0052_xlarge
Di depan tempat rental kimono kyoto Yumeyakata

Saya selalu jatuh cinta pada Kyoto, kota yang kokoh menjaga tradisi. Seperti keseharian orang-orang Kyoto yang bangga berkimono untuk melakukan aktivitasnya. Ini yang membuat saya ingin turut merasakan tradisi lokalnya, berkimono selama di Kyoto dan begitu tiba di Kyoto tujuan pertama saya adalah langsung menuju rental kimono Kyoto Yumeyakata.

Dari hasil pencarian dari sekian banyak penyewaan kimono di Kyoto, Yumeyakata ini yang paling terkenal, memiliki staff yang bisa berbahasa inggris, koleksi kimono yang banyak dan variatif, satu nilai plus lainnya adalah lokasinya dekat dengan Stasiun Kyoto, bisa ditempuh dengan berjalan kaki 20 menit saja.

Sebelum menyewa, saya sudah reservasi melalui web Yumeyakata. Bagi orang Indonesia link web tersebut berbahasa Indonesia kok, jadi sangat mudah untuk melakukan pemesanan online melalui web.

Yumeyakata menganjurkan untuk melakukan pemesanan via online atau telepon bagi pengunjung yang akan menyewa kimono.

Petunjuk reservasi online dalam bahasa Indonesia di Yumeyakata bisa cek di link ini : Reservasi.

Ketika saya dan istri tiba di Yumeyakata, rental kimono ini sudah penuh pengunjung yang akan menyewa kimono. Layanannya sangat bagus, para pengunjung yang akan melakukan penyewaan disambut oleh staff di pintu masuk lalu dibimbing untuk melakukan tahap-tahap penyewaan.

0011_xlarge
Konfirmasi penyewaan Kimono

Pertama kami harus melakukan konfirmasi pemesanan, karena sudah melakukan reservasi online saya tinggal mengisi form penyewaan. Setelah semua diisi, kami diantar untuk memilih kimono yang diinginkan.

Dalam satu ruangan ada banyak sekali untuk kimono bagian antara kimono untuk laki-laki dan perempuan dipisahkan. Ada ratusan kimono untuk dipilih, jadi pengunjung bisa memilih dengan leluasa kimono yang sesuai selera.

Perlu dicatat bahwa kimono ini bisa disewa seharian dengan batas maksimal pengembalian jam 19.30 malam.

Memilih Kimono Laki-laki
Memilih Kimono Laki-laki
Memilih kimono perempuan
Memilih kimono perempuan

Yang menyenangkan saat memilih kimono ini adalah saat memadumadankan kimono yang diinginkan. Banyaknya variasi yang dimiliki Yumeyakata membuat pengunjung bisa berkreasi untuk kimononya.

Oia, dalam satu set kami penyewaaan kami mendapatkan satu set kimono beserta kelengkapannya. Untuk set laki-laki, saya mendapatkan satu set kelengkapan yang terdiri dari kimono, haori, obi/sabuk pinggang, hadagi/pakaian dalam dan geta/sendal. Sementara istri dengan set perempuan akan mendapatkan kimono, nagajyuban dan hadagi sebagai dalamannya, zouri/sendal dan tas.

Selain set tersebut kami berdua mendapatkan tabi/kaos kaki khas Jepang yang bisa dibawa pulang secara gratis.

Setelah memilih kimono maka oleh staff Yumeyakata kami diantar menuju dressing room dan ruangan tersebut sudah ada staff Yumeyakata yang khusus membantu kami mengenakan kimono. Ternyata rumit juga mengenakan kimono, staff tersebut yang akan memakaikan kimono saya dan istri termasuk memberikan touch up untuk istri.

Kira-kira sekitar 30 menit kami berdua mengenakan kimono dan akhirnya kami bisa jalan-jalan keliling Kyoto dengan kimono.

0061_xlarge

Ada banyak pilihan paket rental kimono di Yumeyakata, saran saya sesuaikan budget yang dimiliki. Pilihan paket di Yumeyakata bisa dicek di link berikut : plan rental kimono Yumeyakata.

Saya sendiri mendapatkan paket couple dengan tambahan untuk paket foto dengan fotografer yang sudah disediakan oleh Yumeyakata. Keuntungan memilih paket ini adalah saya akan diajak oleh si fotografer untuk melakukan foto session di tempat-tempat yang cantik di sekitar Kyoto.

Itung-itung foto anniversary kan ya?

0096_xlarge

Foto session pertama dilakukan di Gion, distrik di Kyoto yang terkenal dengan Geisha-nya. Di masa lalu Gion adalah daerah pusat hiburan di Kyoto, kini Gion menjadi cantik dan populer karena peninggalan rumah-rumah dan kuil tuanya yang terawat rapi.

Di Gion kami menyusuri pinggiran Sungai Kamo hingga masuk ke lorong-lorong rumah-rumah tua di Gion untuk mengambil foto. Beberapa kali fotografer dari Yumeyakata meminta berhenti apabila menemukan spot yang bagus untuk berfoto.

Ada beberapa grup penyewa kimono yang juga mengambil foto di Gion. Karena memang latarnya yang tradisional sangat pas untuk latar belakang foto. Selama di Gion ini saya sudah merasa mirip seperti orang Jepang, mata saya sudah sipit, pendek pula, yang menggagalkan kemiripan saya sebagai orang Jepang secara fisik mungkin hanya satu, kulit saya terlalu gelap.

