Abaikan Muka Grogi Saya

Ketika pertama kali mengutarakan maksud untuk melangsungkan pernikahan, ibunda saya hanya berpesan satu hal. Jangan terjebak hutang untuk resepsi. Ibu saya mungkin juga merasakan kegalauan saya tentang biaya pernikahan. Saya pun memang sempat sedikit was-was dengan biaya resepsi yang mungkin akan menjadi porsi terbesar dari keseluruhan biaya yang pasti akan dikeluarkan.

Kalau hendak menuruti keinginan sendiri, sebenarnya saya dan istri hanya menginginkan acara yang sederhana, akad kemudian syukuran yang dihadiri oleh kerabat dan saudara. Kami berdua memang keukeuh hanya ingin yang sederhana saja, namun sakral dan diingat. Tapi rupanya memang soal pernikahan itu bukan hanya penyatuan ide 2 individu, tapi 2 keluarga dengan puluhan anggota keluarga di dalamnya yang masing-masing membawa pemikirannya masing-masing.

Saya memang memiliki tabungan, jumlahnya bisa dibilang cukup untuk mengawali hidup kami berdua. Masing-masing dari kami pun tahu berapa kemampuan finansial kami berdua, inilah yang penting ketika hendak melaksanakan pernikahan, ada baiknya tahu dan mampu mengukur seberapa kuat kemampuan finansial yang dimiliki.

Memang adalah kemauan keluarga untuk merayakan pernikahan dengan resepsi, namanya juga keluarga besar. Dari pihak istri saya dengan garis Minang-nya maka saudaranya tersebar di mana-mana, pun dengan saya demikian, dari garis ibu maupun bapak, keluarga saya adalah keluarga besar. Maka mau tidak mau harus ada jalan tengah untuk mengakomodasi semua kepentingan.

Saya dan istri memang sudah bersiap-siap, tabungan kami berdua jika digabung bisa dibilang lumayan dalam jumlah nominal. Namun tentunya kami berdua harus membagi uang yang kami punyai ini dalam berbagai item kebutuhan pra-pernikahan sampai pasca pernikahan. Dan porsi resepsi tentunya harus masuk dalam item yang harus diprioritaskan.

Ketika lantas kemudian diputuskan ada resepsi maka yang saya lakukanΒ adalah jujur dengan berapa dana yang kami miliki. Dengan dana berdua yang kami milik, sebenarnya sangat cukup untuk mengadakan resepsi. Namun kami berdua ingat bahwaΒ  tahap pasca pernikahan kami masih sangat-sangat membutuhkan banyak dana, sehingga sebenarnya alokasi dana kami jika dibagi-bagi hanya cukup untuk mengadakan acara sederhana di rumah, sebuah konsep acara yang ditentang keluarga karena mereka menginginkan ada resepsi.

Maka kami berdua lantas berbicara kepada keluarga. Bahwasanya dana kami sudah alokasikan, berapa untuk resepsi, berapa untuk mencari tempat tinggal, berapa untuk bulan madu dan berapa untuk memulai hidup. Tentunya juga berbicara berapa gaji kami berdua sebulan, karena embel-embel tempat kami bekerja ini selalu diasosiasikan dengan gaji besar dan lahan basah oleh orang awam.

Menikah Murah Itu Mudah

Menikah itu hanya soal niat, apabila niatnya baik maka sejauh dan serumit apapun jalannya pasti akan sampai karena semesta mendukung dan Tuhan menyahut doa-doa mereka yang berniat baik. Pernikahan kami berlangsung begitu cepat, setelah proses lamaran kami hanya memiliki waktu 7 minggu untuk proses persiapan sampai ke hari H. Dengan waktu yang begitu mepet itu kami berdua praktis membagi waktu dengan cermat, karena seluruh proses ini benar-benar kami berdua yang mengurusi.

Hal pertama yang terpikirkan adalah mencari bantuan dan rekomendasi vendor pernikahan yang bisa menyediakan harga miring namun berkualitas bagus. Dari beberapa teman saya mendapatkan beberapa vendor yang akhirnya benar-benar saya gunakan kemudian seperti cincin, undangan dan souvenir. Sementara untuk proses resepsinya sendiri ditangani oleh Wedding Organizer di Bandung.

