Ke Jepang tanpa rencana.

Bulan ini sudah hampir 8 tahun blog traveling ini ada, saya ingat dulu sekali saya membuat blog ini karena banyak kisah traveling saya yang tercecer di mana-mana. Awal blog ini dibuat ya memang untuk mendokumentasikan kisah yang tercecer tersebut agar lebih terstruktur, lebih rapi.

Catatan yang tercecer tersebut sebenarnya bermula gara-gara spontanitas saya dalam traveling. Sejak awal mula bergelut, suka dan gemar traveling, saya memang selalu spontan, tidak pernah merencanakan mau kemana, naik apa, menginap di mana dan sebagainya. Saya lebih suka dadakan, begitu ada duit dan ada kesempatan ya ayo, berkemas tak pakai lama maka langsung jalan.

Namun, tak semua orang suka yang spontan. Sebagian orang tentu lebih suka liburan yang teratur, serba terukur, terjadwal. Hal itu tentu bisa dimaklumi karena banyak orang lebih suka yang pasti-pasti dan aman. Semua sudah terencana jadi berangkat pun tenang

Saya bukan tipe seperti itu, pernah mencoba tetapi justru jadi stressful karena belum berangkat saja sudah pusing duluan. Kecuali visa yang memang butuh jauh-jauh hari jika berkunjung ke negara tertentu, saya tak punya persiapan khusus. Belum lagi soal idiom, kalau direncanakan biasanya gagal. Dan ya memang idiom itu bagi saya benar belaka, sudah direncanakan jauh-jauh hari tiba-tiba batal karena banyak hal, ruginya banyak jadinya, ya rugi waktu juga rugi uang, Makanya, saya kemudian memilih spontan saja kalau mau liburan, baru mulai siap-siap sebelum hari-H atau lebih parah lagi, beberapa jam sebelum berangkat. Mepet, cepat lalu berangkat.

Liburan dadakan bagi saya selalu lebih menyenangkan, juga menantang. Efek kejutan yang muncul juga bisa lebih mendebarkan. Kita tak tahu apa yang ada di depan sana kelak saat tiba dan itu bagi saya menimbulkan rasa ingin tahu. Keingintahuan yang lalu dilampiaskan saat jalan-jalan.

Karena saya melakukan liburan dadakan macam ini sudah lama sekali, jadi ya sekarang tak pernah khawatir lagi, kalau dulu pas pertama ya waduh, grogi, nervous, takut tak terperi. Sekarang sudah santai saja, saya biasanya cuma berbekal tiket pesawat dan hotel, selain itu nanti saja dipikir saat sudah di destinasi.

Efek kejutan hanya satu hal, hal paling penting dari liburan dadakan bagi saya adalah bagaimana belajar tidak berekspekstasi. Dengan liburan dadakan saya menihilkan segala rencana-rencana, tidak ada list what to visit, what to do, what to try, saya datang dengan ketidaktahuan sama sekali dan setelah berkunjung saya akan mendapat banyak pengalaman baru yang memperkaya.

Karena mindset begini, saya tak pernah khawatir terlewat destinasi tertentu, dus saya tak pernah punya destinasi impian. Apapun destinasi yang pernah saya kunjungi, maka itulah yang saya nikmati. Sepulang liburan tidak pernah ada rasa sesal karena tidak mengunjungi tempat tertentu karena ya tidak pernah ada rencana untuk mengunjungi tempat tertentu. Enak bagi saya, bebas, lepas, tak ada beban.

Cuma memang ada satu hal penting yang barangkali perlu dimiliki kalau ingin pengin liburan dadakan, mental. Jika ingin liburan yang spontan, tanpa rencana ya mental harus siap, mental untuk bertemu hal-hal yang bisa jadi tidak diduga-duga, apapun itu bentuknya.

Tentu saja tidak semua orang bisa liburan dadakan, tetapi rupanya akhir-akhir ini justru banyak yang melakukan liburan dadakan. Dari artikel-artikel yang saya baca ternyata memang generasi milenial ini lebih suka melakukan liburan dadakan, spontan, tidak terencana.

Lebih lanjut lagi, banyaknya millenial yang melakukan liburan dadakan ini karena kadang terlalu banyaknya aktivitas bahkan hingga akhir pekan. Jadilah ketika ada waktu kosong, langsung saja gas untuk liburan. Hanya perlu cek satu dua hal, lalu pergi jalan-jalan. Selain itu tidak semua orang punya resources untuk liburan terencana, ada yang terkendala waktu, ada yang terkendala uang. Mungkin generasi milenial sekarang ini jadi lebih realistis dan oportunis, begitu ada kesempatan ya sudah gunakan saja maksimal untuk jalan-jalan.

Untungnya tren generasi milenial yang senang liburan dadakan ini bisa terfasilitasi dengan canggihnya teknologi. Traveloka contohnya yang menyediakan fitur saved and collection di aplikasi smartphonenya. Fitur-fitur yang dikembangkan oleh Traveloka ini memungkinkan para penikmat liburan dadakan untuk merencanakan hal-hal terkait liburan mendadak, misal tiba-tiba ingin weekend ini langsung pergi, fitur ini bisa dipakai untuk membuat shortlist rencana weekend. Dengan shortlist ini minimal ada hal-hal yang bisa jadi pegangan untuk jalan-jalan.

Fitur saved and collection ini juga akan berguna setelah user mencari apa yang diinginkan dan mencocokkan tanggal, user juga bisa langsung cek daftar harga dan memanfaatkan notifikasi dari fitur Price Alert serta kalender harga. Enaknya lagi, user bisa memodifikasi fitur ini untuk mengelompokkan item-item sesuai tema liburan yang diinginkan. Pokoknya user bisa membuat penyesuaian sesuai selera.

Fitur saved and collection di aplikasi Traveloka

Saya sudah menggunakan fitur ini sejak rilis tahun ini. Jika dulu saya benar-benar blank sebelum jalan-jalan, kini dengan fitur saved and collection saya minimal punya basic information yang bisa diandalkan. Nah, dari semua hal tentang fitur saved and collection ini hal yang paling saya sukai adalah keleluasaan untuk mengatur daftar item itinerary online. Daftar ini esensial karena bisa jadi pegangan bagi saya untuk menentukan tujuan berikutnya saat trip apabila saya sudah mentok tidak ada ide lagi mau kemana-kemananya. Sungguh fitur ini sangat powerful bagi penggemar liburan dadakan seperti saya dan barangkali banyak generasi millenial lainnya.

Tampilan koleksi yang bisa disimpan
Tampilan koleksi

Sekarang ini zaman sudah canggih, teknologi makin berkembang dan akan memudahkan banyak hal. Aplikasi bermunculan, fitur membantu, Traveloka dengan fitur saved and collectionnya misalnya. Jadi sekarang tak perlu ragu-ragu kalau tak ada persiapan, atau kurang terencana. Buka Traveloka saja dan cuss tanpa ragu.

Tabik.

 

Follow Efenerr on WordPress.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here