jaket

Bagi saya membawa jaket saat traveling itu wajib hukumnya. Mau tak mau, jaket harus menjadi barang bawaan wajib traveling. Karena kebutuhan tersebut saya memiliki banyak sekali varian jaket, sehingga terkadang bingung saat memilih jaket traveling yang akan saya gunakan.

Mungkin memilih jaket adalah soal selera, namun karena bagi saya jaket adalah kebutuhan yang esensial maka saya tak mau setengah-setengah saat memilih jaket traveling. Saya ingin jaket yang saya gunakan adalah jaket yang fungsional, bekerja sesuai fungsinya namun juga tetap bisa untuk bergaya.

Masalahnya adalah banyak kesalahkaprahan mengenakan jaket, asal membeli dan memakai jaket sehingga tidak pas sesuai fungsinya. Banyak jaket kulit dibawa ke pantai atau jaket motor dibawa ke gunung.

Supaya tidak salah, ada beberapa kriteria yang saya gunakan untuk memilih jaket yang sesuai untuk traveling. Berikut beberapa kriteria untuk memilih Jaket Traveling :

1. Mencari Tahu Bahan Jaket

Banyak sekali bahan jaket yang digunakan, mulai dari yang konservatif seperti wol, denim, kulit, drill, katun sampai bahan mutakhir seperti taslan atau gore tex. Dengan banyak pilihan tersebut sebenarnya seorang harus memilih bahan jaket sesuai kebutuhannya.

Signature Gore Tex
Signature Gore Tex di salah satu jaket saya

Saya paling menyukai bahan gore tex karena menyesuaikan kebutuhan saya akan jaket yang ringan namun mampu menahan dingin dan kedap air. Kebutuhan untuk light traveling terpenuhi dengan jaket bahan gore tex ini.

Namun itu tidak mutlak, bahan jaket menyesuaikan kebutuhan. Misalnya jika ingin ke negara dengan suhu minus maka lebih baik membawa coat wol, bulu angsa dengan tambahan jaket inner polar. Atau misalnya perjalanan singkat, hoodie berbahan katun pun cukup melindungi.

Intinya adalah pilihlah bahan dengan destinasi traveling. Jangan sampai misalnya pergi ke gunung namun membawa jaket jeans atau ke pantai namun membawa jaket bulu angsa, salah kaprah jadinya.

Bahan juga akan mempengaruhi load barang bawaan, jika membawa jaket bahan jeans atau wol tentunya selain berat juga akan menyusahkan, cocok jika perjalanan dengan koper bukan ransel. Jika meransel lebih baik membawa jaket dengan bahan yang ringan, light dan mudah dilipat.

2. Pilih Model

Ada banyak sekali model jaket, namun favorit saya adalah parka. Koleksi Jaket Parka setelah dihitung cukup banyak juga. Kenapa parka? Karena bagi saya jaket model Parka itu sangat multifungsi. Desainnya panjang, memungkinkan digunakan untuk naik motor ataupun di perjalanan.

Selain itu Parka relatif banyak jenisnya, dari bahan wol, drill, katun bahkan gore tex pun ada. Keunggulan dari parka adalah desain jenis ini biasanya bisa untuk menahan hawa dingin sekaligus tahan air, namun perlu diingat jika memilih Parka maka sediakan ruang yang lebih banyak di ransel karena Parka biasanya ukurannya besar dan butuh banyak ruang.

Jaket windbreaker yang saya bawa dan dipakai selama di Turki.
Jaket windbreaker yang saya bawa dan dipakai selama di Turki.

Apakah ada model lain selain Parka? Ada banyak sekali sebenarnya, seperti bomber, denim jaket, hoodie ataupun windbreaker. Intinya sih sesuaikan juga model dengan kebutuhan, jaket seharusnya fungsional dan membantu saat perjalanan bukan justru karena ingin bergaya namun malah kerepotan karena salah memilih model jaket.