Dalam waktu 7 minggu ini semua persiapan harus siap, jadilah kami berdua pontang-panting ke sana kemari. Hampir tiap weekend tidak ada jeda waktu istirahat, dari pagi sampai malam hanya untuk mempersiapkan pernikahan. Kami lelah, capek dan rasanya seperti dikejar-kejar sesuatu secara terus menerus. Tapi memang pertolongan Tuhan itu selalu ada di saat yang tepat. Lewat teman-teman baik, saya lantas mendapatkan beberapa support untuk acara pernikahan. Sehingga ada sedikit kelegaan di hati dan membuktikan bahwa memang jika berniat baik, maka jalannya pun akan baik.

Pelajaran yang saya ambil di sini adalah bahwa menikah dengan biaya Β terbatas itu mudah dan bisa sekali dilakukan. Hal terpenting yang mungkin harus digarisbawahi adalah mencari rekomendasi sebanyak-banyaknya dan melakukan perbandingan harga dengan cermat. Buat saya cara ini lebih efektif dengan bertanya pada teman-teman yang sebelumnya sudah melangsungkan pernikahan dibandingkan mencari lewat internet atau forum-forum pernikahan.

Sementara berikutnya adalah buang jauh-jauh sikap gengsi. Buatlah pernikahan sesuai dengan apa yang kita mampu, jangan memaksakan apa yang berada di luar kemampuan kita. Banyak kasus dari teman-teman saya sendiri bahwa untuk menggelar sebuah resepsi sampai harus menghabiskan banyak uang, beberapa diantaranya malah sampai meminjam uang di bank misalnya. Sayang, padahal uang tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk hal-hal lain yang lebih penting atau bahkan diinvestasikan.

Toh pernikahan sebagus, semegah apapun pasti ada celanya, pasti ada yang membisik dengan kata-kata miring. Maka selain gengsi juga persiapkan hati, jangan dengar apa selentingan kanan-kiri. Lurus saja pada apa yang hendak dilakukan dan jangan pedulikan kata orang.

Memang benar jika pernikahan adalah sebuah hal yang mungkin harus dikenang seumur hidup. Tapi buat saya membuat momen yang bisa dikenang seumur hidup ini tak harus membuat sesuatu yang mewah atau megah jika justru memberatkan. Karena bukanlah yang patut dikenang itu bukan seremonialnya? Tapi bagaimana saat kita berdua sudah menjalani hidup bersama.

Untuk orang dengan penghasilan tergolong menengah seperti kami berdua. Kiranya sudah cukup dengan resepsi sederhana. Toh secara agama pun yang disunnahkan adalah mengabarkan kabar gembira pada khalayak. Bukan melakukan perayaan. Dalam agama yang saya anutpun sesuatu yang berlebihan juga tidak dianjurkan karena merupakan sebuah kesia-siaan.

Jujur Itu Perlu

Ada baiknya juga untuk memberitahukan berapa sebenarnya penghasilan dan aset yang selama ini dimiliki, terbuka baik kepada pasangan ataupun kepada pihak keluarga. Jujurlah karena sikap ini juga diperlukan untuk meyakinkan keluarga tentang apa yang diinginkan atau membuat mereka percaya bahwa semua akan baik-baik saja.

Sebenarnya dalam hati saya berpikir, kenapa misalnya orang-orang ingin menggenapkan agama atau memiliki niat baik tapi justru harus memikirkan sebuah hal yang sebenarnya bisa dibuat sederhana saja. Kalau prinsip saya pribadi sih sebenarnya cukuplah kami disahkan secara agama dan legal di mata hukum. Resepsi hanyalah soal seremonial budaya, tapi memang orang Indonesia masih berpegang pada budaya. Sehingga orang-orang malah menyibukkan diri mengurus yang sifatnya bukan inti dari sebuah pernikahan. Seolah inti pernikahan hanya berkutat di KUA dan buku nikah, sehingga dianggap mudah.

