1458707_10152098635644304_10471564_n

Awal 2013 saya melawat ke Lasem bersama beberapa teman-teman. Sebagai seorang pecinta sejarah, kala itu saya menikmati L`Petit Chinois dengan penuh takjub. Rupanya kota kecil ini pernah menjadi kota yang besar dan mahsyur, salah satu kota paling maju di Pantura pada masanya. Seusai trip, ketika hendak menulis catatan perjalanannya saya justru kebingungan karena ada banyak sekali mozaik yang bisa diceritakan. Jika dimuat di blog mungkin bisa berseri-seri tulisan.

Sampai ketika saya melihat pengumuman tentang Audisi Love Journey 2 yang diselenggarakan oleh kawan saya Lalu Abdul Fatah di blognya. Akhirnya saya kemudian membuat tulisan panjang tentang Lasem dan diikutkan ke audisi tersebut. Singkat kata, Puji Tuhan naskah saya lolos audisi dan bisa masuk dalam proyek antologi buku Love Journey 2.

Ini adalah karya pertama saya yang diterbitkan penerbit dan dijual di toko buku. Saya sampai tak percaya rasanya, hati berbunga-bunga dan tak percaya. Ya, walaupun cuma antologi tapi minimal saya sudah menghasilkan karya. Ada 25 penulis dan karyanya di buku ini, berikut : Dinar Okti Satitah – Menolak Lupa, Huzer Apriansyah – Orang Akit, Orang Rimba, dan Sisi Lain Nusantara, Dina Y. Sulaeman – Orang-Orang Subaltern, M. Saipul – Dayung Sang Hudoq, Bustomi Menggugat – Eksotisme Madura 2013, Dian Onasis – Mengeja Cinta di Permukaan Batang Hari Sembilan, Farchan Noor Rachman – Lasem, Dwi AR – Gadis Polos dalam Kotak Ajaib, Lina W. Sasmita – Mendapati Banyak Hikmah di Pulau Karas, Meinilwita Yulia – Perempuan Perkasa Pembuat Saka, Helene Jeane Koloway – Hell in Paradise, Feni Kurniati – Perjuanganku Belum Usai, Arabia – Kabar dari Ujung Negeri, dr. Prita Kusumaningsih, SpOG – Balada Uang Seribuan sampai Pesawat yang Urun Mendarat, Katerina – Anak Penjual Tebu di Lembah Harau, Arini Tathagati – Di Balik Warna-Warni Batik Pekalongan, Lomar Dasika – Terlalu Turis Bikin Meringis, Eaz Eryanda – Lupa Rinca, Manik Priandani – Rampai, Kehidupan di Kaki Merapi, Viola Malta Ramadhani – Lindungan Impian. Dee An dan Lalu Abdul Fatah sendiri, kemudian ada 3 penulis tamu, Ary Amhir, Muchamad Taqdis dan Dody Johanjaya.

Saya sangat menikmati kumpulan cerita di antologi ini. Saya bilang cerita di buku ini berbeda karena mengupas Indonesia dengan dalam, banyak sisi-sisi tak indah yang selama ini dihindari di buku-buku perjalanan justru banyak diungkap di buku ini. Keping-keping cerita di buku ini sungguh layak baca jika ingin melihat Indonesia yang sesungguhnya.

Giveaway

Untuk merayakan terbitnya buku ini, saya ingin membagikan 2 buku Love Journey 2 berikut Kopi Garut kepada pembaca blog, berikut ketentuannya :

1. Follow akun twitter @efenerr

2. Mohon kritik dan saran untuk blog ini, silakan isi di kolom komentar dan jangan lupa sebutkan akun twitternya ya. 🙂

Komentar akan ditunggu sampai tanggal 11 Februari 2014 dan hadiah akan meluncur kepada 2 pemenang. Bagi pemenang nantinya semoga tidak keberatan untuk membuat resensi singkat tentang buku ini. Tunggu apalagi, silakan ikut dan menangkan sepaket buku Love Journey 2 dan Kopi Garut.

Tabik.

Sumber gambar disini.

Review Love Journey 2 : 1, 2, 3, 4.

 

Follow Efenerr on WordPress.com

71 KOMENTAR

  1. 1. Saya sudah follow loh akun twitternya.
    2. Kritik dan saran kayak apa neh, kalau untuk tulisan artikelnya dewa deh nggak diragukan lagi. Mau kritik dari segi teknis tampilan blog juga sudah oke semua hehehe. Tampilannya simple bersih dan tidak banyak embel-embel. Mungkin widget teranyarnya bisa ditambah dari 5 item menjadi 10 mungkin biar pembaca yg kelewat baca nggak ngubek2 lagi.

    Ah sudahlah, menangin saya pokoknya hahaha #ngancam

  2. wah kayanya udah keren nih blog nya mas, semoga kedepannya tulisannya makin inspiratif lagi, dan foto2 nya aga dibanyakin aja, terutama pemandangan2nya, dan ciri khas2 daerah2 yang mas farhan kunjungi , sukses buat bukunya 😉
    twitter @BayuAchmed

  3. Hallo mas @efenerr, salam kenal nama saya Adi dan akun twitter saya @adisn84 ^_^

    Buat saya blog mas @efenerr susah untuk di kritisi, sudah bagus mas, tandanya adalah saya nyaman untuk berada disana, membaca kalimat demi kalimat yang tertulis hehehe….

    Jadi mungkin kali ini saya kasih saran saja ya mas, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menjadikan blog ini semakin variatif serta inspiratif. Saran saya adalah mas @efenerr mulai membuat tulisan (terutama tentang budaya/wisata/kuliner Indonesia) dalam bahasa Inggris mas, karena saya yakin, traveller luar negeri pun pasti banyak juga yang melakukan riset sebelum mereka melakukan perjalanan ke Indonesia (salah satunya riset melalui artikel-artikel di blog). Dan artikel versi Inggris tersebut di letakkan dalam sebuah folder khusus mas, biar mereka gak susah nyarinya.

