Setiap musim tiket promo, tiket gratis, tiket nol rupiah pasti khalayak berlomba-lomba berburu tiket murah. Begitupun kalau ada travel fair, itu yang namanya travel fair pasti penuh orang. Saya sekalinya ikut travel fair dapat tiket ke Jepang seharga 4 juta pp tapi itu ya harus antri dari sebelum jam 6 pagi.

Tiket promo memang menggiurkan, siapa yang tidak mau dapat harga semurah mungkin tapi pergi sejauh mungkin. Secara tak langsung, tiket promo meningkatkan gairah melancong, ada timbal baliknya juga bagi daerah wisata menjadi ramai pengunjung.

Namun, semenggiurkannya tiket promo saya jarang-jarang lho ikut promo. Karena saya bukan tipe yang kuat mantengin tiket promo, apalagi bersabar melek malem-malem demi bandwith yang aduhai kencang. Mindset saya lebih ke ada uang ya saya beli tiketnya, tidak ada uang ya tidak.

Jadi, kalau saya pribadi jalan-jalan tak melulu menggantungkan tiket promo. Mahal? Engga juga, ada beberapa trik untuk mendapatkan tiket reguler demi tiket promo.

Cara pertama adalah dengan miles atau poin. Tiap-tiap maskapai biasanya ada loyalty program dalam bentuk miles atau poin sebagai penghargaan pada pelanggannya. Tiap terbang dapat poin berapa, dapat kelas keanggotaan apa dan sebagainya. Nah, poin itu nanti bisa ditukar dengan tiket gratis.

Tapi apa hanya jika harus terbang? Tidak dong! Bahkan tanpa terbang poin bisa bertambah. Kok bisa? Bisa.

Caranya adalah dengan memanfaatkan afiliasi loyalty program. Biasanya ada tawaran bundling dengan kartu kredit akan menambah poin, jika ada tawaran tersebut maka bisa apply, makin banyak berbelanja makin banyak poin.

Begitu poin sudah terkumpul, bisa ditukar dengan tiket.

Lalu cara biar belanjanya banyak gimana? Gampang. Kalau ada teman butuh kartu kredit, tawarin saja, asalkan teman bisa dipercaya dan amanah maka ga ada masalah. Tanpa kita yang belanja-pun, pundi-pundi poin akan makin bertambah.

Cara kedua adalah beli mepet-mepet. Saya ga tahu ini sekedar teori atau tidak, akan tetapi tiket pesawat full service kalau beli mepet-mepet kadang jadi lebih murah. Tetapi ini sering terjadi dan saya jadi berpikir jangan-jangan yang penting tiket terjual, harga berapapun no problem.

Kontranya adalah saya tak pernah beli tiket maskapai berbudget rendah mepet-mepet tanggal keberangkatan. Karena biasanya justru harganya bisa lebih mahal daripada maskapai full service. Mungkin mindsetnya “ini lho tiket tinggal sedikit”, mau beli engga?

Jika sudah tau karakteristik dan bedanya dua maskapai tersebut maka bisa atur-atur jadwal beli. Kalau jauh-jauh hari ya beli maskapai berbudget rendah, kalau mepet-mepet bisa coba full service siapa tahu lebih murah.

Selanjutnya adalah memanfaatkan diskon promo aplikasi OTA. Jujur saya paling sering menggunakan diskon ini karena tidak ribet dan kadang waktunya sering mengejutkan. Contohnya ya sore ini, ketika sedang santai tiba-tiba cek ada promo dari aplikasi Pegi-pegi, nama promonya Gempita dengan diskon sampai dengan 600.000.

Murah banget kan terbang dengan bonus diskon dari Pegi-pegi ini?

Oia, karena diskon ini khusus untuk aplikasi, maka install dulu aplikasinya. Pakai aplikasi Pegi-pegi juga cukup mudah. Setelah install maka langsung gunakan saja di gawai, tampilannya sangat memudahkan pengguna. Nilai plusnya adalah banyak diskon yang khusus ada aplikasi dan tidak ada di web, jadi diskon sering bertebaran di aplikasi. Lagipula zaman sekarang semua pakai aplikasi, kan? Lebih mudah.