Namun demikian saya bersyukur bisa berkompromi dengan seluruh keluarga, saya pun belajar untuk jujur dan terbuka kepada keluarga. Mencari jalan tengah memang perlu dan walaupun sudah dilaksanakan resepsi perkawinan pun suara-suara sumbang tetap ada dan berbisik di sekitar telinga. Semoga resepsi kemarin memang akan menjadi kenangan indah untuk hidup kami.

Resepsi sesungguhnya hanya 1 hal dari banyak hal yang harus dipikirkan dalam sebuah pernikahan. Janganlah memfokuskan atau menghabiskan waktu hanya untuk mengurus resepsi sementara pasca pernikahan masih banyak hal yang harus dipikirkan, dilakukan dan dijalani. Jangan menjalani momen-momen sebelum pernikahan denganΒ perasaan takut untuk mengadakan resepsi, jangan memaksakan diri. Jika memang bisa melaksanakan resepsi maka laksanakanlah, jika tidak bisa maka jujurlah. Jangan memaksakan karena itu justru akan merugikan.

Intinya jika memang sudah mantap, maka jangan ragu lagi. Tidak baik menunda sebuah hal yang seharusnya baik dan bisa disegerakan. Percayalah pasti ada jalan untuk orang-orang yang memiliki niat baik. Entah kelapangan rejeki, entah bantuan yang tiba-tiba datang. Pada akhirnya Tuhan akan memberikan jalan bagi orang-orang yang sudah berniat baik dan memilki tekad yang kuat.

Kebahagiaan sesungguhnya tak terletak pada semegah apa resepsi pernikahanmu, tapi pada sosok yang akan menjadi separuh nyawamu.

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

140 KOMENTAR

  1. “Sebenarnya dalam hati saya berpikir, kenapa misalnya orang-orang ingin menggenapkan agama atau memiliki niat baik tapi justru harus memikirkan sebuah hal yang sebenarnya bisa dibuat sederhana saja.”

    Kalo saya mah gak cuma dalam hati mas, udah pake diskusi ama calon saya… =D
    Btw, selamat buat pernikahannya ama Putri…
    Semoga menjadi keluarga samawa dan penuh barokah…

    • terima kasih Rizki. πŸ™‚

      sebenarnya juga sudah berdiskusi, tapi mencari jalan tengah dengan keluarga agar semua pihak menjadi nyaman itulah yang juga penting.

      salam kenal.

  2. wahh, ya ini mas. bener2 alokasi dana untuk resepsi itu tidak sedikit. apalagi kemaren standar resepsi naik sejak raffi dan gigi. hehe. bener2 perlu dirundingkan dari kedua belah keluarga.

  3. Alhamdulillah Mas yang penting sudah kelar kan ya? πŸ˜€ nah sebelum punya anak puas-puasin dulu traveling bareng istri sampe nanti nungguin anak-anaknya udh cukup besar baru diajak traveling bareng-bareng, salam kenal yo Mas

  4. “Kebahagiaan sesungguhnya tak terletak pada semegah apa resepsi pernikahanmu, tapi pada sosok yang akan menjadi separuh nyawamu.”

    Duh, chan.. :”)

    Btw, selamat ya! Semoga selalu bahagia.

  5. yo percoyo….masak ada critanya wong pajek gentar soal biaya?
    sak sederhanane yo mesti isih turah akeh

    btw, selamat menempuh hidup baru, nderek mangayubagyo wae…moga langgeng hingga kaken-ninen

  6. Selaamatt kak farchann semoga jadi keluarga traveler yang kece, punya anak2 soleh, dan rejekinya lancar terusss…Doakan aku biar cepet menyusul kakk :))

  7. Wah, trims mas. Sekarang merasakan kondisi yang sama. Pengennya sich yang sederhana & sakral, tapi keluarga pengen resepsi, secara KB alias keluarga besar πŸ˜€
    Barakallah mas, moga jadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.. πŸ™‚

  8. mas, makasih banget dikasih artikel gini. kayak dikasih pencerahan.. ini yg terjadi dg saya skrg.. apalagi calon suami saya itu mualaf dan orgtuanya tdk merestui rencana kami krn keputusan anaknya menjadi mualaf.. makanya semua biaya sendiri tanpa bantuan orgtua.. awal sempat ragu dan pusing luar biasa.. tp skrg sudah sedikit lega dan makin mantap utk menikah..
    thank you lho mas,