    Saran lainnya adalah video, adain juga folder khusus untuk video, video bisa tentang apa saja, tergantung mas @efenerr mau berbagi tentang apa. Sepertinya dengan ada video, profil pengunjung blog mas @efenerr akan semakin beragam.

    Demikian mas, mohon maaf jika ada salah-salah kata 🙂

    Adi Nugraha

    • mas adi terima kasih banyak komentarnya. 🙂
      usulnya bagus sekali dan saya memang harus banyak menulis dalam bahasa inggris. mungkin akan saya bikin domain 1 lagi.
      dan soal video mas, susah sekali memvisualkan sesuatu dalam bentuk video itu ya? benar-benar harus belajar banyak.

  4. Jujur, ini pertama kalinya mampir ke blog ini. Dan sepertinya bakal mampir ke sini lebih sering. Suka sama gaya kepenulisannya. Paling suka ama tulisan ‘Kabar Dari Growo’. Sebagai pustakawan, suka banget dengan tulisan itu. Benar-benar mencerahkan. Patut diteladani :))

    Blognya sudah rapi, untuk isi blog, aku tidak kritik karena setiap penulis blog punya tulisan ciri khas masing-masing :))

    Daftar ya:
    Nama : Luckty Giyan Sukarno
    Twitter: @lucktygs
    URL Share: https://twitter.com/lucktygs/status/429589752266768384

    Oya, jika terpilih, bukunya akan diposting reviewnya di blog bukuku: http://luckty.wordpress.com/

    Setelah itu, bukunya akan aku sumbangkan untuk perpustakaan sekolah… :))

  5. Udah follow akun twitter @efenerr, akunku–> @fenotta

    Tentang blog ini, aku rasa udah bagus sih (menurutku sebagai seorang blogger yang awam dan baru di dunia blog).

    Tapi karena minta kripik, eh salah, kritik… juga saran, maka inilah jawabanku:
    Menurutku, blog ini kurang rame, kurang rapi dan terlalu sederhana.

    Saranku, header-nya diganti dengan gambar yang lebih menarik, semisal kartun wajah si empu-nya blog, berikut alamat dan deskripsi blog-nya.

    Juga daftar laman yang disandingkan dengan header, luput dari perhatianku. Coba laman-nya di bawah header aja.

    Tolong masukkan akun-akun media sosial di sidebar blog, semisal facebook, instagram atau twitter, kadang para blogwalking suka penasaran sama profil si empu-nya blog setelah berkunjung dan nggak puas liat keterangan profil.

    Satu lagi, coba kalo punya prestasi, boleh tuh dipajang juga. Biar makin kece…

    Oladalah, saya baru ngeh kalo ada keterangan akun-akun media sosial dibawah profil. Baru liat setelah dicermati, mungkin karena ikon-ikonnya kecil…

    Padahal saya suka hal-hal simple, apalagi blog ini konsepnya sederhana, putih dan abu-abu, juga cokelat (sedikit). Tapi nggak tahu kenapa, blog ini penampilannya kurang menarik dan sepi pas masuk kesini.

    *ini aja saran dan kritik dari saya, maaf-maaf kalo terlalu lugas dan menyakiti perasaan. Jujur, saya nggak punya maksud apa-apa . Hanya mengeluarkan pendapat dan kepengen dapetin buku ‘Love Journey 2 ‘. 😀 😀 Aamiin*

  6. Hai, Bang, ikutan ya :))

    Setelah sedikit mengubek-ubek blog ini, bisa dikatakan tampilan eye catching, nyaman di mata juga sih, ya kalaupun terang pasti setting brightness di laptop aja yang sengaja diterangin 😀

    Tampilannya tersusun rapi, jadi nggak acak-acakan, walau sedikit agak tumpang karena yang di kanan lebih banyak widget, sedangkan yang di kiri cuma profil dan lisensi aja. Eh tapi, nggak papa sih, atau mungkin widget log.viva dan gonla bisa dipindahkan ke tab kiri, biar rata gitu 😀

    Suka sama blog-blog tentang travel gini, walaupun bisa dibilang anak rumahan karena jarang jalan-jalan kecuali kalau tugas sekolah (sebut aja kampungan, okesip). Pernah beberapa kali mendatangi tempat yang sama kayak Bang Farchan, salah satunya di daerah Jogja. Walaupun trip dalam rangka study tour, tapi rasanya seneng bisa diberi label traveller tak abadi. Hoho…

    Walaupun nggak menuliskan panduan travelling nya itu sendiri, kayak budget dan transportasinya, tetep seneng kok, malah menurutku yang demikian itu (yang ada panduan travellingnya) kerasa kurang ‘ngena’ gitu. Subjektif memang kalau hanya menceritakan dari sisi pandang sendiri ketika travelling, dan nggak setiap orang suka cara bagaimana penulisnya menyampaikan ceritanya. Tapi menurutku, ada kekhasan tersendiri dari Bang Farchan menceritakan bagaimana perjalanan yang dilaluinya. Terlebih, dalam postingan ‘Teman, Travelinglah Selagi Sempat’ ini ada inspirasi yang aku dapatkan, inspirasi untuk menjajakkan kaki di setiap tempat di muka bumi sebelum kita benar-benar tak lagi berada di bumi, walau sebenarnya agak kurang ‘sreg’ sama kata ‘travelinglah’, nggak sesuai sama bahasanya, jadi Indoglish *maklum Duta Bahasa xD*

    Mungkin itu aja kali ya, soalnya tata letaknya juga udah bagus, tapi kalau dikatakan simple ya sangat simple sih. Bukan berarti nggak suka, malah menyukai karena nggak bikin loading blog jadi berat.

