DSC_0114.resized

Tidak banyak rumah makan yang menyediakan nuansa khas Persia  di Jakarta. Namun rupanya ada restoran khas Persia di jantung kota  Jakarta  bernama Samarra Restaurant and Lounge.

Nama Samarra sendiri sudah menunjukkan bagaimana restoran ini. Samarra merujuk pada kota kuno di Persia, persis di tepi Sungai Tigris. Di masa lalu kota ini pernah menjadi pusat dari Kekhalifahan Abbasiyah dan menjadi pusat penyebaran Islam di tanah Persia dan jazirah Arab.

Maka benang merah itulah yang kemudian menghidupkan nuansa Persia bahkan Mesopotamia di restoran ini. Sesuai dengan namanya, maka kuliner-kuliner khas Persia dan Arabia yang kemudian menjadi menu utama di Samarra Lounge and Restaurant.

Arsitektur dan Interior Restoran

Nuansa Persia begitu kental sejak pintu masuk. Menyesuaikan namanya, restoran yang dibangun di bangunan lama era 50-60 ini dibangun dengan gaya arsitektur dan penataan interior a la Persia.

Suasananya kuning remang-remang dengan ornamen-ornamen khas Persia. Ada lukisan pria dengan turban, patung singa yang melambangkan keberanian, sampai gaya plesteran pada dinding yang serupa tembok rumah-rumah Persia di masa lalu.DSC_0109.resized

DSC_0099.resized

Ada beberapa bagian di restoran ini, lantai pertama adalah bagian pintu masuk dan bar, sementara naik satu lantai lagi terdapat hall ruang makan sementara lantai teratas adalah Wadirum Rooftop Bar. Ada semacam nuansa untuk membangun suasana persis di Persia.

Bagian menarik dari restoran ini adalah ornamen-ornamen kaca patri yang ada di ruang makan. Patri kaca tersebut ditebar di jendela-jendela, ornament dinding sampai lampu gantung. Jadi ketika lampu menyala, cahaya warna-warni akan terpancar magis.

Ada yang khas dari Persia sejak era Kekhalifahan Abbasiyah yaitu gemarnya membuat ornament geometri untuk interior. Suasana khas ini pun terekam dengan baik di Samara Lounge dan Restaurant. Ornamen geometri banyak segi bisa dilihat pada atap dan dinding, kemudian dipadukan dengan fasad penuh lengkungan pada sekat ruangan yang memisahkan tiap bagian tempat makan.

DSC_0101.resized

Menu

Beralih ke menu, selama ini restoran dari Tugu Group tidak pernah mengecewakan soal menu. Sajian terbaik selalu diberikan kepada tamu, baik dari segi rasa maupun visual sajiannya.

Di Samarra Lounge and Restaurant Jakarta selain menu khas Persia, pengunjung juga bisa disuguhi sajian khas Semenanjung Arabia. Tentulah pengunjung bisa menebak apa kekhasan dari menu-menu khas Asia Barat, penuh pedas rempah dengan kuah yang menggelegak.

DSC_0011.resized

Menu pertama yang saya pilih adalah Samarra Musamman Kare. Ini adalah kari dengan kuah daging kambing dengan santan kental dan aroma rempah. Aromanya sedap dan wangi dengan bumbu yang sangat meresap ke dalam daging yang seratnya begitu lembut. Bumbunya pas, pedasnya rempah benar-benar menggelagak di rongga mulut.

Sebagai paduan saya memilih urapan kelapa bakar, urapan kelapa bakar ini cukup menjadi penetral untuk pedas rempah kari tersebut. Jadilah rasa pedas kari bercampur dengan rasa natural dari urapan kelapa bakar tersebut.

DSC_0089.resized

DSC_0090.resized

Ada juga Salad Omani, salad dengan komposisi beranekarupa sayuran. Komposisi salad ini menyegarkan dan memberi kesan rasa yang penenang setelah menyantap  kuah kari dan urapan kelapa bakar.

Tidak terlewatkan juga memesan makanan penutu berupa desert sebagai pamungkas santap malam. Saya disuguhkan sajian berupa es krim dengan topping puding yang segar yang oleh Samarra Restaurant And Lounge Jakarta diberi nama Arabian Beauty. Topping dan sajiannya memang menampilkan kecantikan kuliner khas arab. DSC_0093.resized

DSC_0096.resized

Setiap sajian yang disuguhkan saling melengkapi satu sama lain. Membalut lidah dengan kesan yang berbeda-beda, ada rasa pedas rempah, ada harum dalam urapan, segar dalam salad dan ada sejuk dalam desert yang tersaji. Semua menghasilkan pengalaman rasa yang berbeda-beda namun terjalin sempurna dalam satu sajian.