  9. konsep “jangan berhutang untuk biaya resepsi”-nya hampir mirip dengan prinsip saya “kalo mau nikah ya jangan berhutang.”

    dalam pikiran saya, kalo mengawali nikah (ya akad ya resepsi) udah ngutang, pasti kehidupan pernikahannya kelak bakal dihiasi dengan hutang buat tutup lubang-gali lubang. ga bagus.

    saya juga sepakat dengan prinsip “jujur itu perlu”. ke siapapun perihal apapun kalo udah menyangkut pernikahan ya harus jujur. walau memang, kadangkala mendapatkan respon di luar yang diharapkan. tapi ya, itu kan emang harus dihadapi.

    btw, saya pribadi juga lalu nikahnya sederhana. di KUA aja. cukup.

    semoga pernikahannya langgeng dan sejahtera ya.. πŸ™‚

    • salam kenal mas billy. πŸ™‚
      betul sekali apa yang mas billy paparkan. mungkin jalan tengahnya adalah mengkompromikan antara keinginan, kebutuhan dan dana yang tersedia.

      terima kasih untuk doanya mas. πŸ™‚

  10. salam kenal ya mas dan semoga pernikahannya langgeng sampe kakek-nenek ya mas…..amin,saya juga mas sebenarnya pengen nikah dulu sama calon saya mas dan resepsinya nyusul ya kira-kir a 3 or 4 bln gtu mas tp orang tuanya ga setuju mas saya bingung karna keadaan saya skrg blm krj gmn ya mas solusinya.

    • terima kasih mas firman. πŸ™‚
      mungkin mas harus berusaha untuk meyakinkan orang tua bahwa mas firman adalah orang yang cocok untuk pendamping hidup ybs. πŸ™‚

  11. Terimakasih udah nulis ini Mas, saya jadi dapet pencerahan tentang pernikahan, belajar dari 2 sahabat yang bulan kemarin nikah, ada yang ples ada yg mines, InsyaAllah niat baik itu saya lakukan Tahun 2015, semoga bisa dicontoh apa yang Mas tulis di blog ini. Terimakasih. πŸ™‚

  12. Alhmdulillah.

    6 Bulan lagi saya dan calon istri akan melaksanakan pernikahan.
    Mohon doanya semua kawan-kawan. Semoga selalu diberikan kemudahan, kelancaran dan keridhoan dari Sang Pencipta.

  13. Syelamat mas!
    Semoga langgeng,
    Menikah itu soal kemauan dan niat. Ada kemauan bukan berarti harus sekarang, saat ini. Niat sarat dengan usaha menuju ke sana.
    Tulisannya heboh di dunia maya..hehe

  14. Sebelumnya Selamat ya atas pernikahan mas πŸ™‚
    Calon udah ada. Dana sedang dalam proses. Masalah restu dari kedua belah pihak udah dapet. Tinggal saya dan calon saya berusaha mengumpulkan dananya. Yg penting gw tanamin ke calon gw “Nikah itu bukan soal cepet cepetan, Tapi soal siapa yg paling lama bertahan dalam keadaan apapun bersama pasangannya”.

  15. Congrats dulu & salam kenal πŸ™‚ semoga samawa ya mas’e & mbak’e
    Jujur, hal ini mirip bgt sama nikahan sy 3thn lalu..
    Cari info berdua sama calon suami waktu itu, yg perlu di DP, kita kasih yg seminim mungkin seperti kata perias/tempat pesen undangan+supenir/catering/gedung resepsi.. Untungnya bisa bayar “mundur” semua nya (bukan hutang lho ya..hanya saja mereka memang biasa terima pelunasan maks 7hari setelah acara kelar).. Barokallah, semuanya bisa lunas h+1 TANPA puteng mikir duit.. Bener kata mas’e, segala yg berniat baik, insyaAllah akan mendapatkan kemudahan utk ngelakoninya ^_^
    Sekali lagi, congrats..

