DSCF9614_opt

Pagi dari hotel Ibis Singapore on Bencoolen terasa menyenangkan, beberapa waktu yang lalu saya tergabung dengan 50 orang travel content creator dari 8 negara di Asia Pasifik berkumpul di Singapura dan mengikuti #TribeSkyscanner Asia Pacific Workshop.

Delegasi dari Indonesia adalah saya, Marischka Prudence, Tekno Bolang dan Barry Kusuma, ditemani 2 content writer Skyscanner Indonesia, Pradiktya Dwi Anthony dan Kania Kismadi.

Sementara itu, di Singapura sudah menunggu Tika Larasati, dulunya adalah empunya Skyscanner Indonesia yang kemudian karena prestasinya ditarik ke Skyscanner HQ di Edinburgh. Keren ya? Juga ada Harold dan Gerard, dua pentolan Skyscanner Singapura yang menjadi pendamping tim Indonesia dan Filipina.

Kantor Skyscanner
Kantor Skyscanner

#TribeSkyscanner menarik karena content creator dari tiap-tiap negara bisa saling belajar satu sama lain di kantor Skyscanner Singapura. Para peserta yang menginap di hotel Ibis Singapore on Bencoolen berkumpul dan berangkat bersama menuju kantor Skyscanner Singapura di daerah Chinatown.

Pada hari pertama, titik berat workshop ini adalah bagaimana membangun konten tentang traveling di internet. Oleh sebab itu Skyscanner memberikan beberapa insight-insight menarik tentang bagaimana berkreasi untuk membuat konten traveling yang menarik di internet.

DSCF9318_opt
Materi Content
DSCF9311_opt
Saat break kelas

Materi-materi yang menarik, sejauh ini pola konten di internet adalah bagaimana menjadi viral atau long lasting. Memilih mengeluarkan artikel yang bombastis dan cepat populer atau memilih memiliki konten yang konsisten disukai dari hari ke hari dalam jangka waktu yang panjang.

Maka dari itu titik berat materi workshop kali ini adalah bagaimana membaca pola penikmat konten. Selama ini banyak pembuat konten yang egois, mengeluarkan konten yang disukai, yang menurut si kreator bagus tanpa melihat sisi penikmat konten.

Pemateri dari Skyscanner menyadarkan bahwa sebelum membuat konten, petakan dulu apa konten yang diinginkan oleh khalayak. Misalkan jika dalam travel blog, konten-konten yang paling banyak dicari adalah konten tentang panduan perjalanan, budgeting dan baru setelah itu jurnal perjalanan. Semakin informatif, semakin banyak disukai.

Tika Larasati sedang presentasi
Tika Larasati sedang presentasi

Jika ingin populer tidak semua harus diceritakan dalam satu konten. Pecah menjadi beberapa konten, jika konten tersebut adalah tulisan maka akan membuat tulisan menjadi semakin fokus dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca kelanjutannya.

Selain itu para pembuat konten diingatkan untuk jeli membaca tren traveling. Melihat bagaimana tren traveling di suatu negara, mulai dari kecenderungan destinasi sampai gaya traveling.

SEO juga penting, Skyscanner memberikan materi bagaimana supaya konten yang kita buat bisa menjadi juara di halaman pertama mesin pencarian. Di antaranya adalah membuat keyword yang tepat, mengedepankan orisinalitas, membuat konten yang unik dan menghindari plagiarisme.

Break session
Break session

Mesin pencari sekarang menggunakan algoritma yang berubah-ubah dan kecenderungannya adalah akan melihat konten-konten mana yang unik dan orisinal. Kemampuan mesin pencari juga sudah semakin maju, kecerdasan mesin pencari sudah mampu memilah untuk melihat mana konten yang orisinal dan mana konten yang merupakan hasil plagiasi.

Skyscanner juga menunjukkan bagaimana dukungannya untuk mendukung skena traveling lokal. Setiap perwakilan dari negara-negara yang hadir diminta untuk merumuskan strategi apa yang cocok dengan kultur lokal negara tersebut. Menyerap hal-hal yang bersifat lokal dan membawanya ke tingkat global.

Dukungan Skyscanner tersebut memang terasa benar di Indonesia, bagaimana sejak melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, Skyscanner begitu dekat dengan konten kreator yang ada. Melakukan banyak sekali aktivasi yang melibatkan blogger seperti membuat kompetisi blog sampai meet up blogger.

DSCF9313_opt

Di hari kedua materi menjadi lebih dalam. Hari kedua ini tema dibuat untuk mendorong supaya content creator lebih kreatif dalam mencari dan menyajikan konten untuk para pembacanya. Tak sekedar menyajikan konten yang itu-itu saja, kami semua diberikan insight untuk lebih kreatif dan disajikan gambaran bagaimana positioning traveling di dunia digital.

Selain soal konten yang membuat asyik adalah berinteraksi dengan para teman-teman dari negara lain. Kultur yang berbeda membuat paradigma traveling juga berbeda-beda dan itulah yang saya pribadi pelajari dari negara lain. Bagaiman tren traveling sangat dinamis dan dipengaruhi oleh preferensi kultur.