    Semoga ke depannya lebih kece lagi, dan bukunya banyak yang tertarik. Btw, setelah aku baca reviewnya yang direkomendasikan, keren nih, katanya sih tata letaknya udah bagus, tapi aku belum bisa buktiin kalau belum dapat bukunya. #kodemaudikasihgratis. Hahah…

    @asysyifaahs

    • halo syfa…terima kasih sudah mampir. 🙂
      wah koreksinya saya perhatikan benar-benar nih..saya memang kadang acakadut di bahasa..mohon dikoreksi terus ya kalo ada yang salah-salah. 🙂

  7. bagus2 mas artikelnya
    serius, mendalam, detil,
    jadi bingung mau ngasih saran apa 😀
    -mungkin artikelnya perlu sedikit diselingi sedikit joke2 agar agak nyantai mbacanya
    – dalam artikel jalan2, tempat2 yang penting seperti terminal, loket tiket,rumah makan, dll kalo bisa diberi koordinat gps, biar teman2 yang ikut jalan2 versi mas farchan noor rachman mudah menemukan tempatnya.
    itu saja saran saya mas
    twitternya udah aq follow, ini twitterku : @TiantoSurizu

    • terima kasih mas tianto.. 🙂
      semoga berkenan atas komennya..saya menanggapi ya.
      1. saya orangnya susah becanda..jadi mungkin kebawa di postingan ya? 🙂
      2. kalo koordinat GPS beberapa tempat sudah, namun biasanya yang lain saya leburkan di artikel mas. 🙂

  8. Saya ingin dapet bukunya, izin ikut ya..
    Sudah saya follow dan…..

    Sebenarnya ini kunjungan perdana saya, tapi saya nggak serta merta nulis komentar. Saya jelajah-jelajah dulu di blog ini (nggak tau diri banget dong kalau langsung nyelonong gini gono, hehe)

    Here’s my opinion:
    Jadi, saya tersesat di sebuah travelling blog. (mohon maaf kalau salah)
    Saya suka blog-blog yang bahas traveling, tapi saya nggak begitu sering traveling. Blognya simpel dan rapi.
    Posting tentang tempat-tempatnya padat dan menarik 🙂

    Mungkin saya bukan good komentator. Tapi saya ingin menilai seobjektif mungkin.
    Sukses dan sehat selalu 🙂

  9. jadi ya kk ef,
    susah kalau diminta untuk mengkritik blog ini. karna emang udah suka banget sama setiap sudut pandang dan gaya penulisan kk ef selama ini.

    Tapi kalo saran, aku punya .. 😀
    sarannya,

    postingannya dibanyakkin dong kak …
    :))

    @debby_nadia

  10. Selamat! Karena karyanya berhasil masuk antologi bersama dan beredar di toko buku. 🙂 Terkait blognya ini, aku pikir sudah sesuai dengan passion yang empunyanya, dan tampilannya juga asyik, meskipun sederhana. Tulisannya juga mjudah dipahami dan penuh ajakan ke arah yang baik. Ya pasti akan lebih baik-lagi kan ya! Hehehe

    salam dari newblogger hhe

    @taufiqfirdausaa

  11. Suka sama tulisan-tulisan di blog-nya. Tapi sayang yah ada beberapa postingan yang gambarnya nggak keluar (atau jaringan tempatku yg lemot yah? hehe..)
    Untuk tampilannya, aq suka (banget!!) sama main header nya, terutama avatarnya. Tapi sesekali bisa dong yah font-nya diganti biar nggak monoton gitu aja. Background aq juga suka, putih.
    Yang lain-lain sih, nggak ada masalah ya menurutku. Soalnya aq orangnya simple aja, nggak suka yg terlalu rame, hehehe..
    Sukses terus yah travellingnya. Moga bisa datang lg ke kota Probolinggo. Kan belum pernah Rafting ke Songa yah? Disana ada Gua Kelelawarnya juga lho.. ^_^

  12. haiii kak salam kenal ya, ikutan giveawaynya ya 😀
    aku udah follow twitternya sama berlangganan blog ini dengan email [email protected]
    aku tertarik bukunya, karena beberapa teman saya lolos dibuku itu, bunda Lina dan mba Dee An itu teman fb saya 😀 semoga bisa buat kejutan mereka membuat reviewnya dan berencana ingin saya kirimkan reviewnya ke koranjakarta. Saya juga penasaran dengan tulisan kakak tentunya, semoga setelah ini bersolo karier ya kak 😀

    mengenai blog ini, blog yang maskulin menurut saya 😀 blog yang penuh dengan bahasa english :p englishku lemah T_T tapi aku enjoy kok yah bua belajar siapa tahu pelan2 jago english hahaha

    boleh dong kak sesekali menulis hal konyol yang pernah dialami dalam hidup or, hal tersulit yang pernah dilalui 😀

    terima kasih

    @NyiPeDe

  13. 1. Membuka website efenerr.com tentu saya menemukan banyak artikel. Namun sedikit yang mampu membuat saya langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Diagnosa awal saya, karena judul artikel anda (mostly). Kurang mampu mengajak pembaca untuk “mampir”.

    2. Dalam artikel berjudl “Elemen Keempat Garis Imajiner Jogja”. Lagi-lagi anda sembrono memberi judul. Ekspetasi saya terpentalkan setelah membaca artikel, yang saya pikir sungguh “berani” mencantumkan kata “Elemen” dalam judulnya ini. Artikel dengan mayoritas aroma sejarah dan dongeng tersebut. Menurut saya tidak cukup layak diberi judul semegah “Elemen”. Sedangkan elemen Filosofi, Budaya, Metafisis, dalam artikel ini dikaji secara dangkal saja. Akan lebih pas jika Judulnya “Garis Imajiner Jogja Yang Terlupa” misalnya.

    3. Sebagaimana kita ketahui bersama. Salah satu elemen terpenting dalam sebuah tulisan adalah judul. Dalam teori kepenulisan, sebuah judul yang menarik, tentu sesuai dengan isi artikel. Judul yang baik dan menarik tentu saja yang sederhana, dan “merangsang” pembaca.