  16. Gue mau curhat dulu, gue masuk blog sini karena mention dari tunangan gue.. -_-
    Hahaha

    Tengkiuu buat pencerahannya kakak
    Tengkiuu buat tulisannya yang bisa gue jadiin bahan kuliah gue..haha

    Anyway, selamat ya om…
    Ditunggu postingan itinerary bulan madunya… #eh

  17. mas, makasih byk atas sharing ilmu dan pengalaman yg sangat berharga ini. semoga saya cepat menemukan jodoh saya agar secepatnya mempraktekkan semua nasihat mas. makasih. =)

  18. Mas .. makasih byk atas pencerahan nya..
    Skg sya ada d posisi yg pernah mas rasakan..
    Saya yakin kl menikah itu niat baik.. maka Alloh pasti lancarkan amin..

  19. Resepsi dalam pernikahan memang suatu Hal yg kini menjadi TREN masa kini, Terutama efek resepsi pernikahan para artis di tv yg di siarkan live dengan resepsi megah dan menghabiskan milyaran rupiah….

    Dampaknya bagi pria yg Ingin menikahi pasangannya, kurang PERCAYALAH diri!!!
    Semoga tulisan ini memberikan kecerahan dan kepercayaan diri bahwa resepsi itu hanya sebuah perayaan bukan kewajiban dalam pernikahan.

    Salam kenal

  20. Waahh,,, salam kenal ya mas,,

    selamat ya mas dan mbaknya,, smoga selalu diberkahi Allah keluarga kecilnya, dilapangkan rejekinya dunia akhirat,,
    Tulisannya bagus banget, pas semalem abis omong2an sama mama yang mintanya resepsi di gedung tp saya sama pasangan maunya di rumah aja,,semoga ada jalan tengahnya,,

  21. Kejujuranmu sangat menyentuh sekali, Saya akan gunakan rekomendasi dari teman-teman terdekat, dan jujur sama kekuatan tabungan. Saya juga pingin segera menikah (baca:kebelet). Murah, Elegan dan Abadi.

    Terima kasih atas sudut pandangnya mengenai resepsi kawinan, Kak Farchan Noor Rachman.

  22. Terimakasih . Tulisannya sangat menginspirasi.
    Selamat y. Salam kenal. Semoga jd keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
    Insya Allah setelah dapet arisan. Saya akan segera menikah.

  23. bagus postingannya, jadi terinspirasi soalnya saya juga punya niatan sama orang minang. Insyallah masih niat, sepertinya masih jauh untuk dapat diwujudkan karena kesulitan ekonomi keluarga terlebih saya masih menempuh pendidikan. namun melihat usia dia lebih dari saya. itu juga yang menjadi pertimbangan karena kasihan kalau dia harus menunggu beberapa tahun lagi.

  24. Mas, iiihhhh masha Allah, sama bangetttt plek plekan, percisssss sama yang saya sama suami alamin waktu proses nikahan, alhamdulillah yaHH udah bisa terlewati. Barakallah Mas pernikahannya ya. Salam kenal dan salam untuk istri πŸ™‚

  25. bismillahirrahmanirrahim.
    assalamu’alaikum.
    saya sebenarnya telah memiliki niat dan mantap untuk menikah. tetapi ada satu kendala, yaitu jodoh. ya, saya belum dipertemukan oleh Allah dengan jodoh saya. saya selalu berhusnudzon kepada Allah ttg hidup saya. dalam setiap sujud, selalu saya berdoa untuk didekatkan dengan jodoh saya. juur, saya tidak ingin berpacaran, karna takut akan dosa. yang saya harapkan adalah ta’aruf, dimana hanya berkenalan, saling mengenal lalu menikah. di usia saya yang masih tergolong muda, saya tidak ingin seperti gadis yang seusia saya. dimana mereka berpacaran, mengumbar kemesraan. naudzubillahimindzalik.
    untuk jodoh saya, dimanapun dan siapa engkau. semoga Allah selalu melindungimu. Aamiin.

