Orang Indonesia mayoritas tahu soal Genting untuk satu hal, judi. Tahunya Genting itu kompleks isinya kasino dan judi, padahal ya judi dan kasino hanyalah satu bagian dari banyak hal tentang Genting Highland yang kompleksnya luas betul.

Kawasan Genting Highland sendiri menjadi salah satu tempat favorit saya di area Kuala Lumpur. Walau jauh dari pusat kota, tetapi nyaris setiap ke Kuala Lumpur saya pasti selalu bertamasya ke Genting.

Apakah tak bosan? Tidak juga, karena selalu ada hal baru di Genting Highland.

Genting, yang nun jauh di atas puncak gunung yang kadang awan berarak masih kalah tinggi, adalah kawasan yang sebenarnya sangat mudah dicapai. Walau kesannya jauh, tetapi sebenarnya ada banyak sekali moda transportasi untuk ke Genting. Paling murah bisa naik shuttle bus dari Bandara atau KL Sentral atau beberapa titik lain di Kuala Lumpur. Jika tidak pakai angkutan umum pun, pengunjung bisa naik Grab atau Taksi untuk ke Genting Highland, jadi ke Genting itu sangat mudah sekali.

Di kalangan warga Malaysia sendiri, Genting Highland menjadi favorit untuk kunjungan wisata, apalagi di kalangan keluarga. Wisata di Genting Highland sebenarnya menarik dan unik, berada di puncak gunung tinggi tetapi penuh dengan keramaian dan keriaan. Tak hanya warga Malaysia, banyak sekali wisatawan asing yang turut menikmati Genting Highland.

Jika memang ramai begini, kenapa tidak berlibur ke Genting kan? Apalagi di tahun 2019 ini pihak Resort World melakukan banyak sekali pembaruan di kawasan Genting Highland yang tentu akan membuat Genting Highland makin bisa menjadi salah satu opsi kunjungan saat melancong atau berwisata ke Kuala Lumpur.

Hari Satu

Tiba di bandara KLIA 2 saya langsung ke Genting Highland. Bagi yang mau langsung ke Genting Highland caranya mudah, dari area kedatangan bisa langsung menuju ke area terminal bus untuk langsung mencari bus ke Genting Highland, tiket bisa beli online atau langsung di konter. Perjalanan dari bandara menuju Genting Highland bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 – 2 jam, tergantung dari kondisi lalu lintas.

Di Genting Highland saya menginap di Theme Park Hotel. Hotel ini berada di seberang area Theme Park yang kelak akan beroperasi segera. Interior ini unik dengan banyak sekali grafiti di dinding. Kamar tidurnya cukup luas dengan kasur yang tak kalah empuknya. Lega dan luas pokoknya.

Area Theme Park Hotel ini sudah diperluas untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung. Saat ini sudah dibangun area kedua yang dihubungkan dengan lorong panjang yang berfungsi sebagai penghubung antara gedung utama dengan area tambahan. Lorongnya cukup cantik dengan kaca warna-warni yang begitu estetik.

Usai check in saya menuju The Laughing Fish by Harry Ramsden. Ini adalah restoran Fish n Chips yang begitu populer di negara asalnya, London. Harry Ramsden ini sendiri dikatakan sebagai Bapak Fish n Chips karena saking populernya restorannya. Di sini saya menikmati beragam menu mulai dari Fish n Chip sampai beragam hidangan lainnya yang ditutup dengan dessert es krim yang super segar.

Ternyata The Laughing Fish ini adalah salah satu restoran yang ramai di Genting Highland. Pengunjung tak berhenti datang demi menyicip Fish n Chips yang sudah tersohor ini.

Sudah kenyang, sudah bahagia berarti bisa menikmati area lain di Genting. Saya menuju Skytropolis Funland yang merupakan indoor theme park terbesar di Genting Highland. Di sini tumpah ruah segala wahana permainan di dalam gedung seluas 400.000 sq ft.

Ada banyak wahana permainan yang bisa dipilih dengan tiket seharga 11 Ringgit Malaysia per wahana. Jika ingin lebih mudah maka bisa membeli tiket terusan, harganya 64 Ringgit Malaysia. Dengan tiket terusan ini selain jatuhnya lebih murah juga memudahkan untuk masuk wahana tanpa perlu beli tiket lagi, tinggal scan tiketnya dan masuk untuk menikmati wahananya.

Saya sendiri naik yang enteng-enteng saja, carousel, bom-bom car dan semacamnya. Kalau mau yang adrenalinenya berlebih tentu bisa naik yang lebih menantang.

