Di Jakarta, hujan mengguyur sejak tanggal 31 Desember 2018 malam. Tampaknya hujan membuat ragu-ragu untuk berpesta di jalanan. Ketika pulang, driver taksi online yang mengantarkan saya keheranan, tampaknya malam tahun baru ini sedikit berbeda karena sepi sekali di jalanan.

Tanggal 1 Januari 2019 pukul 04.00 pagi, taksi yang saya tumpangi menembus hujan deras di Bintaro, melalui gerimis di tol Lingkar Barat dan menyambut pagi gelap di Sarinah. Saya tiba di depan restoran waralaba amerika yang buka 24 jam orang-orang sudah sibuk berkumpul untuk bersiap membagikan sedikit yang dipunya di hari pertama tahun 2019.

Diana, yang di linikala dunia maya sohor dengan nama @rockadocta tampak sibuk wara-wiri. Rupanya kunci mobilnya tertinggal di dalam mobil, ia berusaha mencari cara membuka mobilnya sendiri, duh.

Seminggu sebelum hari ini saya melihat linikala ajakan Diana untuk berbagi di tahun baru. Idenya sederhana, membagikan paket sarapan kepada para petugas kebersihan yang membersihkan jalanan Jakarta pasca pesta tahun baru. Tentulah jalanan Jakarta akan sedikit lebih kotor dari biasanya dan para petugas bekerja lebih keras, lebih lama dari biasanya.

Pada 2013, Diana menginisiasi gerakan #TaunBaruBagi2 ini, diadakan rutin setiap tahun dan menurut Diana ini adalah kegiatan dengan jumlah relawan paling banyak yang turut serta. Paket sarapan yang terkumpul tahun ini ada lebih dari 3000 paket hasil sumbangan para donatur.

Relawan kemudian menyebar paket sarapan ini ke 12 jalur di ibukota. Pada pagi yang masih gelap benar yang disertai gerimis, saat orang-orang masih lelap tidur pasca pesta tahun baru, mobil-mobil berisi relawan dan paket sarapan meluncur di jalanan jakarta untuk lalu membagikan paket sarapan kepada para petugas kebersihan yang pagi-pagi benar telah gegas membersihkan jalanan Jakarta.

Namun, tak hanya petugas kebersihan. Mereka yang kekurangan pun turut mendapatkan paket sarapan. Bagaimanapun mereka harus turut menikmati berkah tahun baru, agar pagi tahun baru bisa dinikmati dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

Saya sebagai fotografer mendapatkan jatah menyusuri jalan Mangga Besar, Gunung Sahari hingga Ancol. Takdir Tuhan, mobil baru sebentar berjalan hujan kembali mengguyur. Langit mendung mendadak merapat, menambah gulita langit Jakarta.

Namun, nun di hujan yang deras ini para petugas kebersihan yang di Jakarta resminya disebut PPSU dan orang lebih akrab menyebut dengan Petugas Oranye tetap bersetia pada tugasnya. Ada yang menyapu jalanan di tengah hujan lebat, ada yang mengangkut sampah, ada yang membersihkan saluran air. Sungguh pahlawan Jakarta, yang menggurat kotor Jakarta di saat orang-orang barangkali masih lelap dalam mimpi.

Sekitar dua jam saya mengitari jalanan Jakarta di dalam nyamannya mobil, sementara para petugas kebersihan ini terus bergerak, membersihkan Jakarta dalam hujan. Bagaimana jika kita sebut mereka pahlawan Jakarta yang sebenarnya?

Ada rasa getir bangga, ada rasa haru, ada rasa getir, tetapi ada juga rasa bahagia saat bersua para pahlawan ini. Tanpa mereka Jakarta tak akan berarti apa-apa.

Terima kasih untuk Diana, dan salam hormat untuk seluruh relawan #TaunBaruBagi2. Selamat tahun baru dan semoga tahun 2019 selalu berlimpah bahagia.

Tabik.

Follow Efenerr on WordPress.com

12 KOMENTAR

  1. “Pahlawan adalah orang-orang yang mengorbankan kenyamanan dirinya untuk kenyamanan orang lain”, betul juga katanya.

  2. Josss mas, Salut dah insyAllah tahun depan akan saya coba di daerah saya di Jogja..

    Sehat selalu mas, semoga dimudahkan rezekinya dan panjang umur dalam keberkahan… Aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here