3. Merk dan Harga

Kualitas biasanya sebanding dengan harga. Itu juga yang berlaku pada jaket, kualitas jaket yang bagus biasanya juga harganya tinggi. Soal kualitas tolak ukurnya bisa jadi adalah merk, biasanya merk yang terkenal kualitasnya pun bagus.

Untuk produk lokal dan luar itu kembali ke selera pembeli, sepengamatan saya jaket-jaket luar negeri lebih unggul dalam kualitas, seperti detail jahitan, resleting sampai lapisannya. Bukan berarti jaket lokal tidak bagus,  ada kog jaket merk lokal yang selalu saya pakai karena kualitasnya menyamai jaket luar negeri.

DSCF0923
Patagonia, merek jaket favorit yang selalu saya pakai. Pemberian sahabat saya, Endra. Merek ini jarang ditemui di Indonesia

Apa merk favorit? Relatif sih, di Indonesia sendiri dealer resmi merk outdoor luar negeri sudah ada di beberapa mall. Untuk lokal, ada chainshop merek lokal yang tersebar di kota-kota di seluruh Indonesia.

Soal harga jika kualitas bagus pasti sedikit pricey, namun masih bisa disiasiati. Bisa dengan membeli di toko online yang sering memberikan diskon atau seperti saya mencari di Gedebage yang tersohor dengan baju bekas berkualitas.

Memilih jaket traveling memang gampang-gampang susah, namun jika ingin gampang, merk bisa menjadi pertimbangan utama. Kemudian mau beli dimanapun saran saya adalah usahakan beli barang asli, karena kualitasnya lebih terjamin.

 4. Amati Detail dan Fitur Jaket

Detail jaket traveling yang dipilih mempengaruhi fungsinya, lebih baik pilihlah jaket yang memiliki fitur terbaik bukan fitur terbanyak. Semisal kantung, jaket yang baik bukan yang memiliki banyak kantung namun justru kantung yang fungsional. Saya cenderung memilih jaket yang memiliki kantung di bagian dalam untuk menyimpan gadget atau kantung di lengan untuk menempatkan alat tulis.

Kemudian cek juga inner atau bagian dalam jaket, ada berapa lapisan dalam jaket tersebut. Semakin banyak lapisan tentu makin hangat. Jika jaket tersebut ingin di bawa ke daerah yang dingin, cek juga di inner jaket tersebut apakah ada seal atau tidak, seal tersebut berfungsi untuk menahan udara masuk sehingga tidak menerobos sela-sela jaket.

DSCF0927

Oia saya cenderung memilih jaket yang memiliki tudung kepala. Selain fungsional saya juga tidak perlu repot membawa penutup kepala. Banyak jenis tudung kepala di jaket, apakah dia menyatu, terlepas atau yang bisa dilipat di kerah.

5. Pilih Warna

Warna jaket mungkin bisa berpengaruh ke gaya. Jika ingin kalem lebih baik memilih jaket dengan warna-warna netral, itu paling aman. Sesuaikan dengan pertimbangan cuaca juga, jika panas hindari jaket berwarna gelap atau jika ingin bergaya maka pakailah jaket-jaket berwarna cerah.

Untuk aktivitas traveling dengan minat khusus seperti naik gunung, lebih baik memilih jaket traveling dengan warna cerah supaya lebih mudah dikenali. Warna cerah akan memudahkan teman untuk mengenali apabila pergi berombongan atau saat malam, jaket dengan warna cerah akan lebih mudah teridentifikasi daripada jaket yang berwarna gelap.

Jaket fitur paling lengkap yang saya punya. Gore Tex, inner, seal, double resleting, hoodie
Jaket fitur paling lengkap yang saya punya. Gore Tex, inner, seal, double resleting, hoodie, warna menyala

Sekarang ini motif jaket beserta desainnya sudah berkembang pesat, setiap merk meluncurkan desain warna yang beragam. Jika demikian maka sebagai pembeli kita diuntungkan dengan banyaknya pilihan.