    4. Salah satu kunci yang saya tahu untuk membuat judul menarik adalah. Judul bertaburan kata benda. Alasannya, otak manusia akan lebih cepat mencerna kata benda, dari pada kata sifat, kata kerja, dan kata-kata lainnya untuk pertama kali.

    5. Blogger yang telah memiliki basis pembaca yang kuat seperti anda, seharusnya tak ragu lagi menciptakan judul dengan satu suku kata.
    Setelah melakukan analisa kurang tajam dan kurang bernas, dari hasil penelitian, yang tentu menggunakan sampel-sampel artikel dalam efenerr.com, serta beberapa perbandingan artikel milik blogger lain. Saya akhirnya sampai pada beberapa analisa tingkat lanjut yang semoga mampu menggiring kita kepada penarikan kesimpulan.
    1. Pada artikel anda yang berjudul “Tentang 5 cm dan Gegar Ke Gunung”. Artikel ini kalah telak dengan artikel anda sebelumnya yang berjudul “Tempat Belanja Alat Outdoor Alternatif” dalam hal perolehan komentar.

    2. Judul artikel “Tentang 5 cm dan Gegar Ke Gunung” ini. Terdiri dari 7 suku kata. Dari ketujuh suku kata hanya ada dua kata benda, yaitu 5 dan Gunung. Bandingkan dengan judul artikel “Tempat Belanja Alat Outdoor Alternatif” yang hanya menggunakan 5 suku kata. Tapi dari lima suku kata terdapat tiga kata benda, yaitu Tempat, Alat, dan Outdoor. Dari perolehan komentar artikel berjudul “Tempat Belanja Alat Outdoor Alternatif” menang jauh. Kemenangan judul artikel ini juga dikarenakan oleh, mudahnya dicerna pembaca. Sedangkan judul “Tentang 5 cm dan Gegar Ke Gunung” sarat dengan judul abstraks setengah hati yang belum dipertimbangkan serius.

    3. Pada artikel berjudul “Lissoi !!” anda hanya menggunakan satu kata. Dan terbukti berhasil menarik pembaca untuk membacanya, dengan parameter komentar di dalamnya. Walau judulnya abstraks, tapi tidak setengah-setengah. Saya tidak pernah tahu apa itu Lissoi sebelumnya, begitu pula mungkin sebagian pembaca lain. Akan tetapi judul ini sukses menumbuhkan rasa penasaran, untuk mengintip isi artikel misterius berjudul satu suku kata dari tanah batak tersebut.

    4. Anda mungkin menyangsikannya. Anda pikir judul artikel “Tentang 5 cm dan Gegar Ke Gunung” tersebut, temanya memang sudah basi untuk dibahas. Sehingga tidak menarik untuk dibaca, lalu menuai sedikit komentar. Tidak, justru bisa dikatakan bahwa. Tulisan-tulisan anda dengan gaya kritikan cerdas semacam itu adalah ciri khas anda. Pendulang komen pembaca anda. Serenyah artikel “Saya Tukang Pamer Bukang Pejalan”.

    5. Dibandingkan dengan tulisan Wiranurmansyah dengan tema yang sama berjudul “5 Kejanggalan Dalam Pendakian Film 5 cm” yang ditulis seminggu setelah artikel anda terbit. Bagaimana anda bisa menjelaskan artikel Wiranurmansyah ini, mampu menuai 270 lebih komentar pembaca?

    6. Judul artikel anda “Tentang 5 cm dan Gegar Ke Gunung”, dan “5 Kejanggalan Dalam Pendakian Film 5 cm”. Sama-sama berjumlah 7 suku kata. Bedanya kata benda yang digunakan Wiranurmansyah menang sebiji kata benda. Ada dua kata 5, dan Film dalam judul artikel Wira. Selain itu judul artikel Wiranurmansyah jauh lebih sederhana, dan mudah sekali dicerna oleh awam.

    7. Anda mungkin berfikir kapasitas Wiranurmansyah lebih baik dari anda. Secara sepintas lalu saya menilai, anda dan Wira sebanding dalam kaca mata penilaian (subjektif) saya. Sama-sama seorang Travel Blogger Indonesia papan atas. Saya membandingkan anda dengan orang yang tepat. Sama-sama kelas bantam 😀 (dilihat dari portofolio anda berdua, rata-rata komentar per artikel, rekam jejak kepenulisan, dan hal-hal prestius lain yang kalian berdua cetak dalam karir sebagai sebagai seorang blogger selama ini)

    8. Akhir-akhir ini memang banyak judul artikel anda yang kurang mampu menarik perhatian (khususnya saya). Karena judulnya membuat pembaca cukup malas mencerna secara selayang pandang, baik oleh mata maupun dengan otak. Terlalu banyak kata Tentang, Hastag, Tema Trip yang tidak perlu, dan judul panjang yang bertele-tele.

    9. Anda bertanya, mengapa parameternya harus komentar? Karena komentar adalah parameter paling pas (menurut hemat saya). Setiap kali artikel dilemparkan ke publik, jumlah komen menunjukkan ; 1. Jumlah pembaca artikel anda (Semakin banyak komentar, berarti pembaca anda semakin banyak. Katakanlah dari 10 orang pembaca 7 diantaranya adalah silent reader) 2. Jumlah komentar pembaca mampu mengukur sajauh mana kekuatan menyentuh, menginspirasi, atau apapun itu, yang ada dalam artikel anda. (Pokoknya tentang) Sesuatu yang mampu menggerakkan jemari pembaca anda, untuk menuliskan komentar pada sebuah artikel.

    Bung jangan lupa dikirim bukunya ke @escaperrzz sungguh mupeng awak ni dengan buku itu bung 😛 Wassalamualaikum.

