kecenderungan setiap tahun ajarab baru beli tas baru, sampe akhirnya lulus sma beli yg kapasitas 80 ltr, waktu itu beli co-trex dri thn 2004 saya pake terus sampe skarang, adapub sy kluar kota pasti sy pake krn lbh simple n muat banyak, dari segi kwalitas saya puas makenya,,, sampe warnanya belel pun jahitan dan kain nya masih utuh.. Slaen itu sy pake co-trex ransel yg bwt tas kamera. Datu saya lebih puas sama kwalitasnya.. Sya dah pake dari thn 2010 sampe skarang cma jebol di zippernya krn sering di buka tutup, busa dlmnya jga awet di banding tas kamera merk internasional yg harganya selangit, tp skarang harganya dah ikut2an naik, mungkin karena inflasi dan bahan baku kli ya… Cma untuk tas kamera sy cenderung merk lokal kwalitasnya bagus harga nyaman dibanding kita beli sekelas lowepro, dan satu lagi merk lokal yg bikin saya puas adlh kilimanjaro, saya make jaketnya., ini dah tahun ke 2, pemakaian daily jebol krn belel di bahan, secara kwalitas bagus, waterprofing, selain itu modelnya jga gak ketinggalan, dan harganya masih di kisaran 200k tergolong murah bwt saya. Salut bwt mereka yg selalu fight menghadirkan produk yg berkwalitas dan nyaman di kantong, konsumen yg cerdas pasti bisa milih high quality low cost dibanding high quality high cost, tp semua balik lagi ke individu masing2 prinsip sya sih “slama kwalitasnya dan modelnya masih dijaga brand lokal knp tidak, hari gini buang2 duit”

    Salam

  33. ikutan share az, berawal dari sd pake daypack merk alpina lanjut sampe smp,stm beralih ke eiger, tas selempang eiger gw dari tahun 2000 baru minggu kemaren jebol itu pun resletingnya doang, maklumlah 15 tahun di buka tutup hehe,daypacknya dari jaman kuliah tahun 2001 sampe sekarang masih awet,emang mantep eiger,moga2 az merk2 lokal makin maju semuanya baik kualitas dan desainnya tapi yang utama sih harganya jangan sampe kaya brand luar hehehe…salam kenal mas

  34. dua tahun lalu ane beli sendal eiger ama tas rei(lokal) ukuran 35L…
    masih awet sampe sekarang…
    selektip aja milihnya…

  35. dulu pengen beli jaket eiger, eh saku pas buat beli jaketnya Rei indonesia, tas pgn eiger tapi akhirnya kepincut Consina ama Rei yg agak murah dikit tp gak kalah, sepatu make punya Rei karna minim dana, akhirnya ane make eiger tuh di sandal ama travel pouch… dan semua brandΒ² lokal diatas itu awet semua sampe sekarang ane pake…
    yg pnting nyaman aja lah makenya, contoh carrier belum tentu si A pake eiger nyaman, si B ikutan make eiger juga nyaman… intinya kembali ke kbutuhan masingΒ² dan isi dompet bang,hehehe… yg jelas brand lokal skrg mulai inovatif dan berkembang

  36. Wah, nambah referensi nih..
    sangat setuju mas, soal milih back systemnya… saya sampai bolak-balik toko tas, bongkar semua stok mereka, sampai mbaknya yang jaga manjat tangga juga cuma buat nyari yang back systemnya pas dihati.. wkwkwkw

  37. Nice info nih. πŸ™‚
    Btw ane mau nanya, kalo sepatu co trek itu lokal ya? Kalo kualitasnya gimana om? Thnks πŸ™‚

  38. Sejak 2013 sy bli daypack Rei. Wkt tu klo tak salah 250an gtu. Bli didistributor resmi. Dipakai tiap hari. Lalu sering bwa laptop ukuran 14 yg tebel. Blum lg sy jg bwa brang2 lain. Mirip kantong doraemon. Itu tas msh awet. Msh sy pakai tiap hri. Cuma sering diledekin emak gra2 g prnah make tas selempang cwe. Belum lg temen cwe jg ngeledekin kedegedean tasny, plus cwo bgt. Ah, sy cuekin aja. Yg pentng hasrat sy utk jd kantong doraemon terpenuhi.
    Ada tmen tas ranselnya si cakep (cwe bgt), harga mrip2, tp brp bln udh jebol. Katany bwa brang berat. (Dlm hati, beratan jg kantong doraemon gw).
    Eh, ada tmen bli mrek ternama A** gtu, bli di Ps J***, sehari udh jebol taliny. Mungkin KW kali ya, pdhal harga lumayan.