    Best Regards,

    Eka R

  26. bagaimana membujuk orang tua si perempuan agar resepsinya dibuat sederhana

    ortu si perempuan maksa agar keluarga besar d undang
    dan si perempuan g mau mengecewakan ortunya / takut durhaka

  27. terimakasih.. sudah menginspirasi para pembaca utk smua artikel yg kece yg mas tulis. Semoga sy dan pasangan saya bisa dilancarkan dan dimudahkan dalam pernikahan yg bahagia, dan khidmat tentunya.. btw salam kenal, semoga menjadi keluarga samawa πŸ™‚

  28. wahh selamat yaa om!! btw sy juga punya problem yg sama nih,, soalnya doi anak bungsu jadi maunya dengan resepsi digedung,,, boleh donk share ke email sy om total itung2annya^^
    makasiiihhh!!

  29. Emangnya nikah cuma masalah resepsi? Misleading nih tulisannya. Ntar yg bego-bego terlena cinta pada sembarangan nikah.

  30. Mas, saya baca bagus nih mas.
    Alhamdullillah Mas diberikan jalan oleh Allah mengenai kemudahan karena niat ibadah.

    Btw nih mas, kalo boleh tau dan maaf sebelumnya. Berapa kisaran total biaya resepsi saat itu yang dikeluarkan mas ? Saya juga mau persiapan nih mas… πŸ™‚

  31. Assalamualaikum..Subhanallah mas untuk postingannya mas. Walaupun terlambat bacanya, tapi keren mas postingannya. Inspirasi juga untuk saya mas. Yaaaa walaupun harus nunggu lulus kuliah dulu baru Insya Allah mau dinikahin sama calon suami. Do’ain kami agar lancar selalu ya mas πŸ™‚

  32. Salam kenal Mas. Sy masuk blog ini krn ada temen yg mgeshare di FB. Judulnya sangat menarik. Karena saya yakin di luar sana banyak orang yg ingin menikah tapi masih terkendala dana. Semoga mereka semua tercerahkan seperti sy membaca tulisan ini. Yang penting jujur dengan pasangan dan keluarga. HEBAT.

  33. Wah, mantep mas, saya juga pingin bisa nikah dengan biaya sesuai kemampuan. Dan memang saya dan calon mau menikah dengan sederhana, tapi ya namanya orng tua maunya yang besar, mewah buat anak prempuan satu2nya, apalagi sodara2nya sudah menikah dengan biaya yang cukup wow untuk saya dengan penghasilan menengah dan orang tua saya yang pensiunan, karena itu juga pernikahan kami jadi ada standartnya paling tidak seperti saudaranya itu. Ya sekarang cuman bisa berdoa dan usaha aja, semoga niat baik saya ini di jabah oleh allah aminn..

  34. blh nanya gak mas.. aku masih bgg dengan tulisan km mas
    1. pernikahan km habis berapa mas
    2.apakah semua biaya pernikhan dari hasil mas sendiri gak ada yang membantu..
    3.butuh waktu berapa lama mas km ngumpulin dwit buat nikahh
    tapi aku ucapin selamat mas udah menjadi keluarga semawa..

  35. selamat ia mas πŸ™‚
    aku juga lagi sibuk buat nyiapin pernikahan aku dan semua dengan biaya sederhana
    selamat mas udah menjadi keluarga semawa

  36. Alhamdulillah semakin mantap maju terus buat nikah sederhana tanpa banyak prosesi mubadzir. Sakinah mawadah warohmah ya mas. Salam kenal dr purwokerto. Sy jg lg menanti hari H pernikahan yg udah d setujui kedua keluarga secara sederhana. Mohon doanya ya πŸ™‚

  37. sebenar’y sih udah ada niat tuk sgera mnikah ..
    sudah ada rncangan sderhana jg + udah mulaii nabung ..
    tp, allah b’khendak lain ..
    mngkin blum j0d0h’y, hingga rncana indah t harus d cancel, hingga ktemu dg j0d0h yg d ridh0i allah ..