    • wow! panjang nian dan sangat komprehensif. 🙂
      saya ga bisa bilang apa-apa kecuali terima kasih..ini sangat detail dan mengupas dalam-dalam.
      makasih banyak saran dan kritiknya, akan saya jadikan masukan yang sangat berharga. 🙂

  14. aku dataaaaang 😀

    Kritik dan saran untuk blog ini? GAK ADA! :))
    Tampilannya udah oke, bersih, gak berat, gak kebanyakan gadget ganggu pemadangan, paduan warna-warnanya pas, gaya tulisannya khas, foto-fotonya bercerita, namanya catchy: efenerr.com, gampang diinget banget, sering postingnya bikin aku semangat ngeblog, hal-hal yang diangkat selalu menarik, bikin kepooooo :)), pemilihan gadgetnya pas dan tepat: pencarian tulisan, arsip blog, teranyar, terpopuler, profil singkat penulis, gak bertele-tele.

    Sarannya… mmm… apa ya? Ini aja boleh gak: Coba di blogroll nya tambahin blog aku biar makin kece. muahahahahaha *ditabok*
    Kalo menang, gak bikin resensi singkat deh, tapi aku bikinin resensi ala aku. Panjang lebar bertele-tele di blog. hahahaha

    Eh, satu buku sama mbak Ary yah? Wuaaaaa…. keyeeeen 😀

  15. Ikutan GA-nya ya Mas… Sekarang ini buku2 traveling sudah menjamur. Jadi saya justru nyari buku2 traveling yang unik & banyak mengupas sejarah/budaya suatu tempat juga. Yang gak pasaran lah, hehe.

    1. Sudah saya follow twitternya ya…
    2. Blog ini keren menurut saya. Simple & bersahaja tapi isinya bagus. Saya agak kesulitan kalau mau ngasih saran, soalnya saya justru blogger pemula & agak2 gaptek, hehe… Tapi kalau mau sedikit saran dari saya yang perempuan (yg suka warna-warna agak cerah gitu, hehe) mungkin blognya bisa sedikit “peramai” yang sesuai. Mungkin widget atau dimanfaatin majang apa gitu. Soalnya banyak slot kosong di sidebar kiri terutama. Tapi yah, kembali ke selera masing2 yg punya blog lah ya… Ada yang barangkali lebih suka so simple like this :).

    Salam kenal. Semoga saya beruntung dapat bukunya… Sukses GA-nya 🙂

  16. Pas buka blognya, kesan pertama untuk blog-nya, simple, dan ringan, nilai penting yg membuat pengunjung tidak butuh waktu lama untuk menikmati isi blog. Bendera travel blogger indonesia langsung membawa saya buka tulisan I was here, n jeng jeng , ternyata si empunya blog, seorang suhu traveller. Ditengah demam traveller di benua biru, saya salut masih ada yg tetep cinta menguliti keindahan Indonesia yang juga turut menggelitik nasionalisme saya, hehee… Daerah2 yang tidak termasuk list tempat wisata, ternyata punya keseruan juga misalnya daerah jawa timur dan juga sulawesi. Buat saya, klasifikasi berdasarkan daerah sudah sangat baik, jadi pembaca bisa turut travelling based on location.
    Saran saya,..
    1. Nama2 lokasi ada baiknya dibuat lebih eyecatching warnanya, misalkan saja warna oren atau warna lain, kalo yang sekarang, warnanya lebih senada jadi mirip dengan link tulisan blognya
    2. Lebih seru lagi, kalo ada peta I WAS HERE yang langsung nge-link ke tulisannya. hehe namanya juga saran 🙂
    Oiya,3. nambah saran lagi, fotonya yang sudah banyak dikasi watermark saja, sebagai hak copyright 🙂

    Pas buka yang portofolio, aiisshhh… mupeng berat dengan tulisan2 yang udah banyak publish.

    N then….awalnya maw saran mohon ditambahin itienary dari setiap perjalanan, tapi ternyata udah dijawab juga di “Sekapur Sirih” yang memang tak pegang konsep ini..jadi gak jadi saran deh, hehe

    Tak sabar untuk nulis resensi Love Journey#2 nya, hehe (bukan modus)

    akun twitter: @namoradesi

  17. Ikutan ya, kak 😀

    Saran dan kritik :
    1. Foto di artikel ini kebesaran ya jadinya melebar ke samping, baiknya diedit aja dulu, kak. Biar enak liatnya, hehe.
    2. Di halaman “Sekapur Sirih” itu tentang about me ya? Kalo menurutku bagusnya ditulis about me aja. Trus juga ditulis sesuatu yang bisa membuat pembaca jadi tertarik untuk lebih mendalami lagi isi blog ini, karena perkenalannya terlalu singkat. Trus, halamannya dibolehin komen dong, biar bisa kenalan sama temen2 lainnya.
    3. Trus ditambah lagi dengan banner sendiri untuk memperkenalkan blog ini, kali aja ada temen yang mau tukeran banner, jadi bisa saling memperkenalkan blog masing2.
    4. oiya, trus aku tadi liat ada artikel yang membahas tentang makanan juga(yang tadi aku komen), tapi ga ada foto makanannya, meski satu itu jauh lebih baik, kak. dibanding ga ada sama sekali.

    sekian aja dulu, nice blog 😀

    @ila_rizky

  18. Salam kenal…
    Gak sengaja krn ikuti link seorang teman, akhirnya masuk ke blog mas @efenerr.
    Kesan pertama saya, blognya simple dan bikin nyaman… apalagi stlh baca tulisannya, selera saya bgt…
    Overall, dua jempol baik buat tampilan blog maupun tulisan2nya… ditunggu aja, postingan2 berikutnya…
    Salam sukses selalu…
    @maxbeff

  19. Selamat ya mas, tulisannya masuk di buku antologi Journey Love 2. 😀

    Pertama kali baca tulisan mas, kalo gak salah wktu mas effener nulis ttg waisak dan persoalannya. Dan itu masih di blog domain wordpress. Sekarang udah baru nih blognya.. :3

    Di blog baru ini tampilan mobilenya gak berat (saya sering Blogwalking lewat HP) jadi enaklah. Belum lagi tulisan mas efener yg gak berat, gak pake kata2 yg tingkat tinggi gitu. Haha.. 😀
    Baca blognya mas efner kek baca katalog ttg indonesia. Haha..
    Mas effner jurnalist ya? :/
    [email protected]_

    • selamat malam mas erick. 🙂
      betul, saya buat serial tulisan waisyak tahun 2012 dan 2013. kemudian saya migrasi dari wordpress ke domain sendiri. 🙂
      terima kasih, alhamdulillah kalau tidak berat blognya dan mudah diakses.. 🙂

      anyway saya hanya seorang PNS, bukan jurnalis.