  39. Kalo pengalaman saya soal outdoor gear pertama soal ransel, sbg org yg outdoor gear freak juga, ransel (daypack) saya yg paling awet itu ada 2 : merk Eiger sm Consina, brand lokal ini memang gak usah diragukan lagi kualitasnya. Kalo brand luar saya punya JWS (Moab Jam) sesuai kebutuhan klo daypack ini, ini daypack yg paling mewakili kebutuhan saya kalo mau bike-venture.. hehe.. soalnya ada slot hydropack sm cantolan helmnya. Trus Jansport Superbreak buat jln2 di kota, sm Fjallraven Kanken yg saya pake ke kantor soalnya ada slot laptopnya di dalam.. hehe.. Kedua, sendal. Pasti sendal gunung Eiger lah yang paling awet klo punya saya. Tp saya jg punya sendal merk Outdoor kaya sampeyan itu, dan maaf agak kecewa sih sama kualitasnya, solnya kuat, tapi velcro nya baru beberapa bulan udah gak nempel lg, entah itu kesalahan pemakaian atau apa saya gak tau, setahu saya normal2 aja saya pakenya. Nah ketiga, Rain Coat, saya punya merk lokal DMM, wah ini rain coat paling sipp.. soalnya bahannya ringan (gak tau nama bahannya apa) jahitan anti resap airnya rapi dan sudah teruji ketika saya pake naik gunung bebarapa kali di musim hujan gak tembus. Itu aja sih pengalaman pake gear brand loka sm luar.

  40. Mau nanya nih carrier ukuran 60L yang bagus dan harga terjangkau apa ya ? Kalo consina tarebbi bagus gk sih ? Masih awam nih sama dunia adventure

  41. Saya baru membeli rain cover Consina. Ketika saya pakai saat hujan, ternyata bagian depan tas saya masih basah, padahal hujannya tidak terlalu deras.
    Apakah Mas punya rekomendasi rain cover yang bagus? Terima kasih

  42. Ikut nimbrung…masih lom menemukan sandal outdoor yang pas buat segala medan pantai/gunung. 2x pakai eiger masih jebol juga dan sekali pakai REI lem mengelupas pakai consina lumayan hampir 2tahun tp akirnya jebol juga dg pemakaian srg rendam dipantai/jalan licin. Untuk sandal eiger saya kira kelemahan pada medan yg super licin talinya sering lepas/jebol. Kebetulan baru minggu lalu temen pakai ke pulau sempu dg medan sangat licin jg jebol jg…maaf no offense. Barangkali ada masukan sandal outdoor yg bagus…sementara mau coba merk outdoor

  43. masgan pernah denger merk sendal gunung euphoria..
    tadi saya di kawani liat merk itu sama Outdoor..
    katanya sih merk lokal..
    pas saya coba sih enak empuk nyaman..
    ada yg pernah pake dan tau kualitasnya?..
    makasih..

  44. Wahh blog ini seru juga ya sharing tentang barang outdoor.. kebetulan saya abis muter2 cari daypack yang sesuai dengan kebutuhan saya seperti tempat dokumen,laptop dan kantong yang banyak untuk memilah2 barang yang saya bawa. Nah dari yang pertama saya coba ke eiger. Karena memang jadi brand paling recommended. Murah sih ketemu nya di harga 350 pas untuk yang 25 sampe 30 liter nya. Dan yang paling mahal untuk laptop series di harga 500. Tp kesan yang mengena bukan dri harga nya. Tp melihat kualitas eiger yang cenderung monoton dan seperti anak sekolah biasa. Baru di harga 600 ketemu daypack yang bagus. Trus coba di outlet rei… kesan pertama full black dan membosankan. Dan terakhir coba di consina. Langsung kepincut ama daypack louvre officer series… accecoris nya juga banyak. N tali2 strap untuk punggung juga banyak. Kena di harga 365 rbu udah include rain cover. Udah kebeli tp kok rasanya kurang puas kalau dibandingin ama punya nya temen karena di bagian tali punggung yang utama merk consina ga punya jahitan yang kuat hanya ditopang kain tp ada tali strap di atas nya untuk narik tas merapat ke punggung. Saya jadi khawatir apa consina bnar2 bagus dan awet apa cma main di harga yang murah tp ga awet.. karna kalau saya bandingin dengan rei. Rei wlaupun hitam doang tp punya tali nya seperti kokoh dan kuat. Saya jadi khawatir tentang kualitas consina kalau dibawa berat2.

  45. Salam petualang gan ,
    Pengalaman saya ,saya beli carrier dari Consina bertipe Bering 60L jujur belum pernah saya pakai buat muncak karena memang kelas 3 sma waktu+uang mepet , saya mau tanya itu carrier bagus apa gak?
    Kedua saya Beli Sandal outdoor merk Jeepman ya memang gak begitu terkenal sih tapi waktu saya tanya ke penjual nya dia bilang kalo jeepman awet padahal disitu juga ada merk Outdoor :v ya saya belia aja jeepman ,udah hampir 1 tahun diberbagai kondisi air ,debu ,sama batuan ,lumpur masih awet mas good dah
    Ketiga ,saya punya daypack merk REI indonesia tipe Flawer 27L kayak nya uhh tuh daypack nyaman banget gan udah pernah diajak basah2 an dan masih kokoh
    keempat ,saya baru beli Jaket Merk Consina bertipe Charpatian 295rb harga nya di blog+penjual nya sih bilang waterproof ,di hujan ringan memang no problem ,tp saat hujan sedang kok agak terasa merembes air nya meskipun gak sampai basah badan saya ,nah ini saya mau tanya maksud dari waterproof sendiri itu bagaimana? Ada gak jaket wp yg Full benar2 gak merembes air nya?

