Setelah sekian lama tak ada penerbangan ke Eropa dengan budget airlines langsung dari region Asia Tenggara, tahun lalu Scoot membuka rute direct flight Singapura – Athena. Kini Scoot memperluas jangkauan dengan membuka rute ke Berlin dengan Scoot Airlines yang penerbangan perdananya dimulai Juni lalu dan saya termasuk menjadi salah satu yang beruntung menyicip inaugural flight Scoot ke Berlin ini.

Saya berangkat dari Jakarta ke Singapura dengan penerbangan pagi dari Scoot. Menghabiskan waktu transit sekitar 7 jam dengan beristirahat di hotel transit di Bandara Changi. Sekitar jam 10 malam akhirnya saya menuju ruang tunggu untuk menanti waktu boarding.

Ramainya Penerbangan Perdana

Saya kira penerbangan pertama akan sepi, rupanya seat-nya penuh. Nyaris seluruh tiket terjual di penerbangan perdana. Ini preseden bagus, pertama karena dengan maskapai berbudget rendah wisatawan dari Asia Tenggara bisa ke Jerman dengan mudah dan murah. Sebaliknya juga, wisatawan dari Eropa bisa dengan gampang ke Asia Tenggara dengan Scoot.

Vinod Kannan, Chief Operating Officer dari Scoot Airlines yang turut hadir dan ikut dalam penerbangan perdana ini menyampaikan bahwa rute ke Berlin adalah satu-satunya rute jarak jauh ke Eropa yang dilayani oleh maskapai berbudget rendah di Asia Tenggara. Vinod juga berharap agar dengan harga tiket yang terjangkau membuat wisatawan bisa mudah bepergian ke Eropa dengan Scoot.

Tiket pp Singapura – Berlin hanya 6 jutaan! 

Sebelum akhirnya boarding para penumpang juga bisa berfoto di photo booth yang telah disediakan oleh Scoot. Saya juga sempat berfoto dengan para blogger dan jurnalis dari Indonesia yang ikut dalam penerbangan ini. 

Akhirnya pukul 00.05 Waktu Singapura para penumpang penerbangan perdana ini dipanggil memasuki pesawat. Sebelum memasuki pendapat, setiap penumpang mendapatkan snack untuk bekal di pesawat. Hadiah khusus dari Scoot untuk para penumpang.

Snack untuk para penumpang

12 Jam di Udara

Sebelumnya ini saya pernah melakukan penerbangan panjang ke Peru, nyaris 36 jam. Namun, untuk ukuran maskapai berbudget rendah ini penerbangan jarak jauh pertama saya. Apakah senyaman maskapai full service? Apakah bisa tidur nyenyak? Itu adalah pertanyaan utama saya sebelum penerbangan ini. Namun, saya memang tak pernah ragu dengan Scoot. Sejak rutin menggunakan layanan dari maskapai ini saya harus bilang bahwa layanannya memang bagus dan memuaskan. Maka, ketika terbang ke Berlin pun saya yakin akan nyaman-nyaman saja.

Kabin Scoot Airlines dengan konfigurasi 3-3-3

Saya terbang ke Berlin dengan Boeing 787 Dreamliner yang khusus dipakai Scoot untuk penerbangan jarak jauh. Ada dua kelas dalam penerbangan ini, bisnis dan ekonomi. Saya duduk di kelas ekonomi dengan konfigurasi kursi 3-3-3. Total jenderal Scoot memiliki 17 pesawat Boeing 787 Dreamliner ini untuk penerbangan jarak jauhnya dan yang sedang dalam pemesanan masih ada 3 pesawat.

Reclining seatnya cukup tebal dan nyaman, cukup bisa direbahkan dan tidur nyenyak. Dalam 12 jam penerbangan, separuhnya saya tidur nyenyak. Jarak antar kursi pun cukup renggang. Kaki saya bisa selonjor tanpa menyentuh kursi di depan saya. Jarak antar kursi ini bagi saya esensial, karena jika dekat tentu sangat mengganggu dan tidak nyaman saat penerbangan jarak jauh. Scoot menyadari hal ini dan memberikan jarak yang renggang, bahkan sepengalaman saya, jarak antar kursi Scoot ini paling lebar di antara maskapai berbiaya rendah lainnya.

Jarak antar kursi

Dari Singapura ke Berlin perjalanan lancar, hanya ada beberapa kali guncangan selama 12 jam. Para pramugarinya pun ramah-ramah dan sangat sigap membantu para penumpang. Saya cukup tidur karena penerbangan malam dan memang lebih suka penerbangan malam dibandingkan penerbangan siang.

Makanan dan Hiburan

Mungkin banyak yang akan bertanya, ngapain coba 12 jam di pesawat di maskapai berbiaya rendah pula. By default terbang dengan maskapai berbiaya rendah memang layanannya terbatas tetapi Scoot memberikan banyak opsi layanan berbayar.