Tim Indonesia x Tim Filipina
Tim Indonesia x Tim Filipina

Sesi hari kedua hanya setengah hari, setelahnya kami dari tim Indonesia bergabung dengan tim Filipina untuk jalan-jalan keliling Singapura. Menyenangkan! Kami bisa saling bertukar pikiran sekaligus menikmati panorama.

Dari Kantor Skysanner kami menuju Chinatown, mengeksplorasi bangunan-bangunan tua yang elok fasadnya kemudian mencoba salah satu bar di sana. Selesai dari Chinatown kami menuju Marina Bay Sands dan berakhir menikmati senja di Marina Barrage.

Pecinan Singapura
Pecinan Singapura
Budha Tooth Relic Temple
Budha Tooth Relic Temple
Marina Bay Sands
Marina Bay Sands
Lanskap Singapura
Lanskap Singapura

Bagi saya acara #TribeSkyscanner sangat memperkaya wawasan dan menambah ilmu tentang konten traveling. Tak hanya bicara soal tulisan, blog, video ataupun mesin pencari, #TribeSkyscanner bicara tentang kultur dan hal-hal dasar yang seharusnya tak boleh dilupakan dalam konten perjalanan.

Sepanjang acara saya juga cukup puas dengan layanan di Hotel Ibis Singapore on Bencoolen. Hotel yang terletak di Bugis ini terbilang lengkap dan nyaman. Saya mendapatkan fasilitas Handy, smartphone yang bisa saya pakai selama di Singapura. Dengan fasilitas tersebut saya bisa menikmati koneksi internet sepuasnya.

Akses hotel ini juga mudah. Dari MRT Bugis tinggal berjalan kaki tak sampai sepuluh menit. Kalau bangun pagi, langsung disuguhi landscape gedung-gedung tinggi Singapura yang aduhai.

Bagian depan hotel
Bagian depan hotel
Kamar hotel
Kamar hotel
Sunrise dari kamar hotel
Sunrise dari kamar hotel

Sepanjang acara ini menyenangkan, mendapat ilmu baru, berkawan dengan kawan-kawan baru dari Asia Pasifik dan menginap di hotel yang super nyaman. Bagian tidak enaknya ya paling cuma bagian saya ketinggalan pesawat.

Harapan saya sih Skyscanner lebih sering mengadakan acara seperti #TribeSkyscanner ini, entah di Indonesia atau di manapun. Pertukaran konten dan informasi ini sangat penting supaya dunia traveling makin semarak di masa yang akan datang.

Btw, coba deh pake Skyscanner. Ini rahasia saya dapat tiket murah kalau traveling lho.

Tabik.

67 KOMENTAR

  1. Skyscanner emang keren. Kadang pencarian tiket disini dapat harga tiket disini lebih murah daripada ditempat lain.
    Pengalamannya bermanfaat.

  2. Ternyata Skyscanner peduli banget sama konten. Sering sering dong bikin gini di Indonesia. Soalnya sudah mulai kecenderungan menggalakkan viral dan saking ramenya travelling, pada copas. Apalagi akun akun anonim yang ngga jelas yang suka comot photo. Lagi happening banget travelling soalnya ya di Indonesia.

    • Hamdallah Mas untuk acara ini input masukan dari Skyscanner banyak sekali. Berpikir sekaligus memerbaiki diri.

      Tidak harus mas, terkenal kan relatif. Kalau ingin cepat populer memang ada korelaasinya dengan konten, yaitu harus konsisten mengeluarkan konten yang viral. 🙂

  3. Konten orisinil menurut saya lebih berkualitas ya Mas, daripada konten ngawur yang hanya bombastis di judul tapi isinya ngga ada seperti blog-blog yang hanya mengejar trafik saja. Dari blog ini saya jadi banyak mengenal orisinilitas konten dan juga jadi banyak mengenal blog-blog orisinil juga dari blog walker di kolom komentar.

  4. SEO aku jg kurang ngerti sih mas… slama ini yg diutamain, nulis konsisten, ga plagiat, dan sesuai hobiku traveling dan kuliner doang :D. Skyscanner aku juga srg pake.. tapi biasanya utk perbandingan harga aja.. Seringnya aku tetep book dari website maskapai.. kayaknya srg ga rezeki dpt hrg murah di skyscanner 😀

  5. Iya, bener, mas. Kadang kita itu egois kalau buat konten. Apalagi yang niat banget buat dapet $ dari blognya itu. Kadang-kadang user experience itu kurang diperhatikan. Hehe

    Btw, enak kayaknya jadi travel blogger 😀
    Tapi … nganu modalnya. 😡

  6. Nah ini yang selalu bikin saya mikir lebih buat bikin konten yang orang lain suka atau menikmatinya dengan gaya kita sendiri. Harus mengurangi rasa egois biar penikmat balik lagi nyari yang dia pengen… #CMIIW

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here