  46. Wah thanks Bro dan sis di atas yang udah kasih info nih. Btw kalau rekomendasi sepatu outdoor merek lokal apa ya? soalnya ane agak bingung atau lebih tepatnya gak bisa bedain bagaimana cara memilih atau kriteria seperti apa sepatu outdoor yang bagus. Dan kalau gak keberatan biasanya tuh beli dimana untuk sepatu (Jakarta dan Sekitarnya). hehhe Kalau sandal sih ane juga pakai merek outdoor dan alhamdullilah dah 3 tahun masih kuat dipakai nih.

  47. Kalo saya pertama kali pakai produk outdoor sekitar th 2000 yg terkenal saat itu setau saya alpina dan eiger, dan saat itu saya membeli tas eiger 300 ltr( seharga 250 rb) , lama lama kecanduan juga dari mulai rain coat pd waktu itu 100 rb, sandal 45 rb , topi, slobo ,celana panjang karena, hobi naek gunung jadi propertiesnya kayak iklan eiger, klo dulu matrasnya pun dr eiger ada yg berupa kayak alumunium foil gitu tipis, nggak berupa karet alasan pertama pake eiger karena awet,, kuat, , dan juga waktu itu bagus dan ditempat saya juga setauku cuma 2 produk yg ada alpina dan eiger, sampai sekarang dah menikah dan punya anakpun masih beli propertis merk eiger tas sekolah anak, dan juga tas slempang kecil dan multitool buat sepedapun dr eiger, nggak tau semacam kecanduan /ngefans atau gimana , pernah masuk2 ke outdoor laenny koq kurang srek sama modelnya akhirnya beralih ke counter eiger lg,,, walaupun sekarang dah nggak naek gunung lagi , tapi tetep saja beli properties ny dr eiger ,,, sampe skrng tas yg pertama beli dr eiger masih semua lho termasuk raincoat dan celana panjang walaupun sudah nggak muat lagi hhehe ,, cuma unuk tas bagian bawahnya aja yg dah nggak ( mulai bolong,) karna pelapisnya dah kemakan umur kali yaa.jadi kainnya dah mulai getas.. Tapi masih q pake buat berangkat kerja , cuma sekarang harganya produk eiger semakin mahal, ,, makanya pas buka2 internet ada merk consina dan berdirinya outlet consina ditempat saya jd semakin terbuka dan pingin tau perbandingannya antara eiger dgn consina,,kira2 bagusan mana, klo liat di internet koq kayaknya modelnya consina bagus2 juga, tapi mungkin dr temen2 ada yg lebih dulu pake produk consina dr dulu bisa berbagi, ..thx

  48. Ijin nimbrungnimbrung, pertama kali pakai produk outdoor saya thn 2000 adalah eiger, mengingat waktu itu di kota saya yg ada cuma merk alpina dan eiger, pada waktu itu pertama kali beli tas yg 40 liter utk hobi naek gng cuma 250 rb, nggak tau kenapa akhirnya kayak ngefans sama produk yg satu ini, mulai dr rain coat msh ingt hrganya 100 rb hehehe , kemudian sandal ,celana panjang yg bisa dipotong jd celana pendek(trend masa itu) ,sampe topi dan slobo pun eiger semua, jadi pas naek gng gitu kayak iklan, merk ajah heheh, alasan memilih outdoor tsb karna dulu menurut saya produknya bagus dan kuat dan mudah di dapat outletnya,… Sampe skrngpun tasnya masih saya pake buat kerja, , kecuali celana panjang yg sdh nggak muat, …, sampe skrng tas sekolah anak pun milih produk eiger tsb, ,..klo sandal dr jaman dulu pe skrng masih pake,, kuat sih sandalnya tapi klo sering kena air buka lem bagian bawahnya,,, kuatnya , kuat cuma sering ilang, pake sandal itu dah 2 kali ilang, tpi nggak kapok beli sandal itu lagi , sayangny produk eiger semakin lama semakin mahal harganya, jadi beli ny nunggu akhir th pas ada diskon sampe 50 % item tertentu, ,mkanya pas akhir thn kmrin ada outlet consina masuk di kota saya jadi pertimbangan lagi buat saya mungkin ada temen 2 disini yg memakai produk consina dari dulu, bisa saling berbagi terimaksih