Pertama soal makanan, opsi makanan yang disediakan dalam penerbangan ini cukup banyak. Penumpang bisa memilih makanan saat memesan tiket ke Berlin. Ada banyak menu mulai menu khas Singapura seperti nasi lemak sampai menu western seperti spagheti. Saya sendiri memilih menu vegetarian di penerbangan ini sebagai teman makan malam.

Makanan saya saat di pesawat

Jika belum memesan, Scoot juga menyediakan di penerbangan tentunya dengan membeli. Tenang, opsinya tak kalah banyaknya, baik makanan maupun minumannya. Saya sempat membeli snack juga coca cola ketika kehabisan air di penerbangan. Harganya cukup reasonable.

Light meal

Wifi on Board juga tersedia di penerbangan. Saya mendapatkan jatah 100 MB di penerbangan ini, tentu saja fasilitas bagi blogger yang ikut penerbangan perdana ke Berlin ini. Namun, jika ingin membeli sendiri Scoot menyediakan beberapa paket wifi on board mulai dari 20 MB hingga 500 MB untuk mengakses internet di penerbangan ini.

Internetnya cukup lumayan untuk browsing, chat dengan WA ataupun update media sosial. Jadi saya tidak mati gaya sepanjang 12 jam di pesawat, ya walaupun 6 jamnya sudah saya isi dengan tidur sih.

Opsi paket Wifi On Board
ScooTV

Selain Wi-Fi On Board juga tersedia layanan hiburan ScooTV, ini juga berbayar. Layanan ini bisa dinikmati melalui aplikasi smartphone dan bisa menonton film maupun serial televisi yang disediakan oleh Scoot.

Kehabisan daya smartphone atau gadget? Tak ada masalah. Di penerbangan ini disediakan socket listrik yang ada di bagian bawah bangku. Jadi tak usah khawatir, asal sudah tercolok dengan socket ini maka tak ada masalah kehabisan daya, tinggal colok.

Kesan

Setelah 12 jam di pesawat, akhirnya Scoot mendarat di Berlin Tegel Airport dan disamput dengan water salute oleh dua truk pemadam kebakaran di sisi kanan dan kiri pesawat. Landingnya sangat smooth sekali dan begitu tiba di Berlin saya disambut oleh sambutan hangat para staff bandara yang turut menanti penerbangan bersejarah ini.

Saat mendarat

Di Bandara Tegel Berlin saya pun turut menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh Scoot, Otoritas Berlin dan para pemangku kebijakan lainnya. Dalam konferensi pers ini dijelaskan bahwa semoga ke depannya penerbangan ini bisa meningkatkan kunjungan wisata ke Berlin dan juga meningkatkan kerjasama antar region, Eropa dan Asia Tenggara.

12 jam penerbangan yang tergolong red eye flight, baik penerbangannya sendiri maupun layanan yang diberikan oleh Scoot Airlines ini melebihi ekspektasi. Walaupun tergolong maskapai berbiaya rendah namun layanan yang diberikan saya bisa bilang setara dengan maskapai full service. Bedanya hanya soal membayar di tiap layanan tersebut.

Selain itu menggunakan Scoot berarti menambah opsi untuk terbang ke Eropa dengan harga murah. Dari Indonesia konektivitas ke Eropa dengan Scoot bisa melalui Jakarta, Surabaya, Pekanbaru maupun Bali yang memiliki rute Scoot ke Singapura.

Jadi kenapa harus ragu menggunakan Scoot untuk ke Berlin jika harga yang ditawarkan memang murah?

Tabik.

 

 

 

 

Follow Efenerr on WordPress.com

8 KOMENTAR

  1. Hallo, mas saya senang sekali membahas tentang travel blogger mas sangat lengkap sekali penyampaiannya, nanti jika saya ada kesempatan Menulis tentang profil Mas boleh gak jika menggunakan foto-fotonya.

  2. Lumayan banget ya 12 jam! haha Kalau dapet 6 juta PP ke Berlin, ya boleh lah nih dipertimbangkan si Scoot. Kalau gak salah, mereka jg terbang ke Hawaii apa ya? Pengen nyoba..

  3. Baru sekali naik Scoot yang Dreamliner Big Yella Fella dari Sydney ke Singapura, 1,8 juta sekali jalan. Beneran budget mas, ga dapat fasilitas apa2. Untung mereka jual mie cup dan teh kaleng, lumayan buat isi waktu 8 jam.

  4. Mohon info… Mas… beneran harga nya untuk tanggal penerbangan ke Berlin Tegel tgl 23 Oct 2018 seharga 2.777.000..
    murah amat ya ?
    Berat bagasi cuma 10 Kg ya ?

    tks telah berbagi pengalaman nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here