0083_xlarge

0093_xlarge

0109_xlarge

Usai sesi foto di Gion, kami menuju Higashiyama. Jika ada yang belum tahu Higashiyama, tempat ini adalah jalur bersejarah di Kyoto. Di kanan kiri terdapat rumah-rumah tua yang sekarang banyak difungsikan sebagai toko souvenir, restoran dan kafe.

Higashiyama juga menjadi simpul traveling di Kyoto, terdapat beberapa kuil di area Higashiyama seperti Kiyomizudera dan Kodaiji, juga ada pagoda yang menjadi landmark Higashiyama, yaitu Pagoda Yasaka.

Pagoda Yasaka memang begitu cantik untuk dijadikan latar foto.

0115_xlarge

0130_xlarge0247_xlargeSelain di area Pagoda Yasaka, kami juga mengambil foto di jalanan Higashiyama. Sebenarnya ada ruas jalan yang begitu terkenal dinamai Historic Preserved Street, ruas jalan ini terjaga sejak ratusan tahun lalu dan menjadi jalur utama bagi para peziarah yang akan menuju kuil Kiyomizudera.

Namun jikapun berfoto di ruas jalan Higashiyama pun hasilnya tak kalah cantik, fotonya tetap menarik dengan latar belakang deretan rumah-rumah tradisional Jepang yang menawan.

0195_xlarge

0196_xlarge

0214_xlarge

Di Higashiyama ini pula saya diberi tahu sebuah kuil yang cantik namun tersembunyi oleh fotografer kami, nama kuilnya adalah Yasaka Koshin-do.

Kuil ini terletak tidak jauh dari Pagoda Yasaka dan merupakan kuil Shinto. Di dalam kuil tergantung banyak sekali kukurizaru, bola-bola kecil warna-warni yang tergantung di papan kuil.

Bola warna-warni dalam ajaran Shinto melambangkan monyet dengan tangan dan kaki terikat yang merupakan simbol pengekangan hawa nafsu.

0153_xlarge

0161_xlarge

0173_xlarge

Saya kira kuil ini walaupun tidak seterkenal kuil lainnya di Kyoto, memang wajib dikunjungi. Dan tempat paling indah untuk berfoto di kuil ini adalah di depan altarnya.

0134_xlarge

Sesi foto kami berakhir di Higashiyama, setelah itu kami bebas berkeliling Kyoto dengan menggunakan kimono sepanjang kami mengembalikan kimono sebelum pukul 19.30 atau akan dikenakan fee tambahan jika kami mengembalikan esok harinya.

Selama menyewa kimono di rental kimono barang-barang kami diletakkan di Yumeyakata dan akan disimpan di loker khusus. Saat mengembalikan kimono tentunya barang-barang tersebut akan diberikan kembali oleh staaf Yumeyakata. Jadi jangan khawatir, barang-barang bawaan kita aman dan kita tidak perlu ribet membawa barang saat mengenakan kimono untuk keliling Kyoto.

Kami puas sekali dengan hasil foto dari Yumeyakata. Fotografernya sangat pintar memilih sudut dan spot foto. Selain itu kualitas fotonya sangat detail dan tajam, benar-benar profesional.

0254_xlarge

0253_xlarge

0251_xlargePengalaman mencoba layanan rental kimono Kyoto ini membuat kami berdua merasakan ambience warga lokal Kyoto. Walaupun awalnya agak terseok-seok berjalan dengan kimono dan geta-nya, tapi setelah terbiasa, ternyata berjalan mengenakan kimono ini nyaman juga.

Awalnya saya pikir akan panas mengenakan kimono yang tebal, tapi rupanya bahan kimono yang ada di Yumeyakata begitu halus dan tidak membuat saya kepanasan. Pantas saja jika Yumeyakata ini begitu ramai, kualitas kimononya begitu bagus.

Mencoba rental kimono ini barangkali bisa menjadi opsi ketika jalan-jalan di Kyoto. Setidaknya bisa merasakan bagaimana menjadi orang lokal. Menarik juga bagaimana orang-orang lokal Kyoto melakukan aktifitas keseharian dengan kimono. Di saat di kota-kota lain melaju dengan modernisasinya, Kyoto tetap tampil dengan kesederhanaannya.

Tabik.

Rental Kimono Kyoto Yumeyakata

128 Manjujicho, Shimogyo-ku, Kyoto-shi, Kyoto Japan / zip code : 600-8104

Koordinat Google Maps

Dari stasiun Kyoto bisa menggunakan subway Karasuma Line dan turun di Stasiun Gojo dan dilanjutkan jalan kaki 2 menit ke Yumeyakata atau langsung jalan kaki 20 menit dari Stasiun Kyoto.

Rute jalan kaki

tangkapan-layar-penuh-21102016-174406-bmp

33 KOMENTAR

  1. bahkan, mereka punya staff yang berbahasa Indonesia. Tinggal mention di email. Dan kalaupun gak pakai jasa fotografernya dari yumeyakata, staffnya bisa merekomendasikan kemana saja enaknya di tokyo, bahkan naik bus apa dan arahnya kemana. Very helpfull

  2. Mas, berguna banget reviewnya. Kebetulan saya juga mau ambil paket foto di Yumeyakata. Mas ambil paket yang setengah hari atau 2 jam? dan apakah biaya taksi bolak balik kita yang bayar? Mahal ga sih taksi di Jepang. Terima kasih mas, jawabannya akan membantu sekali ^^

  3. Mas farhan, berapaan kalo di tambah poto setengah harinya? Sama biaya taksi dan sebagainya,
    Saya kmrn sempat lihat, kalo yg basic tuk couple 6.500 yen,,,
    Makasih mas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here