  49. Ijin nimbrung, pertama kali pakai produk outdoor saya thn 2000 adalah eiger, mengingat waktu itu di kota saya yg ada cuma merk alpina dan eiger, pada waktu itu pertama kali beli tas yg 40 liter utk hobi naek gng cuma 250 rb, nggak tau kenapa akhirnya kayak ngefans sama produk yg satu ini, mulai dr rain coat msh ingt hrganya 100 rb hehehe , kemudian sandal ,celana panjang yg bisa dipotong jd celana pendek(trend masa itu) ,sampe topi dan slobo pun eiger semua, jadi pas naek gng gitu kayak iklan, merk ajah heheh, alasan memilih outdoor tsb karna dulu menurut saya produknya bagus dan kuat dan mudah di dapat outletnya,… Sampe skrngpun tasnya masih saya pake buat kerja, , kecuali celana panjang yg sdh nggak muat, …, sampe skrng tas sekolah anak pun milih produk eiger tsb, ,..klo sandal dr jaman dulu pe skrng masih pake,, kuat sih sandalnya tapi klo sering kena air buka lem bagian bawahnya,,, kuatnya , kuat cuma sering ilang, pake sandal itu dah 2 kali ilang, tpi nggak kapok beli sandal itu lagi , sayangny produk eiger semakin lama semakin mahal harganya, jadi beli ny nunggu akhir th pas ada diskon sampe 50 % item tertentu, ,mkanya pas akhir thn kmrin ada outlet consina masuk di kota saya jadi pertimbangan lagi buat saya mungkin ada temen 2 disini yg memakai produk consina dari dulu, bisa saling berbagi terimaksih

  50. Kemaren baru beli tas eiger di gramedia.
    Klo diperhatikan jahitannya udah ga sebagus dulu. Dari logo pun sekarang cuma sablon putih. Sy jadi harap2 cemas jangan2 baru setahun udah rontok.
    Dengan semakin banyak kompetitor seharusnya kualitas dijaga, padahal harganya makin tebel aja. Meskipun skrng udah ada garansi 1 tahun. Emang bener ya eiger sekarang dibuat juga di china?

  51. eiger memang kuat bahannya, cuma yg jg concern bgi saya nggak cuma kekuatan bahan, tapi juga kenyamanan terutama di punggung krn punggung adalah pusat syaraf. Terus terang sy masih setia dengan Deuter saya. Entah kapan Eiger menyempurnakan kenyamanan sekelas Deuter.

  52. Tadi sore saya beli sendal merk outdoor tipe D’ranger, nyaman dipakai, ngegrip bgt. Semoga awet buat nanjak.

  53. Ikut sharing skalian nanya2 n salam kenal om mba smua. Saya pakai brand lokal juga. Sandal jepit outdoor awet sampe buluk hajar ke pantai gunung fine2 aja sampai aus pemakaian non stop kurleb 2.5th. Eiger dulu waktu kuliah sempet pake. Umur nya bisa 3th up waktu thn awal 2000an. Klo skrg sandal eiger lagi tes pakai lagi. Mudah2an awet spt yg duku wkwkwk.
    Btw, mengenai tenda buat kapasitas 4org ada refrensi merk n tipe ngga om ? Yg kuat n awet . Trims sebelumnya. Salam

  54. Mau nanya mas…untuk sepatu gunung merk lokal, mana yg lebih kuat antara eiger, consina dan rei kalau diurut melalui peringkat…tks

  55. Maaf mau ikutan kasih comment.
    Sebenarnya aku juga blm pengalaman sama masalah outdoor gear gitu,tp mau share dari pengalaman temen2 ku dan abang2 tukang outdoor gear lokal kalo berkenan.

    Temenku ada yg pake backpack consina 30L, baru 2 tahun sih dan blm terjadi apa2 sama tasnya sampai skrg, padahal setiap hari dibawa dan diisi laptop tapi sayangnya ga include rain cover buat tasnya. Alhasil belilah cover bag merk claw (yg punya dr jawa tengah kalo ga salah) ini cover bag canggih bgt dengan harga 35 yg 30L dan 45 yg 60L murah tp ga murahan. Air lgsg jatuh kaya model daun kelor gt. Jd ga ada yg namanya lembab2.

    Trs buat sendal juga katanya claw baru ngeluarin sendal yg harganya paling mahal itu 110rb. Padahal 1 material sm eiger tp harga lebih murah. Temenku pake sendal keluaran outdoor, kena batu yg basah aja licin. Tp yg claw ini yg berpasir juga ga licin soalnya bagian bawah sendalnya itu ada apanya gitu aku kurang paham.
    Cobain claw deh mas enak bgt.
    Sekian.
    Commentnya jd kaya promosi claw deh

  56. Produk luar itu kan mahal. Itu karena kualitas-nya apa karena nilai mata uang luar negeri yang tinggi ya?

  57. Kalo di tangerang, kebanyakan tas sama sandal Eiger-nya palsu. Soalnya ditangerang banyak home industri yang jago bikin tas sama sandal KW.
    waspadalah!
    waspadalah!
    waspadalah!