  20. Itu log.viva sama gonla fungsinya buat apa ya mas? Menurut saya kalau memang nggak penting-penting banget mah sebaiknya dihilangkan saja. 🙂

    Terus untuk bagian portofolio, umm, itu bentuknya semua tulisan ya, kalau misalnya ada screenshoot gambarnya gimana? hehe biar lebih terlihat menarik aja sih.. Etapi, kebanyakan ya kalau dibuat screenshootnya 😀

    Kalau untuk tampilan, simple.. Tipe-tipe template bagi para pemberi informasi jadi nggak perlu waktu lama hanya untuk membukanya.
    Terus rubik yang “I was Here” Juga bagus, jadi bisa merangkum semua yang ada berdasarkan daerah kalau memang ada yang mau nyari tau info-info terntang perjalanan berdasarkan daerahnya.

    Kalau untuk tulisan, saya yakin tulisan mas tidak perlu diragukan lagi bagusnya, dan bikin saya jadi kepengen travelling juga deh *tanggung jawab! :P*

    Oh iya untuk tulisan yang sepi komentar menurut saya mungkin mas-nya kurang promosi atau memang tag-annya kurang banyak. Beberapa saya lihat tag-nya cuma satu doang misal ‘makanan’ doang, atau ‘lain-lain’. Ya, seharusnya sih lebih banyak dan spesifik biar di keywoard google terdeteksi. 😀

    Oh iya untuk tagline blognya : “Mari berjalan kawan” kayaknya artinya samar-samar. Berjalan apa dulu nih, karena orang yang suka jalan kaki pun dia termasuk pejalan dan memang berjalan. Mungkin harus lebih spesifik lagi.

    Kalau secara keseluruhan sih udah bagus, maaf ya kalau komentarnya terkesan sok tahu. Tapi semoga berkenan ya 🙂

    @Oktaviamithaa

    • selamat malam, okta atau via atau mita nih manggilnya?
      kalau log.viva dan gonla itu syarat dari viva, karena saya gabung sama mereka. 🙂
      oia..terima kasih sarannya, saya kira tag itu tidak perlu, ternyata perlu ya? saya baru tahu dari anda lho tentang pentingnya tag..insya allah saya perbaiki. 🙂
      mari berjalan memang general, siapapun punya hak untuk berjalan..

  21. Jujur sebenernya ini adalah kali pertama saya mampir ke blog ini, dan semoga ke depan jadi sering2 mampir deh hehee,
    Kalo dari segi tampilan blognya menurut saya kayanya ga ada yang perlu dikritik karena sudah oke, simple dan nyaman untuk stalking. Jenis dan ukuran hurufnya pun cocok dimata, enak buat dibaca, karena bagi saya pribadi kalau bertandang ke blog orang sebelum baca postingan-postingannya yang pertama kali saya nilai dan liat terlebih dahulu itu ya tampilan blog sama jenis dan ukuran hurufnya, Kalau pas dibuka ternyata tampilannya ribet dan ukuran hurufnya kecil bikin pusing jadi males duluan buat bacanya. Sekalipun itu postingannya bagus-bagus pun ya saya langsung close hehee bikin pusing di mata.
    Kalau untuk isi postingan dari blog ini saya ga bisa kasih komentar karena menurut saya setiap orang punya ide, pandangan, selera, kegemaran, masing-masing untuk mengisi blognya. Jadi kembali ke diri masing-masing mau memposting apapun itu.
    Untuk sarannya pada kolom “teranyar” kalau bisa ditambahin 3-5 postingan lagi biar memudahkan para pembaca (atau fans blog ini yang ketinggalan update-an blog) dalam pencarian postingan yang terbaru.
    Saya rasa sudah cukup itu saja dari saya. Terus berkarya bang, ditunggu postingan-postingan terbarunya, semoga tulisan-tulisannya semakin menginspirasi banyak orang. Aamiin.

    Salam kenal dan salam blogger 🙂
    @dewisrii_

    • wah terima kasih. semoga pengalaman pertama kemudian membuat betah berkunjung lagi..
      terima atas komentarnya, saya akan pertimbangankan sarannya mbak, bagus sekali.
      salam kenal.

  22. Ikutannnnnn :))
    Sebelumnya salam kenal. Sudah saya follow twitternya dengan akun @misfil.

    1. Pertama kali buka blognya yang pertama kali dilihat itu tampilannya dan yang bakal bikin pengunjung betah mampir itu adalah isi dan loadingnya. Secara tampilan, sederhana dan kelihatan maskulin. Kalau dari isi, belum bisa komentar banyak soalnya masih jadi pengunjung baru nih. Kalau dari segi loading blog, lumayan cepat.
    2. Saran: postingan per page nya dibuat dua saja kalau pakai sidebar model kanan-kiri. Kalau pakai sidebar model satu sisi saja, okelah pakai yang per page ada empat postingan. Biar kelihatan minimalis saja. Jadi nggak ada ruang yang kosong di halaman depan.
    3. Kalau bisa masukin juga widget yang postingan berdasarkan tag nya. Biasanya saya suka pakai widget itu kalau lagi berkunjung di blog yang lain. Siapa tau blogger lain juga sehati dengan saya.
    4. Yang saya suka dari blog ini adalah fast respon dari penulisnya. Pertahankan!
    5. Saran lagi: sering-sering adain giveaway. *mauterus*

    • terima kasih sudah follow. 🙂
      1. masalah loading, syukurlah jika loadingnya cepat. semoga terus demikian. 🙂
      3. baik mbak, saya pertimbangkan sarannya. 🙂