Demikian beberapa tips untuk memilih jaket traveling. Intinya adalah jangan sampai salah saat memilih jaket, kemudian Jaket juga tak hanya pelengkap traveling namun juga salah satu sarana supaya tetap bisa bergaya saat traveling.

Tabik

Foto-foto dengan Fuji Film XA-1

Follow Efenerr on WordPress.com

59 KOMENTAR

  1. Waaahhh, komplit! Bisa lah dijadikan panduan. Tapi ya kalo jaketnya banyak kaya Kak Chan, lha kalo kaya aku, jaket cuma 2, kumbah garing dienggo, gantian, ya ngga ngepeekk. Hehehehe.. 😀

    • kalau di Indonesia cukup pake Summit Series atau Windbreaker saja kak. Kecuali tempat tertentu bersuhu minus seperti Dieng itu cocoknya dengan wol atau bulu angsa.

  2. Informatif sekali tulisannya, Chan. Tapi di bagian awal masih ada informasi yg diulang, sepertinya di akhir post juga demikian. Tulisan ini masih bisa dikembangkan menurutku. Misal, pergi ke pantai baiknya pakai jaket yg bagaimana? Karena kalau di pantai, siangnya panas, tapi malamnya berangin.. Hehe yang kaya begitulah maksudku..

  3. Kalau jaket yang bisa sekaligus untuk traveling dalam kota dan mendaki ke gunung. Rekomendasinya jaket merk dan tipe apa mas? saya minta referensinya.

  4. Wah kebetulan banget nih nemu postingan ini, soalnya aku bukan type orang pembeli jaket. Punya jaket satu dua aja, itu pun hadiah dari kantor. Dan sering bingung kalau harus jalan dan butuh jaket.

    Selain itu, kebetulan lagi cari-cari jaket yang tahan dingin sampai suhu sedikit minus. Postingan ini ngasih aku banyak kata-kata baru dalam dunia perjaketan, jadi nambah info. Thanks Chan … bermanfaat banget 🙂

  5. Bagus dan bermanfaat, cuma kurang komplit dikit…Kalau ke pantai cocoknya pake jaket dari bahan apa ya ….biar ga salah kostum. Terimakasih

  6. Kalo jaket gunung yang fiturnya lengkap ada outer + inner terus bahannya goretex kira2 merk apa ya bang
    Terus jaket yang merah itu merk apa. Terimakasih

  7. salam kenal, say fitri, mau tanya kalau jaket yg bs dipakai diluar negri dengan suhu 5-15 derajat, namun dalamnya atau innernya bisa dicopot sehingga bs dipakai di indonesia jg hanya merk jack wolfskin atau ada pilihan lainnya ya? Atau apakah ada jaket tanpa inner namun tetap nyaman dipakai di suhu 5-10 derajat dan suhu indonesia dengan bahan yg tdk berat ya mas? . Apakah jack wolfskin memakai bahan gore tex atau apa ya? Mohon infonya… Trimakasih banyak

  8. permisi, numpang tanya, jacket yg cocok utk perjalanan k jepang bln2 ini apa y? mengingat disana lg musim hujan & humidity (lembab), bawaannya tas ransel aja tapi?

  9. Klo untuk daki ke gunung prau, cocoknya pake jaket yg berbahan apa ya mas? Terus merk apa ya? Hehehe maklum pendakian pertama jadi sama sekali ga paham.. Terima kasih

  10. Haha.. Suka Banget saya sama Jaket Mas…
    Di Bandung Juga banyak banget pilihan Jaket yang mungkin bis ajadi rekomendasi untuk yang suka Travelling.
    Tapi yang susah itu saat mendekati musim panas, pake jaket tetep wajib, apa lagi saat bepergian dengan roda dua..
    apa rekomendasi Mas Farchan Noor dari mulai model dan bahan yang digunakannya…???

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here