  58. Mohon saran mas.. SB yang ok merek apa yah untuk trekking di Indo aja… pas ke Rinjani pake SB eiger camp di plawangan sembalun kurang nyaman tidurnya dan makan t4 banget dikeril.
    Tadinya tertarik beli SB Rover hibernator ada yg bikin testi ok.. harga jg murah cm 175 ribu luarnya ripstop balon dan dalamnya polar kayak diselimut.. tapi Liat testimoni lain lg..katanya yg dalamnya polar gak recomend.. gak nyerap keringat atau apa gituh.
    Tapi liat harga Consina duck down yang extreme comfort juga lbh banyak gak yakin nya.. habis 950 ribu..
    Hahhaha
    Thanks

  59. jadi pengen ikutan komen disini nih mas..
    kebetulan saya juga pake sandal eiger dari tahun 2010.. dan alkhamdulillah sampai sekarang juga masih awet.. udah saya ajakin naik gunung sama ngemal setiap bulan.. .. untuk kualitas saya rasa eiger juga masih terbukti memiliki ketahanan yang lumayan.. tetapi saya kurang tahu untuk kualitas eiger yang sekarang.. dikarenakan harga yang semakin mahal,,
    Karena harga eiger,, bagi saya kurang bersahabat akhir – akhir ini,,, akhirnya saya melirik REI yang menurut saya punya kualitas yang lumayan untuk beberapa barang yang saya pakai,, seperti jaket waterproof dengan dalaman polar bisa dapet di harga 350rb sedangkan waktu eiger sudah di harga 550rb untuk yang paling murah ,,,untuk kegiatan sehari – hari sudah lumayan bagi saya…
    Ada celana pedek REI bahan parasut,, duluuu sekali masih dapat harga murah sekitar 60-70 rb sekitar tahun 2010..sebelum REI belum melambung namanya akhir – akhir ini,,, dan sampai sekarang masih saya pakai untuk kegiatan sehari – hari…

    Mungkin menurut saya,,, ada harga ada kualitas juga belum tentu menjadi patokan kita untuk memilih suatu produk,, tetapi bisa disesuaikan kualitas seperti apa yang kita butuhkan,, untuk kegiatan sehari -hari kemudian bagaimana kita juga merawat piranti kita juga bisa menentukan awet atau tidaknya suatu barang…. ^^

  60. semenjak kenal dengan kegiatan di alam saya langsung kepincut sama outdoor gear lokal dan tidak tertarik dengan outdoor gear luar yang begitu eksotis macam rei , marmot , osprey etc hehe
    dari mulai daypack consina , keril avtech , sepatu trekking ,dan paling ga disangka yaitu glove polar dan jaket merk westpak yang ketika dipakai sangat nyaman dan tidak kedinginan ketika di kayangan tidak pula kepanasan ketika di darat haha
    selama ini tidak ada keluhan yang berarti untuk outdoor lokal yang saya miliki ? sebenarnya sih masih banyak lagi tapi itu juga sudah cukup untuk mewakili hehe

    Salam Lestari mbah Farchan haha

  61. sampai sekarang masih menggunakan produk lokal karena memang tidak cukup biaya untuk membeli produk luar mas hehehe…pengalaman sama-sama pakai daypack consina dan eiger yang notabene harga eiger lebih mahal mas, tapi kog saya rasa consinu lebih nyaman. Btw kualitas eiger saat ini g sebagus dulu, atau perasaan saya saja…entahlah….

  62. Kalau menurut saya gan Consina agak jelek di jahitan dan terbukti banyak yang ngeluh di IG nya Consina dan saya pakai carrier Consina Explorer 75 jahitan nya agak terbuka dan pas di penyangga frame nya sobek usit punya usut saya ngechek carier Consina yang lain tapiasih samaa Explorer 75 pasti sobek di penyangga frame nya

  63. Bang rachman kaykx udah pro ttg outdoor ni.
    Bang bisa minta saran ni, biasa msi newbi masalah ginian, rcomen untuk tenda dibawah 1jt yg tahan kondisi lumyan extrim apaan bang? Untuk 2P bang +vestibule klo ada bang
    Mohon bantuannya bang

  64. Mau tanya2 nih kak kira2 eiger sama rei itu kualitasnya beda jauh apa engga ya? Soalnya dilihat dr masalah harga nih lumayan beda jauh. Dan kalo eiger yg kapasitasnya 20-25 liter kira2 udah ada rain cover bawaan dr tasnya apa masih beli sendiri ya?

  65. Mau tanya nih kak kira2 Eiger sama Rei Indonesia kualitasnya beda jauh apa engga ya? Soalnya kalo silihat dr segi harga ko beda jauh ya? Trus Eiger yg kapasitasnya 20-25 liter kira2 udah include rain covernya apa masih beli sendiri ya? Thanks

    • untuk tas EIGER 25L rata2 harganya 300rb keatas itu juga belom dapat raincover, tp ada garansi 1thn untuk setiap pembelian tasnya, sementara tas REI ukuran sekitar 25L harganya berkisar 250rb-300rb saja dan sudah dapat raincover , untuk garansi saya kurang tau

  66. Mas mau nanya nih,
    Soal tas daypack lokal merk trekking arj 009, kira2 gimana kualitasnya ??
    Ba dinganya sama merk daypack SNTA 5051 ??
    Lebih nyaranian yg mana nih mas ?