Usai main-main di Skytropolis saya menuju ke The Void, tempat ini adalah tempat permainan VAR yang sangat advance. Ada dua permainan yang tersaji untuk saya mainkan, yang pertama adalah Ghostbuster, di sini saya menjadi para pembasmi hantu. Sementara yang kedua adalah Star Wars, di sini saya akan melawan para Stormtrooper dan Darth Vader.

Saya akai bahwa VAR ini sangat advance dan real. Saya dibawa menuju petualangan seru, efeknya pun begitu nyata. Saat ada api akan terasa panas, saat ketemu angin tiba-tiba jadi dingin. Kombinasi cerita dan tokohya benar-benar membawa saya ke dunia fantasi Hollywod.Harga tiketnya adalah 138 Ringgit Malaysia, sebelum masuk ke arena maka akan diberikan pakaian khusus dari The Void yaitu sepaket kacamata VR berikut senjatanya.

Keseruan hari pertama ini lalu diakhiri dengan menikmati santap malam dengan panorama kabut yang menyelimuti Genting. Makan malam macam begini bisa dinikmati di Restoran High Line. Lokasinya ada di rooftop jadi panorama Genting pada malam hari bisa dinikmati sepuasnya.

Hari Dua

Di hari kedua ini saya terbangun saat kabut masih menyelimuti Genting. Waktu sudah menunjukkan jam delapan pagi tetapi kabut masih cukup tebal. Namun, mendekati jam sembilan pagi, kabut mulai menipis dan meninggalkan Genting menuju area yang lebih rendah.

Dari Genting pemandangan mulai magis, seolah Genting berada di atas lautan kabut dan awan.

Hari kedua adalah hari senang-senang dan penuh gembira. Saya langsung menuju Eagle Zipline, ini adalah wahana penuh tantangan di mana saya akan menyeberang di atas Skytropolis dengan meluncur dan tergantung di atas ketinggian.

Rasanya menegangkan. Dalam 30 detik saya sudah meluncur melewati area Skytropolis dari ketinggian.

Untuk merasakan adrenaline menggelegak lewat Zipline ini saya harus menggunakan alat keamanan yang lengkap dan kumplit. Hal ini sudah merupakan kewajiban dan standar keamanan yang harus dipenuhi saat mencoba Zipline.

Usai mencoba Zipline yang menegangkan saya masuk ke area Ripley’s Believe it Or Not Adventureland. Ini adalah wahana bermain interaktif yang dilengkapi dengan beberapa restoran. Kompleksnya sendiri terdiri dari beberapa wahana yang bisa dikunjungi.

Pertama saya mengunjungi Zombie Outbreak. Ini adalah semacam rumah hantu dengan level ngagetin yang lebih tinggi. Sudah takut ditambah kaget, sepanjang 45 menit berada di Zombie Outbreak rasa-rasanya jantung ga bisa pelan-pelan berdegupnya. Zombienya mengikuti, mengagetkan bahkan tiba-tiba muncul mendadak.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Farchan Noor Rachman (@efenerr) on

Keluar-keluar dari tempat ini pokoknya badan penuh keringat dingin saking seringnya kaget.

Selanjutnya saya ke Jurrasic Research Centre. Tempat ini adalah semacam area interaktif yang berisi edukasi tentang dinosaurus. Begitu memasuki tempat ini saya seolah dibawa ke era Jurrasic jutaan tahun silam. Ada beberapa segmen di tempat ini, segmen pertama adalah display kehidupan dinosaurus, segmen berikutnya adalah segmen fosil yang isinya keterangan fosil dan edukasi tentang bagaimana kehidupan dinosaurus pada zamannya.

Beberapa keterangan di tempat ini cukup mengejutkan dan menambah pengetahuan tentang dinosaurus. Bagi orang tua yang ingi mengajak anak-anaknya untuk tahu lebih banyak soal dinosaurus sepertinya tempat ini tempat yang cocok. Sangat interaktif dan edukatif.

Berikutnya saya menuju Ripley’s Believe it Or Not Odditorium. Ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan Ripley’s Believe it Or Not Adventureland karena seolah ingatan terlempar di masa kecil dulu. Dulu Ripley’s Believe it Or Not adalah salah satu acara populer di televisi yang menyajikan hal-hal ajaib dari seluruh dunia.

Dan saya melihatnya langsung sekarang di depan mata.