  23. ijin ikut GA nya ya bang..
    menurut (kacamata)ku, blognya abang cukup menarik dengan kesederhanaan tampilannya. namun artikel2 yang diposting tidak sesederhana itu..banyak yang berhasil membuatku tertarik untuk membaca artikelnya dari awal sampai the end..
    semoga bisa terus produktif buat nulis..
    @kupubirudotcom

  24. hai bang salam kenal, saya udah follow twitternya bang.
    untuk sarannya keywords “mari berjalan, kawan” rasanya kurang greget kalo dicari di google search. jadi alangkah baiknya kalau diganti dengan yang lebih familiar untuk yang berbau travelling.
    untuk tulisannya lugas dan ngena, suka, tapi gaya bahasanya kadang nyinggung dan jadi semakin iri. haha
    kerenlah, overall tampilan oke banget. simple dan ga norak.
    banyakin foto-foto nya biar pembaca makin “iri” bang haha.
    udah sih, gitu aja 😀
    salam kenal bang, salam lestari 🙂
    @rianananudz

  25. Halo kak @efenerr, saya Aldi (@alditiyar)..
    Salam kenal kak @efenerr, boleh ikutan giveaway ya, semoga bisa menjadi salah satu yag mendapatkan Love Journey 2’nya.. Aamiin ya Allah.

    Kritik dan saran untuk blog ini? umm, siap kak.
    Bagian pertama kritik dulu ya kak, mengenai tampilan.
    Menurut saya pribadi, secara garis besar sudah oke kak, apalagi dengan tema dan jenis font yang sangat berbeda dengan blog lain. Namun, tempat title (header atau apa ya/ menu bar) terlalu lebar, yang ada tulisannya “beranda. blog, sekapur sirih”, dsb. Karena terlalu lebar, blog jadi terkesan kosong, padahal ‘menu bar’ ini merupakan gerbangnya blog ini. Sehingga pengunjung akan merasa sedikit pesimis mengenai isi yang ada di blog ini.
    Yang kedua hampir sama, yakni mengenai menu yang ada di kolom kanan (pencarian tulisan, arsip blog, teranyar, dsb) yang juga terlalu lebar spacingnya (antar menu). Akan lebih mudah diakses jika lebih dirapat menunya, sehingga pengunjung tidak perlu me’scroll terlalu jauh untuk dapat melihat menu selanjutnya.
    Sekian kritik dari saya. Saya juga setuju dengan beberapa kritik dari teman-teman yang telah disampaikan di komentar sebelumnya.
    Mengenai saran, selain yang telah disampaikan dalam bagian kritik, ada beberapa saran lagi kak, di antaranya:
    1. Menambah galeri foto pada kolom bagian kiri, karena bagian kiri masih terkesan kosong, apalagi kakak dikenal seorang traveller (berdasarkan isi dalam blog). Jadi, untuk menegaskan bahwa ini blog seorang traveller boleh ditambah galeri foto-foto perjalanan, atau link website pariwisata. Akhir-akhir ini kan banyak website pariwisata (desa wisata, atau yang lain).
    2. Menampilkan judul tulisan lebih banyak. Jujur, saya baru tahu kalau ternyata judul tulisan kakak itu cukup banyak ketika membuka bagian “I Was Here”. Akan lebih mudah ditemukan jika disediakan link pada beranda mengenai judul-judul tulisan (pada bagian I Was Here), disediakan per pulau dahulu juga bagus kak.
    3. Menyediakan ruang untuk komentar pengunjung pada seluruh tulisan. Ini akan memberikan ruang kepada pengunjung, siapa tahu ada yang kurang berkenan, sehingga perbaikan terus dapat dilakukan (Kesempurnaan).
    Demikian kak.
    O, iya saya juga sangat mengapresiasi blog ini, karena kakak seorang fiskus. Ternyata seorang fiskus memiliki kesempatan untuk berkeliling Indonesia dan menulisnya dalam blog. Sungguh luar biasa, ditengah citra buruk instansi kakak saat ini. Ini salah satu perilaku nyata Nilai-nilai Kemenkeu yang ke-dua: Profesionalisme. Saya berharap bisa menjadi fiskus dan yang berkesempatan mengelilingi Indonesia, serta bertemu kakak. InsyaAllah, aamiin ya Allah.
    Selain itu, postingan #FiskusPeduli sangat bagus kak. Bisa mengajak pengunjung untuk membantu, selain di media massa atau media sosial, blog juga sangat membantu.

    Demikian kak, maaf terlalu panjang, semoga bermanfaat. Terimakasih.. 🙂

    • salam kenal mas Arie. 🙂
      berarti sekarang sedang kuliah di jurangmangu ya?
      terima kasih sarannya..akan sangat berguna untuk pengembangan blog ini selanjutnya. 🙂

  26. Bismillah,
    Sebelum memberi komentar hendaklah saya mengucap basmalah, semoga komentar yang saya berikan tidak mengecap saya sebagai orang yang berpengatahuan lebih dibanding om farchan.

    Memberikan kritik dan saran untuk blog ini, rasa-rasanya tidak mungkin untuk blogger sekelas saya yang masih awam dalam dunia blog.

    SARAN dan KRITIK
    1.Blog ini sangat sederhana tapi elegan, temanya simpel dan memudahkan untuuk navigasi.
    2. saya suka quote ” mari berjalan, kawan” saya mengindikasikan bahwa om farchan orangnya sangat bersahabat hanya dengan kata itu.
    3. Saya sangat ditampar dengan “sekapur sirih” dimana dalam tulisan om farchan memperjelas bahwa tak ada yang berkaitan dengan itinerary, budget dan lainnya. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang saya share selama ini.
    4. Ketika saya baca artikel per artikel, saya seperti mendapatkan kuliah umum, p
    aling saya suka artikel “Teman, travelinglah selagi sempat” membacanya bikin saya mangguk-mangguk.
    5. Sebagai orang Makassar, saya kecewa karena belum di update di “i was here”
    Artikel tentang Makassar padahal sudah ada artikelnya yang trip di sulsel.
    5. Melalui komentar ini juga, saya berharap bisa dimasukkan dalam list “blogroll”

    Maaf agak panjang lebar,
    terima kasih.