  67. Minta saran mas, kira2 kualitas tas daypack trekking arj 009 gimana ??
    Kalo d bandingin sama daypack SNTA 5051 mana yg lebih recomendeed ??
    Trimakasih sblmnya

  68. Eiger…ckckckck..saya salut untuk kualitas nya..saya membeli carrier 60L thn 1996,daypack tahun 1998 hingga sekarang masih awet,hanya warnanya yg agak pudar karena sering d pakai dan dimakan usia..salut buat kualitas eiger tp harga nya sekarang meningkat 300% dgn fungsi dan ukuran yang sama.

  69. mas minta sarannya saya mau beli tas carrier 60 liter tapi bingung mereknya antara Rei atau consina, kira kira recommendnya mas yg mana ya ..?

  70. mas minta sarannya saya mau beli tas carrier 60 liter tapi saya bingung merknya antara Rei atau Consina, kalau rekomendasi mas yg mana ?

  71. saya pake carrier avtech bogaboo 60ltr. udah dipake ke beberapa gunung. kelemahannya ada di bahu dan punggung jadi panas saat udah berjam-jam. mungkin avtech harus bebenah biar bisa tetep bersaing.

  72. ikut numbrung ya bang
    pengalaman ane blum banyak si buat peralatan outdoor cm pgn ngereview aja produk lokal yg mnrt ane bagus

    carrier sm travel pouch ane pk eiger, pilihan ini karena dr yg ane liat buat tas eiger jauh lbh baik dibanding merk lokal lain
    dr bahan, jahitan sm teknologi nya

    sandal jg ane langganan pk eiger, dr sandal jepit smpe gunung
    kualitas bagus bgt, cm ga tau knp klo udh lama di pake talinya agak kendor ga pas lg di kaki
    kmrn smpt nyoba sandal outdoor dan itu lbh nyaman dibanding eiger
    cm mnrt temen ane daya gripnya lbh bagus eiger

    travel towel ane pk merk makalu, buat handul kecil ky gini merk luar dr harga 100-400
    sedangkan makalu cm 60rb dgn kualitas yg ga jauh beda
    setahu ane cm makalu, merk lokal yg ngeluarin travel towel

    sepatu ane prnh pake co-trek sm forester, klo buat sepatu kayanya merk lokal punya kualitas yg hampir sama, ga ada yg menonjol bgt

    sleeping bag ane pake makalu jg, prtimbangan pertama karena packing kecil dan ultralight
    ngomong” ultralight, makalu ini kayanya emg serius ngeluarin produk ultralight yg belum dilakuin sm byk brand lokal

  73. cadas ni komen,, ngikut ah.. ane kebetulan pecinta REI indonesia dan udah masuk tahun ke 3 pemakaian,,,, keril brantas 45L++ masih tangguh,, ane suka backsystem jaring n bisa dibuka,,, hammock+flysheet+tenda rei indonesia masih tangguh diterpa hujan badai dari gunung2 yang udah dicium puncaknya sampe terakhir pemanasan di salak taun baru 2017 kemaren,,, sandal merk lawas CLAW 2 tahun menemani cuma tambah lem dan jahit doang,,,. SB northface 75rebuan yang masih harum 3 tahun,,,, dari dulu naik gak pernah pake sepatu, modal sandal ama kaoskaki doang,, mau minta tolong rekom dong untuk sepatu gunung atau ada reviewnya,,, tangguh murah and brand lokal (masih pecinta lokal.. hehe),,, budget 600,,, nanya temen sih kebanyak REi summler,, beberapa temen malah gak mau rekom consina ataupun eiger dengan alasan tertentu termasuk ketahanan dan harga gak sesuai,, ada saran mungkin,,,, trims sebelumnya…

  74. Ikut nambahin mas, semoga bisa jadi tambah-tambah referensi

    Tas punggung dulu pernah pakai eiger, dan memang sebelum memutuskan membeli tas, dipilih yang mendukung bentuk punggung saya, karena semakin lama barang yang dibawa semakin berat, alhasil eigernya diserahkan ke Istri dan saya pakai Deuter, hehe… Rain cover, pakai deuter karena memang 7 tahun telah menemani setia sambungan masih aman..

    Sandal yang pernah pakai Rei dan Eiger, kualitas keduanya lumayan bagus hanya ketahanan (sol tergerus karena sering jalan kaki) saya akui eiger lebih awet. Keluhannya paling eiger jadi incaran banyak orang, pernah hilang hehe.. tapi tetap sampai sekarang pakai eiger terus..

    Tas travel (jinjing bukan backpack) pakai Nordwand, konon katanya sister brand-nya eiger, dengan packing yang baik (misal pakai plastik vacuum) bisa lumayan buat baju satu-dua minggu.. Travel pouch, pakai eiger karena tipis dan tas selempang pakai eiger juga tapi yang paling murah.