Kahwa

Ada highlight lain setelah memesan semua masakan tersebut, saya ingin mencoba kopi yang ditawarkan oleh Samarra Lounge and Restaurant Jakarta. Saya yakin pasti ada kopi yang khas dari restoran ini.

Saya memesan Kahwa atau kopi yang ada di menu. Kahwa sendiri jika di Persia dan Arab memiliki dua makna yang berbeda, bisa diartikan sebagai teh hangat yang diramu dengan rempah, namun bisa juga diartikan sebagai penyajian kopi yang juga dipadu rempah.

Bangsa Persia dan Arab memang memiliki tradisi berbeda saat membuat kopi. Kesukaan mereka pada rempah membuat kopi pun dipadupadankan dengan rempah, jadilah kahwa adalah kopi yang bertaut dengan rempah-rempah.

Samarra Restaurant memberikan impresi yang sama dengan kahwa yang ada di Persia dan Arab. Kopi yang disajikan adalah kopi hitam yang diberi campuran kapulaga dan biji wijen. Jadilah kopi yang pahit namun hangat rempah, persis Kahwa yang ada di Persia dan Arab.

DSC_0098.resized

Samarra Restaurant memberikan impresi yang sama dengan kahwa yang ada di Persia dan Arab dengan budaya kopinya. Kopi yang disajikan adalah kopi hitam yang diberi campuran kapulaga dan biji wijen. Jadilah kopi yang pahit namun hangat rempah, persis Kahwa yang ada di Persia dan Arab.

Wadirum Rooftop Bar

Kejutan di Samarra Lounge and Restaurant Jakarta tak hanya berhenti pada sajian. Rupanya ada bar di lantai atas yang untuk menuju ke atas tangganya sedikit tersembunyi. Dan di puncak bangunan restoran terdapat Wadirum Rooftop Bar.

Seperti ceruk tersembunyi, bar ini begitu hening dan tenang. Ada 3 bagian bar ini, pertama adalah area meja bar, kedua adalah tempat makan dan yang ketiga adalah area mezzanine.

Jika ingin memesan minuman, Wadirum Rooftop Bar menyediakan berbagai racikan minuman. Sementara jika hanya ingin bersantai pun tempat ini sangat sesuai, tenang, hening dan santai walaupun sebenarnya berada tepat di jantung Kota Jakarta.

DSC_0036.resized

DSC_0030.resized

DSC_0042.resized

Tidak banyak yang datang ke bar, mungkin karena sepi. Namun rooftop bar ini sesungguhnya cocok digunakan untuk mengadakan private party atau secret concert menyesuaikan bentuk bar yang memanjang.

Saya menikmati malam yang tenang di rooftop bar seusai menikmati santap malam dari Samarra Restaurant, seandainya diiringi lantunan musik jazz tentulah malam akan semakin sempurna.

Paduan Visual dan Lidah

Samarra Restaurant memiliki kekhasan yang sama dengan restoran yang ada di bawah Tugu Group, yaitu ornamen yang unik, artsy dan indah secara visual. Tak hanya itu saja sajian yang disajikan pun dijamin memanjakan lidah.

Soal interior sudah pasti menyesuaikan namanya, Samarra yang memberikan kesan Persia di setiap sudut restoran. Bak galeri, restoran ini menjadi ruang untuk koleksi-koleksi Anhar Setjadibrata. Koleksi inilah yang membuat restoran ini indah secara visual.

DSC_0087.resized

Sementara perihal syaraf perasa di lidah, restoran ini memiliki sajian-sajian yang mampu mengagetkan syaraf perasa. Kunci dari kelezatannya adalah pada tangan-tangan yang mengolah sajian tersebut.

Ada paduan modern dan tradisional dalam setiap sajian di Samarra Restaurant. Diolah dengan kolaborasi antara chef professional dan juru masak tradisional restoran ini memadukan taste modern dan tradisional dalam olahannya. Tidak untuk saling bertentangan namun bertaut menjadi sebuah sajian yang tiada dua di tempat lainnya.

Paduan ini adalah signature untuk Samarra Lounge and Restaurant Jakarta dan menjadikannya sebuah restoran yang memiliki keunikan dan berbeda dengan yang lainnya. Restoran ini mungkin salah satu restoran yang harus dikunjungi yang ada di Jakarta.

Setelah menikmati beragam sajian, interior, pelayanan yang mengesankan, saya merasa restoran ini sungguh menjadi tempat yang tepat untuk menikmati olahan Persia sekaligus menikmati pengalaman bersantap yang berbeda di jantung Jakarta.

Tabik.

Samarra Lounge and Restaurant Jakarta

Jl. Kebon Sirih No. 77-79, Jakarta Pusat

+62-21 391-8690

Follow Efenerr on WordPress.com

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here