Jujur baru kali ini saya ke Bali Zoo, selama ini kalau di Indonesia baru tiga buah kebun binatang yang pernah saya kunjungi, Gembira Loka, Ragunan dan Surabaya. Sayangnya adalah kondisi kebun binatang di dalam negeri akhir-akhir ini sangat memprihatinkan, jadi saya tak punya ekspektasi begitu tiba di Bali Zoo.

Ternyata setelah berkeliling seluruh area Bali Zoo, tempat ini melampaui ekspektasi, kebun binatang ini sangat well manage. Dari alur pintu masuk yang rapi hingga penataan kandang binatang yang dibagi sesuai segmentasinya sendiri-sendiri. Selain itu lingkungan di Bali Zoo juga sangat bersih, kandang binatangnya juga dibuat sesuai dengan habitat asal binatang tersebut.

Ada satu hal yang berbeda dari Bali Zoo jika dibandingkan dengan kebun binagtang lain di Indonesia yaitu banyaknya aktivitas menarik yang bisa dicoba di Bali Zoo. Tak hanya berkunjung dan melihat koleksi binatang, pengunjung juga bisa berinteraksi dengan binatang-binatang yang menggemaskan, beberapa aktivitas yang ada sudah coba, ini di antaranya :

Night At The Zoo

Kalau berkunjung ke kebun binatang siang hari itu sudah biasa, bagaimana kalau malam hari? Bali Zoo menawarkan pengalaman mengunjungi kebun binatang saat malam. Kunjungan dimulai jam 18.30 dan didampingi seorang petugas kebun binatang.

Saya dan rombongan dibawa berkeliling kebun binatang yang sudah gelap gulita. Oia objek kunjungan ini adalah melihat binatang-binatang nocturnal yang menjadi koleksi Bali Zoo, mulai dari ular, ikan, burung sampai primata.

Wallaby dari Papua

Feeding The Tiger

Nah ini adalah salah satu yang paling menantang, memberi makan harimau. Program ini memang ditawarkan bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung rasanya memberi makan harimau.

Biasanya dilakukan di siang hari, pengunjung bisa membeli makanan harimaunya dan oleh pawang akan dibantu untuk memberi makan harimau. Jujur untuk ini saya tidak berani, walaupun harimau ada di dalam kandang, tetap saja gemetaran.

Breakfast with Orangutan

Ini salah satu aktivitas yang menyenangkan di Bali Zoo. Jadi pagi-pagi dibangunkan lalu sarapan bareng orang utan di restoran. Apakah orang utannya ikut makan? Tidak juga, mereka hanya mendampingi tamu makan.

Ada 4 orangutan, tepatnya bayi orangutan di aktivitas ini. Mereka dibiarkan bermain-main dengan dijaga oleh pawangnya.

Setelah sarapan, pengunjung bisa berfoto bersama dan berinteraksi dengan orangutan tersebut. Namun perlu diingat, pengunjung dilarang memegang orangutan demi keamanan dan keselamatan pengunjung juga orangutannya.

Lunch With Lion

Gimana rasanya berjarak tak lebih dari lima meter dari singa afrika? Menegangkan! Ya walaupun dibatasi kaca tapi tetap saja rasanya takut. Bali Zoo membuat restoran yang bersisian dengan kandang singa.

Restoran ini bernama Wana Restaurant dan jendelanya langsung menghadap ke singa dan pengunjung bisa langsung melihat aktivitas singa di kandanganya.

Jadi ketika bersantap siang, kita bisa tiba-tiba dikagetkan dengan auman singa. Atau tiba-tiba singanya mendekat ke jendela dan menempelkan kepalanya. Kadang juga singanya anggun saja di singgasananya.

Bird Show

Nah ini salah satu yang paling atraktif. Pertunjukan ini oleh Bali Zoo diadakan dua kali dalam sehari dan menampilkan burung-burung eksotis koleksi Bali Zoo. Dalam pertunjukan ini pengunjung juga dilibatkan dalam atraksi.

Bagi anak kecil atraksi ini sangat menarik karena sangat menantang. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk ikut atraksi ini harus datang tepat waktu karena atraksinya berlangsung cukup singkat.

Fire Dance

Kalau mengikuti Night at The Zoo, di akhir kunjungan akan dijamu dengan gala dinner dan dihibur dengan fire dance oleh warga banjar setempat. Fire dance-nya menarik dan interaktif, pengunjung bisa ikut dalam fire dance-nya dan turut menari bersama.

Yang membuat saya salut adalah seluruh penari adalah warga banjar di sekitar Bali Zoo. Ini adalah komitmen untuk membuat warga banjar turut memiliki Bali Zoo secara inklusif. Keterlibatan masyarakat di Bali Zoo tak hanya di Fire Dance saja, ada banyak sekali sebenarnya termasuk para pekerja di Bali Zoo juga dari warga banjar setempat.

Donasi

Satu hal terakhir yang membuat saya salut dengan Bali Zoo adalah bagaimana membangun awareness pengunjung tentang kehidupan satwa liar. Bali Zoo membuat program donasi untuk penyelamatan hewan-hewan yang terancam punah.

Ada box donasi yang disediakan atau bisa menghubungi manajemen Bali Zoo secara resmi jika ingin berdonasi. Nama-nama yang berdonasi pun bisa dicantumkan.

Overall saya puas sekali berkeliling di Bali Zoo, konsep manajemen hingga penataan kandang yang bagus adalah nilai lebih Bali Zoo. Tak heran karena Bali Zoo menjadikan Singapore Zoo sebagai benchmark, sehingga standar tinggi kebun binatang terbaik di Asean tersebut turut diadopsi oleh Bali Zoo.

Jika ke Bali, saya sarankan kunjungi Bali Zoo dan rasakan beberapa pengalaman yang hanya bisa ditemui di Bali Zoo.

Tabik.

Bali Zoo

FacebookInstagramTwitterYoutubeGoogle plus

Wildlife conservation, educational, research, recreational place and nature appreciation.

TripAdvisor Certificate of Excellence 2012

TripAdvisor Certificate of Excellence 2013

TripAdvisor Travelers’ Choice 2014 Winner

Jl. Raya Singapadu, Sukawati, Gianyar 80582

Telepon : +62 361 294357

Email : [email protected]

Web : www.bali-zoo.com

Follow Efenerr on WordPress.com

13 KOMENTAR

  1. Waktu makan di resto yang deket fauna, tercium aroma tak sedapkah?
    Saya pernah ke resto di Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo), di restonya deket banget dgn hewan2 amboiiii baunyaaaa 😛

  2. Pernah sekali kesana, dan rasanya, tidak terlalu jauh berbeda dengan taman safari yang di Cisarua 🙁
    Oh ya, kalau mau lihat atraksi burung-burung, disarankan berkunjung ke Bali Bird Park, atraksi burung burung disana cukup lama, sekitar 10 menitan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here