Saya sungguh terkejut ketika istri ternyata seorang fans Foo Fighters. Saya pertama kali mengetahuinya saat membuka Spotify-nya, ada playlist Foo Fighters di akunnya.

“Kamu suka Foo Fighters?”

I’ve got another confession to make” jawab istri mengutip lirik lagu Best of You sambil senyum-senyum.

Tiga tahun menikah dan saya baru tahu kalau istri saya fans Foo Fighters. Sebagai suami saya merasa tidak tahu apa-apa.

Semua bermula dari Guitar Hero kata istri saya. Kegemaran bermain game ini di Playstation membawa Istri kemudian mengenal lagu-lagu Foo Fighters dan berakhir menjadi fans Foo Fighters.

Saya lalu merencanakan sesuatu, memberikan kejutan kecil sekaligus hadiah ulang tahun lebih awal. Mumpung Foo Fighters ke Singapura saya menghadiahi dengan tiket Foo Fighters, tiket pesawat dan akomodasi. Kesemuanya saya yang urusi, istri tidak ikut campur.

Lalu berangkatlah kami ke Singapura. Istri masih tidak percaya bahwa Ia akan menonton Foo Fighters, band yang ia sukai.

Di Bandara Soekarno Hatta nuansa Foo Fighters sudah begitu terasa. Dalam pesawat yang membawa saya ke Singapura, para penumpang yang akan menonton konser Foo Fighters tampak dengan atribut Foo Fighters.

Di kursi sebelah saya juga duduk seorang perempuan berusia 25 tahun, seorang fans Foo Fighters yang berangkat nonton sendirian dan usai menonton langsung pulang ke Jakarta, sungguh militan sekali.

Tiba di Singapura kami masih sempat ke hostel terlebih dahulu di sekitaran Little India, menaruh barang bawaan lalu berganti pakaian. Istri adalah tipe pejalan yang santai, jadi ketika saya pesankan hostel dengan kamar dormitory, Ia tak keberatan. Saya jadi ingat ketika pertama kali mengajak istri saya ke Singapura, kami menginap di dormitory 16 bed dengan para pelancong lain.

Dari daerah Little India tempat kami menginap menuju National Stadium lokasinya tak terlalu jauh. Hanya 20 menit dengan MRT. Sepanjang perjalanan di dalam MRT menuju stadion mayoritas penumpang adalah penonton Foo Fighters.

Kami tiba 30 menit sebelum pertunjukan dimulai. Panggung masih gelap dan penonton baru sedikit. Tidak ada pertunjukan pembuka, pertunjukan malam itu milik Foo Fighters semuanya.

Bertemu Ringgo

Istri saya duduk dengan perasaan campur aduk. Mungkin itu juga yang dirasakan penonton lain yang menunggu konser ini. Beberapa kali test sound sebelum show membuat penonton tiba-tiba bersorak. Bukti orang-orang sudah menunggu konser ini.

Kami duduk dan menonton konser dari tribun. Istri adalah orang yang tak terbiasa nonton konser jadi saya tak berani mengajak istri menonton di festival, bahkan ini adalah konser rock pertamanya. Karenanya saya lebih baik memilih cari aman dan nyaman dengan menonton di tribun.

Di depan panggung penonton makin menyemut, mengalir dari pintu ke area festival. Kiranya lima menit sebelum konser mulai, seluruh lampu stadion mati, panggung dalam kegelapan dan menyisakan keheningan, ketika tiba-tiba lagu “I’ll Stick Around” meraung dengan kencang.

Histeria massal memenuhi stadion.

Baru dua kali ini saya menonton konser rock berkala besar, sebelumnya Metallica juga penuh histeria. Walaupun dari kemasan Metallica masih menyisakan ruang untuk sedikit hiburan sebelum konser. Foo Fighters berbeda, langsung menghentak tanpa jeda.