  38. Baru baca postingannya mas yg ini. Menginspirasi sekali bagi calon pasangan yg mau menikah, maupun bagi anak2 muda yg pasti punya rencana ke depannya untuk menikah. Harus dipersiapkan mental & materiil.
    Mas, boleh minta total biaya yg dikeluarkan untuk resepsi & rincian2nya? Buat gambaran saya aja, mas. Makasih, mas

  39. Mas, gimana ya cara meyakinkan org tua agar kami bisa menikah di KUA saja.. bbrp hr lg akn ada pertemuan keluarga, dan kami akn mengutarakan niat kmi utk menghalalkan hubgn kmi di kua, namun kami bngung cara meyakinkan kedua orgtua kami
    Terima kasih mas

  40. Saya tertarik dengan isi dari artikel panjenengan mas, memang benar pernikahan tentu juga tentang penyatuan 2 keluarga dalam hal ini penyatuan ide, kemauan dan prinsip mereka. Jika pernikahan yang sah itu bukan ditentukan dari megahnya acara, lalu bagaimana, apa yang harus dilakukan jika keluarga menginginkan “pantasnya” seperti apa, sementara si mempelai menginginkan “sahnya” seperti apa.
    Kali ini, saya mencoba berada di titik tengah, si mempelai mungkin seharusnya memikirkan tentang nada sumbang yang terdengar yang mungkin akan mempengaruhi citra keluarga masing2, terkait “seperti apa pernikahan mereka”.
    Sementara keluarga seharusnya juga memahami keterbatasan mempelai terkait keadaan finansialnya yang hanya bisa mengadakan prosesi secara “sah”
    mungkin di sini, saya mendefinisikan bahwa, “pantas” lebih memakan biaya daripada “sah”,
    jadi seharusnya seperti apa seharusnya menurut mas?
    terimakasih

  41. mungkin skrg giliran saya kali ya mas yg bakal ngalami cerita mas 2tahun lalu. saya dan keluarga calon suami ingin acara yg sederhana. akad nikah dan kendurian.. tapi justru malah orgtua dan calon suami yg pengen di pestain. sementara budget belum nyampe klo untuk buat pesta.. ?

  42. Komentar:assalamu’alaikum warohmatulloh,,salam kenal mas,,tulisan yg menginspirasi banget,,saya juga punya niat untuk nikah dalam waktu dekat insya Alloh,,kalo kang mas farchan berkenan, tolong share biaya nikah ke alamat : [email protected] buat bahan refernsi saya.
    jazakumullah khairan..

  43. asalamualaikum.wr.wb. salam kenal mas. saya terinspirasi dengan kisah nya . rencana saya ingin menikah awal tahun 2018 tapi tabungan baru sedikit . boleh minta rincian mas waktu menikah dlu biar ada acuan dan referensi buat pertimbangan. email saya [email protected] sebelum nya terima kasih. wasalamualaikum.wr.wb

  44. Saya terkesan sekali bacanya. Ini persis spt yg saya dan pasangan rasakan. Saat ini kami sedang menpersiapkan pernikahan dalam 2 bulan kedepan. Budgetnya murni dari kami berdua dan tanpa bantuan orang tua. Sederhana dan tidak peduli apa kata orang. Karena dengan budget yg ada kami ingin mewujudkan impian kami.

  45. Sangat menginspirasi tulisannya,,, mas boleh saya minta rincian biaya pernikahan mas dulu dengan istri?????
    saya juga InsyaAllah ingin melangsungkan nya dengan calon saya namun terkendala dana, apalagi orang tua kami sama2 lepas tangan jd semua biaya kami berdua yg menanggung..,mgk gambaran pengeluaran dr mas dan istri bisa membantu kami. Bisa dikirimkan ke email [email protected]

    Terimakasih

  46. jadi pengen cerita tentang pernikahan saya…
    menikah di tahun 2002 dengan status CPNS, belum punya apa2
    kenekatan saya melamar waktu itu disambut baik oleh calon istri saya (sekarang sudah jadi istri selama 16 tahun hehe)
    proses pernikahan diadakan secepatnya dari proses lamaran serta menggunakan dana yang ada saja, tidak mementingkan meriah atau wahnya…
    yang menjadi cerita sesungguhnya adalah setelah proses pernikahan…
    bagaimana merintis hidup berkeluarga dimana kami berdua komitmen untuk tinggal membina rumah tangga sendiri pisah dari orangtua, mulai dari sepetak rumah kontrakan dan membeli perabotan menyicil satu2 hehe…

  47. terimakasih motivasinya mas chan, semoga selalu diberikan kemudahan dlm berumah tangga, semoga saya dan calon dapat segera menyusul aamiin!!

    salam kenal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here