Tambahan satu lagi, diskon-diskon seperti ini biasanya muncul tiba-tiba. Kalau saya lebih enak, saya tak perlu memantau tiket jauh-jauh hari, tak perlu menunggu tengah malam, tinggal buka, klik lalu beli.

Cara berikutnya adalah terbang tengah minggu. Harga tiket tengah minggu memang sudah biasanya lebih murah daripada akhir pekan. Hal ini bisa dilogika karena permintaan di akhir pekan biasanya lebih tinggi daripada tengah minggu.

Permintaan tengah minggu lebih sedikit, jadinya tiket pun murah meriah. Hukum ekonomi sederhana, ada permintaan ada penawaran. Permintaan naik harga tinggi, permintaan berkurang harga murah.

Ada cara lagi yaitu memanfaatkan diskon afiliasi. Biasanya diskon ini berbalut keanggotaan tertentu yang sudah bekerja sama dengan maskapai. Misalnya, saya pegawai perusahaan A atau alumni universitas B. Jika keduanya sudah berafiliasi maka akan mendapatkan diskon dengan presentase tertentu.

Biasanya diskon ini hanya ada di maskapai full service. Tidak semua sih, ada beberapa maskapai berbudget rendah menawarkan diskon model ini. Tarif diskonnya tidak cukup besar, tetapi lumayan lah harga tiket tereduksi lebih murah.

Mencoba pesan lewat telepon juga bisa dicoba. Saya pernah dapat tiket dengan selisih sampai 300.000 untuk penerbangan ke Makassar gara-gara saya beli tiket pesawat langsung lewat telepon melalui atau customer care.

Cara ini mungkin yang paling old school, tetapi masih layak dicoba. Biasanya metode pembayarannya saya pakai ATM, nanti costumer service akan memberikan kode bayar dan tinggal bayar di ATM. Saya gatau sekarang lebih murah atau tidak, tetapi siapa tahu mau coba.

Tiket untuk jam penerbangan yang tidak diminati orang juga bisa lebih murah. Saya pernah ke Surabaya berangkat jam 11 malam dari Jakarta. Tiket harga maskapai budget tetapi naik full service. Di pesawat hanya ada lima penumpang termasuk saya. Pas saya tanya-tanya dengan kru kabin, ternyata pesawat ini ke Surabaya karena besok paginya akan balik ke Jakarta menjadi penerbangan pertama.

Masih ada banyak cara lain, juga ada keberuntungan-keberuntungan berburu tiket murah. Ada teman saya dapat tiket murah ke Amerika Serikat karena glitch pada sistem pemesanan maskapai, tiba-tiba tiket ke Amerika hanya seharga beberapa juta rupiah saja. Sebuah kemustahilan yang menjadi kenyataan.

Bagi teman-teman yang malas mencari tiket murah lewat promo, jangan menyerah ya. Masih ada cara mendapat tiket murah tanpa perlu begadang menanti tiket promo.

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

18 KOMENTAR

  1. mantap sekali ya mas hehe

    kalau yang beli mepet-mepet saat ini sudah gak aefektif lagi ya mas, karena sekarang klu beli mepet harga semakin melambung naik tinggi sekali. Habis itu blm tentu juga bisa di order karena jadwal yang mepet..

  2. Tadi pagi aku juga pakai promo pegi-pegi mas buat ambil tiket Semarang – Karimunjawa (PP) 23-25 des, lumayan dapat potongan 140ribu. Lumayanlah, karena risiko pulang pas tanggal merah & libur panjang tiket agak naik. Tetep bersyukur 🙂
    Lirik promo aplikasi yang lain bisa dapat kalau pembelian tiketnya minimal sejuta.

  3. maskapai berbudget rendah bedanya apa ya mas dengan maskapai full service ? atau tergantung jenis operator pesawatnya, contoh air asia itu budget rendah, garuda maskapai full service, apa seperti itu?..
    terkait poin terakhir yg faktor keberuntungan, kemarin kalo nggak salah entah eror atau gimana, maskapai singa merah sempet murah banget di traveloka..hehe..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here