Setiap mau ke luar negeri pasti selalu saja ada pertanyaan soal bagaimana dengan pembiayaan selama di luar negeri. Semua orang pasti punya pertimbangan sendiri-sendiri, ada yang membawa cash valas, ada yang bawa kartu kredit, ada yang bawa rupiah baru ditukar di negara tujuan, ada yang bawa cek travel dan segala macamnya.

Dari semua metode tersebut, pernah terpikir tidak untuk cashless saat pergi ke luar negeri?

Awalnya saya berpikir cashless itu tidak mungkin di luar negeri dengan segala keribetannya. Apa mungkin bank kita bisa digunakan saat keluar negeri? Apa mungkin bisa survive tanpa bawa cadangan cash saat keluar negeri? Bagaimana nanti di imigrasi jika ditanya bawa uang cash berapa? Dan bayangan-bayangan lainnya.

Lalu saya pikir kenapa tidak mencoba? Apa salahnya untuk mencoba cashless saat traveling ke luar negeri dan itu saya coba saat ke Thailand dua bulan lalu. Saya benar-benar mencoba untuk tidak membawa uang tunai dan hanya berbekal kartu Jenius untuk ke Thailand.

Bagaimana pengalamannya?

Di hari pertama saat keluar Bandara Svarnabhumi karena tidak ada yang dibeli ya saya tidak ambil uang di ATM, juga karena sudah dijemput dari bandara saya juga tidak membutuhkan uang atau menggunakan transaksi yang harus mengeluarkan uang. Begitu juga berlanjut sampai hari ketiga, karena saya mengikuti konferensi dan hanya dari hotel ke tempat konferensi maka juga tidak spending dana. Dari hari pertama sampai hari ketiga masih belum keluar biaya.

Acara Konferensi
Acara Konferensi

Di hari keempat barulah ada transaksi, jadi di hari keempat ini adalah acara bebas yang mana peserta konferensi dibolehkan keliling Bangkok sepuasnya. Saya yang sejak di Indonesia sudah dititipi istri beberapa belanjaan kemudian menggunakan kesempatan ini untuk belanja. Karena menginap di Siam, maka tak susah-susah, sederetan Siam isinya mall dan ada skywalk yang nyaman, jadinya saya bisa berjalan kaki dari mall ke mall tanpa mengeluarkan biaya.

Saya mampir di toko Palladium yang koleksinya jauh lebih banyak daripada toko Palladium di Indonesia. Merek Palladium ini salah satu merek sepatu favorit kami karena build quality yang kokoh serta bahan yang kuat. Saya belanja sepatu untuk saya dan istri saya, saat membayar saya tinggal menggunakan Kartu Debit Jenius. Sebagai jaga-jaga kalau tidak bisa ya tidak masalah, saya bisa ambil uang di ATM.

Palladium Shoes

Ternyata bisa! Kartu Debit Jenius tinggal gesek bayar saja. Sepanjang merchant yang dituju menerima pembayaran melalui Visa maka Kartu Debit Jenius bisa digunakan. Selain itu tidak ada biaya yang dikenakan atas belanja di merchant tersebut.

Karena saya khawatir banyaknya scam yang terjadi di transaksi ini, maka saya cek melalui aplikasi Jenius di gawai. Di situ sudah tertera transaksi yang keluar dalam rupiah. Perlu diingat agar berhati-hati saat berbelanja di luar negeri apalagi menggunakan transaksi kartu baik debit maupun kredit saat di luar negeri. Nah, sebagai langkah pengamanannya itulah saya bisa cek aplikasi Jenius, jadi bisa langsung cek-cek semuanya.

Karena percobaan pertama lancar, maka selanjutnya saya gunakan untuk membeli makanan dan minuman saat makan siang. Dari pagi hingga malam karena hanya berkeliling se-area Siam dan hanya dari mall ke mall maka Kartu Debit Jenius-pun yang digunakan, beli gesek, bayar gesek. Hingga hari keempat ini masih cashless.

Hari kelima saya keliling Bangkok untuk mencari kedai kopi. Masalahnya adalah lokasi kedai kopi yang cukup jauh ditempuh dari hotel dan harus naik angkutan umum. Karenanya saya harus mengambil uang di ATM.