Lagu pertama usai disambung lagu kedua All My Life. Penonton tambah liar, istri saya tambah senyam-senyum, ini adalah lagu favoritnya, lagu yang sering dimainkan di game katanya.

Di lagu ini saya berdiri dan tanpa sadar menghentak-hentakkan kaki. Lagunya yang meraung kencang membuat saya makin keras menghentakkan kaki.

Dave Grohl sesungguhnya sudah mendekati kepala lima tapi hebatnya memiliki stamina luar biasa. Hingga lagu keempat tensi lagu yang dibawakan tidak turun. Lagu-lagu bertempo cepat dan yang paling dikenal dibawakan terus. The Pretender, Big Me sampai Something to Nothing.

Oia, Learn To Fly juga dibawakan sebagai set lagu awal.

Tribun

Hiburan di konser ini ya Foo Fighters itu sendiri. Nir jeda, nir basa-basi berlebihan, dari lagu satu langsung berlanjut ke lagu berikutnya. Dave tak menyisakan ruang untuk yang lain selain musik Foo Fighters. Bahkan panggung serta tata lampunya terlalu sederhana untuk band kelas dunia. Mungkin memang sajian utamanya ya lagu-lagu Foo Fighters.

Sesekali Dave berteriak melengking, suaranya tak habis, rambutnya sampai basah dan berganti kaos, pada beberapa jeda antar lagu yang sebentar, Dave bercerita tentang Foo Fighters, tentang hidupnya tentang tournya.

Jeda panjang hanya terjadi sekali usai lagu ke 8. Setelahnya Dave banyak berbicara tentang konser di Singapura sekaligus mengenalkan personal bandnya.

Konser rock memang sepertinya tampil sederhana, kekuatan musiknyalah yang menjadi sajian utama. Soundsystem di Singapura bagus dan menggelegar. Cabikan gitar Dave jernih sekali.

Lagu-lagu Foo Fighters terus meraung, lagu ke 9-10-11 dan seterusnya. Waktu terus berjalan dan sudah lebih 1,5 jam konser berlangsung.

“Ah paling bentar lagi”

“Dua jam persis mungkin ya?”

Saya melirik istri yang masih tersenyum. Lagu demi lagu ia ikuti sambil bersenandung mengikuti liriknya.

Menjelang dua jam, tanda-tanda konser berakhir belum tampak, lagu terus dimainkan tanpa jeda lama-lama di antara lagu. Penonton tahu konser akan berakhir saat Dave tiba-tiba mengumumjan bahwa tak ada encore. Dave mengumumkan bahwa bukan kebiasaan Foo Fighters membawakan encore.

Dave pada titik ini mungkin ingin bilang bahwa semua lagu Foo Fighters yang dimainkan harus dinikmati hingga akhir tanpa perlu meminta lagu tambahan.

Namun dua lagu yang dipilih sebagai lagu pemungkas memanglah pilihan tepat, Best of Me dan Everlong. Ketika intro Best of Me dimainkan saya dan istri tertawa kencang. Saat lagu Everlong akan berakhir, kami berpelukan lama hingga lagu berakhir dan konser usai.

Usai konser

Konser rock dua jam yang benar-benar memberikan kesan. Jikalah istri tak memberi tahu tentang kesukaannya pada Foo Fighters mungkin kami tak akan menonton konser ini.

Pada akhirnya Dave Grohl berhasil membawa histeria puluhan ribu penonton.

Tabik.

 

 

 

 

Follow Efenerr on WordPress.com

12 KOMENTAR

  1. Malah istrinya yang ngefans yak..
    Tapi so sweet banget, perhatian sama istrinya, ngasih kejutan kayak gini. .
    Eh ketemu Om RInggo.. Aku juga sempet liat update an Om Ringgo ini di instagramnya

  2. the sweetest part of this writing is you regularly check your wife’s expression, making sure she had good time viewing the concert.. and the best part is, your wife’s smilin all the time

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here