    Jaket pakai consina, lumayan hangat.. Ikat pinggang, eiger..

    Handuk pake plas chamois (macam kanebo) yang ukuran besar.. kalo basah tinggal peras..

    Sleeping bag, pake co-trek, karena itu yang mampu dibeli dulu…

    Sekian..

  75. Saya pakai tas co – trek beliang 38 dan carrier ceremai 45 + 5 liter … Alhamdulillah barokah gan … Pada intinya ketika beli didampingi niat yang baik ya … bukan untuk bergaya ?

  76. Halo. Nice sharing πŸ™‚ ikut share juga hehe. Saya termasuk orang yang suka aktivitas outdoor, tapi bukan mendaki. Kegiatan outdoor saya itu belajar ilmu astronomi. Itu lho yang suka motret2 bintang, galaksi, dll. Nah saya dan teman2 suka berburu tempat-tempat yang masih alami, jauh dari pusat kota. Sejauh ini saya masih mengandalkan produk Eiger untuk sendal, tas, jaket, ataupun sleeping bag. Yah walau agak menguras kantong mahasiswa, tapi sebanding banget dengan kualitasnya. Belum berani coba merk lain, ini makanya lagi cari review, eh nemu deh yang reviewnya lengkap. Saya lebih suka produk lokal karena dari segi harga itu jauh lebih bersahabat. Lagian sekarang modelnya juga sudah trendi-trendi kok yang lokal

  77. Baru pengalaman beli consina great slave 35L dan dan consina angelica 60L. Great slave utk daypack harian aja gak pernah buat naik gunung, angelica baru dipakai naik gunung 2x. Baru 6 bln pakai great slave, sdh banyak jahitan jebol dimana2, sdh mau pensiun sekarang, mau ganti bodypack dan cozmeed. Ketika ada teman beli consina great slave, saya bandingkan memang beda dg punya saya. Punya dia jahitannya dobel2 di tempat2 yg rawan robek, sedang punya saya tdk ada jahitan dobel sama sekali. Saya lihat angelica saya jg tdk ada jahitan dobel sama sekali, jd kecewa membandingkan dg punya teman saya, dan waswas angelica bernasib sama dg great slave. Entahlah, kenapa kok bisa beda, saya rasa punya saya juga bkn barang palsu. Barang produksi lama? Mungkin saja.

  78. Sy punya cariel merk GRAVELL tipe INTERVAL kapasitas 100 liter. Tp menurut sy 120 liter krn diameter tas yg besar juga tinggi maksimal 120 meter. Sy beli tahun 2003, harganya saat itu 300 rb. Tahun kmrn dibawa ke prau walopun sebenarnya agak ragu bakal jebol krn udh tua. Ternyata bahan masih utuh cm di back systemnya aja yg mulai robek. pdhl dulu klo nanjak selalu bawa beban diatas 25 kg.
    Untuk thn ini sy beralih ke merk lain tp masih lokal punya ( yg lama di musium kan). Sy pilih CONSINA tipe EXPEDITION 75+5 liter ( khusus di pake untuk pendakian berkelompok juga pendakian pribadi yg makan waktu 6 hr s.d 2 minggu) . Peralatan yg sy punya pun disesuaikan bobotnya ( ringan ). Untuk pendakian 2 s.d 5 hari cukup pake semi cariel kapasitas 40 liter sy pilih deuter tipe fox krn desainnya cocok dihati ( pdhl itu buat anak2 lho ).
    Sekedar masukan aja. Tas skrg yg sy tau dominan berbahan nilon ( mgkn krn nerapin ultralight ) maka dr itu peralatan yg di gunakan pun harus berbobot ringan klo mau tasnya awet. Prinsip packing pun juga harus diterapin, pembagian juga peletakkan bobot dr peralatan perbekalan yg di bawa.

  79. Saya kemaren beli Sepatu Merk eiger min, ya lumayan menguras lah, nah menurut mimin jika dibandingkan dengan produk lokal lain apakah sepatu eiger ini kuat dan awet ? Minta reviewnya

  80. mau tanya nih,buat sepatu kalo kualitasnya bagus rei indo ato consina ya?kalo eiger budgetnya nggak nyampe hehe

  81. ikut komen ah…bulan lalu saya sedang cari tenda kecil dg kap 1-2 org, liat-liat brand lokal (klo brand luar ga cukup budgetnya)..tapi kok kebanykan single layer padahal saya maunya yg double layer.. akhirnya setelah guugling dapet satu produk yg baru juga saya tau….liat spesiikasinya kok oke juga… akhirnya saya jadi beli juga.. tenda kap 1-2 org double layer merk lokal juga Merapi Mountain.. belum saya coba sih.. Insya Allah september ini mau di coba d semeru… mungkin mas farchan pernah tau ttg merapi mountain ???