Koleksi di Ripley’s Believe it Or Not Odditorium memang menakjubkan. Mulai dari profil manusia yang ajaib sampai karya-karya seni yang aneh. Koleksinya meliputi topeng dari suku kuno di Amerika Selatan sampai patung yang terbuat dari barang bekas. Pokoknya segala macam keanehan dan keajaiban tumplek blek di sini.

Bagian terakhir dari Ripley’s Believe it Or Not Adventureland yang saya datangi adalah Alive Museum yang merupakan museum gambar 3 dimensi. Museum ini merupakan instalasi gambar 3 dimensi dan beberapa instalasi lampu dan di setiap instalasinya pengunjung bisa menghabiskan waktu untuk berfoto.

Kombinasi antara instalasi gambar 3 dimensi dan instalasi seni lainnya memang cukup unik dan membuat tempat ini sangat layak dikunjungi.

Lepas mengunjungi keempat tempat tadi, saya kemudian menikmati hiburan lain yang lebih santai, nonton film. Di Genting Highland ini terdapat satu bioskop 4D dan IMAX yang menayangkan film-film terkini, namanya Bona Cinemas. Film yang saya tonton adalah Alita, film yang dibikin oleh kreatornya Avatar.

Saya hanya terperangah saat masuk ke bioskopnya. Ini adalah bioskop luksuri, kelasnya paling tinggi. Kursi lebar, bisa rebah, juga dilengkapi efek 4D yang bisa diatur sendiri kekuatan efeknya. Sebagai teman nonton saya membawa popcorn dan softdrink ke dalam bioskop.

Ini bioskop mewah sekali sih memang. Cocok pokoknya kalau mau menikmati sensasi lebih nonton film di sini.

Dalam sehari penuh menikmati wahana dan nonton film sebenarnya sudah memakan waktu pagi sampai sore. Jadi jangan khawatir di Genting Highland akan kehabisan agenda, dijamin banyak acara dan tak akan mati gaya.

Sebenarnya selain ke tempat tadi, di sela-sela menikmati wahana, ada hiburan-hiburan lain yang layak dicoba. Seperti tiba-tiba ada rombongan Pikachu lewat saat sedang makan malam di Motorino.

Jika pagi sampai sore sudah mencoba wahana di Genting Highland, malamnya saya ajojing sebentar di Zouk. Kebetulan sedang ada Robin Schulz yang main di Zouk, lumayan lah satu dua jogetan.

Hari Ketiga

Hari terakhir di Genting Highland adalah hari yang santai. Mengingat malam sebelumnya ajojing sampai hampir tengah malam, hari ketiga dimulai saat matahari sudah tinggi. Dari kamar hotel saya masih enggan bergerak walau matahari sudah meninggi.

Karena santai maka tujuan saya hanya ke Chin Swee Caves Temple. Dari hotel saya naik gondola turun ke bawah ke arah kuil.

Pada 1975, Tan Sri Dato Seri Lim Goh Tong mulai membangun kompleks kuil ini dan baru selesai seluruhnya pada tahun 1994. Kompleks kuil ini dibangun mengikuti pakem yang ada di Fujian, Tiongkok, tempat asal Tan Sri Dato Seri Lim Goh Tong. Dibangun dengan susah payah karena harus membangun konstruksi bangunan di tebing yang curam, kini kompleks kuil ini menjadi salah satu tempat paling menarik di Genting.

Lokasi kuil ini memang menarik sekali. Pemandangan terhampar begitu indah, hijau biru berpadu di depan mata. Mengeksplorasi kuil ini pun bisa sampai puas. Boleh masuk ke area kuil atau naik pagoda sampai tingkat tertinggi juga bisa.

Saya cukup beruntung saat mengunjungi kuil ini suasana sedang sepi. Jadi bisa berpuas diri memotret di area kuil. Siang sedikit pasti sudah penuh orang yang mengunjungi tempat ini.

Kuil ini menjadi tempat terakhir yang saya kunjungi di Genting, selepas dari sini saya kembali ke hotel lalu langsung ke bandara untuk pulang ke Indonesia.

Tiga hari di Genting ternyata mengasyikkan. Opsi untuk stay di Genting bisa merupakan opsi lain saat berwisata di KL. Ada banyak atraksi menarik, ada banyak tempat belanja, ada banyak tempat makan enak, ada banyak wahana permainan yang bisa dicoba.

Jadi, kenapa tidak mencoba mengeksplorasi Genting Highland?

Tabik.

Catatan ini adalah hasil jalan-jalan di Genting Highland bersama Resorts World Genting.

Follow Efenerr on WordPress.com

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here