    • Dear Akbar. Terima kasih sudah komen. Blog Akbar komprehensif sekali soal Sulawesi Selatannya. salut. 🙂
      oia, spal nomor 5 yak? sebenarnya postingan #SulselTrip belum benar-benar selesai jadi belum bisa saya muat semuanya disini. nanti segera setelah semua direktori #SulselTrip selesai maka akan saya masukkan di I Was Here. sabar ya? nyicil tulisannya penuh perjuangan nih. 🙂

  27. pertama kali meluncuuuur di blog ini, ternyata ada GA love journey, kebetulan tadi pagi ada Mbak Dian yang bercerita di grup fb tentang proses nulis love journey, huwaaa di sini ada GAnya. Akuuu ikuuut. Ingin membaca wajah Indonesia berdasarkan penuli – penulis kece ini, daaan nanti mau review juga ^^

    kritiknya apaaaan ya *bingung* pertama kali masuk ke blog ini, bersiiih rapi dan enggak berat loadingnya. enggak terlalu banyak widget yang bertebaran. Di header blog sudah menjelaskan jika ini blog traveller plus plus. Maksudnya plus catatan pribadi dan kuliner.

    di halaman muka (home), panjang antara sidebar dan postingan tidak terlalu panjang sebelah. Hanya satu yang mengganjal, di tab atas, di header, ada “copyright” rasanya kurang perlu, karena copyright sudah ditulis di sidebar sebelah kiri. Bisa dihilangkan atau diganti, lebih baik dihilangkan agar tab “kontak” bisa sejajar (satu garis) dengan tab lainnya.

    itu saja.. 😀
    @MentionSari

  28. Halo mas! Ijin ikutan GAnya yaa, lagi pengen ngoleksi buku2 traveling yang antimainstream buat pelepas dahaga sementara karena saya udah jarang travel lagi 🙁 kangen!
    Oke, kripik dan sarapan ya? Beli aja noh di warung #lah hehe, kritik dan saran maksudnya ya :)))
    Saya lihat dan terawang blog ini dari atas kebawah. Dimulai dari Header, warnanya udah bagus, tapi gambar kompasnya nggak nyambung sama tagline “mari berjalan, kawan”, cocoknya “mari berlayar, kawan” :/ saran saya gambar di Header pakai foto mas Farhan lagi berjalan lengkap pakai akesori khas traveling yang sudah di convert ke format .png dan sudah diedit seciamik mungkin, yang cocok dengan warna Header.
    Untuk judul blog sepertinya lebih menarik kalau pakai Font Color dan Font Style yang pemilihannya sesuai selera, asal jangan yang monoton dan sama dengan font isi blogpost. Color & Style-nya yang ‘atraktif’ mudah disukai orang. Jadi biar lebih semarak aja gitu, soalnya untuk kategori blog traveling, blog ini terlalu sederhana.
    Lalu pengkategorian blogpost seharusnya lebih spesifik agar memudahkan pembaca mencari info yang diinginkan. Misalnya, kategori Bepergian dipecah menjadi: Mancanegara, Nusantara, Tips
    Makanan menjadi: Travel Kuliner, Rekomendasi.
    Dengan bahasa yang unik ala mas Farhan. Kategori “Sekapur Sirih” mending diganti deh jadi kata yang bisa dimengerti banyak orang dan tetap unik. Misalnya, “Si Empunya Pena” nah pasti semua orang tahu bahwa judul itu merujuk ke identitas penulis blog ini. Dalam kategori ini harus menjelaskan apa arti dari nama blog “Efenerr”.
    Dan blog ini kudu ada search engine-nya!
    Biar pembaca betah dan tahan lama disini, saya kasih saran supaya mas Farhan tambahin widget Related Posts di setiap blogpost pada bagian bawah. Ini tokcer deh, serius!
    Kok side kiri sepi ya? Gimana kalau diisi pake semacam angket gitu? Contohnya:
    Daerah mana yang harus saya taklukan selanjutnya?
    (option A B C D)
    atau pakai banner socmed yang mas Farhan punya? Bisa. Slideshow jepretan eksklusif dari kamera mas Farhan sendiri? Good idea.

    Saya nggak ngoceh soal isi blogpost ya, soalnya udah perfecto kereno! Sukses bikin ngiler hehehe, apalagi kalau udah liat kategori Portofolio-nya, huweee bikin ngiri kuadrat deh…
    Cuma mau request aja, bikin tips nulis tema traveling dong 😀 saya jarang nemuin soalnya, padahal butuh banget, pengen jadi travel writer juga nih!
    Dan yang paling saya suka: loadingnya cepet! Dibuka via mobile pun mantep 😉

    Kayaknya segitu aja kripik dan sarapan yang saya suguhkan, maaf jika kurang berkenan, tapi itulah apa yang saya pikirkan.
    Love Journey #2, come to me please!

    @meliarawr (i followed you already)

    • haha..kompasnya kompas kapal ya? jujur waktu itu saya kehabisan ide untuk header jadilah begini..saya pikir-pikir malah jadi miripn header Koran Tempo.
      widget related ya? wah saya baru terpikirkan sekarang! terima kasih.
      oia, untuk kategorisasi sudah saya buat di “i was here” dan kemudian sudah pasang kolom pencarian di sebelah kanan.
      salam Amelia. 🙂

  29. wahhhh saya kira-kira masih dapat hadiah ngak yach… pura-pura ngak baca alinea terakhir ttg batas deadline…haha..kemarin saya sudah komunikasi mas mas fatah mau beli buku antologynya…ehhh barangkali masih bisa dapat hadiah…hayo satu alumni…hahhha maksa…sukses yaa broo…salam hangattt

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here