    terimakasih

  82. Komentar:saya pecinta merk lokal,tuk sandal merk Eiger,tas merk eiger, jaket coo trek dompet body pack dan semuanya awet nih nyobain merk cozmeed mudah2an awet

  83. Saya punya dua ransel merk eiger. Yang satu saya beli waktu kelas 6 sd. Women series 6 tahun lalu deh. Belum ada satu tahun udah ada yang rusak jahitannya. Tapi masih bisa di pakai sampe saya naik kelas 9. Terus awal tahun ajaran 2015/2016 pas saya kelas satu SMA. Saya beli lagi merk eiger, ga tau kenapa ga kapok πŸ™ gara gara jahitannya rusak. Terus selang beberapa waktu, kejadian lagiiii jaitannya rusak :(. Terus sekarang bingung mau beli merk apa.

  84. Sy beli eiger 60lt tahun 2008 sampai sekarang masih mantap & kuat walaupun sdh keliling Sumatera, Kalimantan, & Jawa. 6 kota besar sdh dilalui heavy duty & tali strap ny ada bekas kebakar (untung diujung) gara2 dipinjam itupun.
    Dari alpina beralih ke eiger, utk daily backpack punya 4, yg paling kuat yg ukuran kecil buat naik sepeda, super awet sdh 5thn cm warna aja pudar.
    Good Job Team Eiger…..

  85. Mau bagi pengalaman aja bos, tas yang benar2 awet sekali yang pernah kupakai selama ini, merk eiger yg seri optimus dari tahun 2010 sampai akhir desember 2017 aku pensiunkan bukan karena rusak, karena sekarang ke kantor sudah tidak bawa laptop lagi hanya buat perlengkapan makanan dan minuman saja jadi saya beli tas baru yang kecil volumenya yaitu consina plitvice sekitar 20liter saja karena harganya bersahabat dan kelihatan bagus. Kembali ke cerita tas eiger, tas eiger ini bener2 kuat dan pernah bawa susu 1 Liter Ultra sekitar 10 lebih sampai sesak tas , dimasukin ke tas semua., maklum volume tasnya sekitar 35 liter kalau tidak salah, dipakai tidak sakit dipunggung dan tali tasnya bener2 kuat, padahal sehari2 buat kerja bawa laptop, perlengkapan makan siang dan minuman. Mau beli tas eiger baru lagi sekitar 20 liter lebih, harganya sudah hampir 400 ribuan jd sekarang coba2 consina yg harganya hampir separuh dari harga eiger. Dari bahan dan buat punggungnya kelihatan bagus consina, semoga mudah2an awet.

  86. Ikut bagi pengalamn nih om, Pengalaman pakai ransel arei, yg 30 L pertama beli sih dulu harganya sekitar 375 ribu, udah pakai sekitar 4 tahun lebih, buat sekolah juga, buat kerja, juga sesekali buat naik gunung, sampai sekarang juga masih saya pakai, untuk segi kualitas sih bagus apalagi sering banget bawa berat berat, dan memaksa kapasaitas bawaan penuh terus, hanya sedikit kurang di bagian atas besi penahan sobek, mungkin karna keseringan di pakai berat,

  87. Mas produk sandal Boogie kuat kah?
    Info yang saya terima sandalnya spesialis air, jd ga perlu diragukan lg ketahanan nya .

    Mohon info…

  88. saya termasuk pengguna merk lokal. selain murah, bisa juga diadu kualitasnya (asal jeli pemilihan bahan, dll). untuk eiger, semakin lama harga semakin mendekati carrier luar. +kayanya udah ga setangguh dulu. tapi balik lagi, soal kenyamanan. saya pribadi pakai merk gravell, consina, atau tas yang dibuat sendiri lebih nyaman dibandingkan deuter. semoga aja industri outdoor di Indonesia lebih berkembang dan banyak kemajuannya

  89. Mas mau tanya ni pemula … Rencana mau bli tas carrier 60 L dan budget sekitar 600 an kira2 ap ya yg bagus dan kuat ….
    Trus untuk sleeping bag Bagus nya merek ap ya dana 200

  90. Berhubung sandal gunung saya rusak, beli waktu itu merk lokal tp lupa. Akhirnya saya mutusin buat beli sandal gunung yg baru, tapi merk Kalibre kalo denger2 review temenΒ² Kalibre lebih baik dr pada Eiger. Makanya saya ga beli Eiger, karena sepatu gunung saya EIGER dan outsole nya mangap.

  91. Sepertinya osprey Atmos AG yg baru saya beli termasuk barang reject. Setelah beberapa hari dirumah baru sadar ada bagian jahitannya yg miring miring. padahal toko outdoor nya lumayan rame,ternyata dia jual barang reject. Udah harganya gak beda jauh lg sama yg original nya….hmmm kecewa,jahaaaaat!!! Semoga yg jual mendapat hidayah. Sekarang jd kepikiran mending pake produk lokal tapi ORI dari pada produk luar branded tapi KW,reject.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here