Kalau di luar negeri dan membawa Kartu Debit Jenius, pastikan mengambil uang di ATM yang berlogo Visa. Saya ambil secukupnya karena tujuan hari ini hanya untuk ngopi-ngopi saja.

Begitu ada transaksi pengambilan uang, saya bisa langsung mengecek melalui fitur In and Out di aplikasi Jenius. Sudah tertera nominal yang saya ambil dalam kurs rupiah. Jadi saya tak perlu repot-repot lagi untuk melakukan penghitungan kurs dari pengambilan uang di ATM ini.

Belanja Kopi di Roots Bangkok

Sebagai info, kalau ada transaksi pengambilan uang di ATM di luar negeri, ada biaya penarikan sebesar Rp 25.000,00 per penarikan. Karena mungkin bagi sebagian orang ini nominal yang cukup besar maka saya sarankan agar tiap pengambilan uang ini dihitung benar-benar agar tidak berkali-kali. Jadi cukup sekali saja tetapi sudah cukup untuk mengcover perjalanannya.

Mudahnya mengambil uang dengan Jenius bisa mengurangi jumlah uang cash yang dibawa saat hendak keluar negeri. Dengan demikian risiko kehilangan uang bisa diminimalisir. Perlu diingat bahwa membawa uang banyak uang cash tentu risikonya juga besar, misalnya hilang saat di pesawat, kasus seperti ini beberapa kali terjadi karena ada sindikat pencuri di pesawat. Risiko lain juga kecopetan saat di negara tujuan, apalagi di negara tertentu yang terkenal dengan scam dan copetnya. Dengan meminimalisir membawa uang cash, setidaknya bisa meminimalisir risiko-risiko tersebut.

Selain itu dengan meminimalkan menggunakan uang cash saya merasa lebih hemat karena tak memegang banyak uang. Pengeluaran pun bisa dimonitor melalui saldo yang ada di aplikasi Jenius. Bahkan jika ingin mencoba lebih mengirit lagi maka melalui aplikasi Jenius bisa mengatur limit penarikan harian seberapa banyak. Jadi pengeluaran di kartu debit bisa diatur dan tidak ada kata boros saat jalan-jalan keluar negeri.

Kalau kartu hilang gimana? Aduh jangan sampai ya, karena cukup repot jika kehilangan barang di luar negeri. Namun, jika dengan Jenius andaikata pahit-pahitnya kena musibah karena kehilangan kartu maka tinggal melakukan pemblokiran sementara melalui fitur Card Center. Lalu bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang tanpa harus memikirkan kartu yang hilang.

Apakah itu saja fitur dari Jenius? Tidak. Masih ada lagi fitur kartu Jenius yang belum saya gunakan yaitu Visa Contactless. Ini adalah teknologi kartu Visa terbaru yang bisa melakukan pembayaran tanpa perlu menggesek kartu, hanya cukup menempelkan di mesin pembayaran. Hanya saja harus ditempelkan pada merchant yang menyediakan mesin Visa Contactless. Gampang kan? Hanya karena di Thailand kemarin belum nemu merchant seperti ini jadi belum bisa digunakan, mungkin lain kali ketika di negara lain.

Total jenderal lima hari di Thailand ternyata tak bisa sepenuhnya cashless, walau demikian setidaknya dengan Jenius saya bisa meminimalisir penggunaan uang cash. Setelah merasakannya ternyata enak juga ya mencoba cashless, tak perlu khawatir banyak bawa uang atau repot cari-cari money changer, tinggal tarik di ATM atau belanja tinggal gesek.

Yang jelas dengan mencoba cashless ini saya bisa lebih irit, mengurangi resiko bawa uang banyak, serta lebih bisa mengatur budget jalan-jalan. Saya sarankan buat para traveler agar ke depannya kalau mau keluar negeri bawa uang secukupnya saja, sisanya pakai debit card untuk belanja, bayar merchant ataupun ambil uang di luar negeri. Lebih aman dan nyaman.

Jadi, ada yang mau mencoba cashless kaya saya saat traveling ke luar negeri?

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

14 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here